pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Duel Maut Gegara Warisan, Kakak Bunuh Adik

GOWA, BKM — Pengujung tahun 2012 membawa duka mendalam bagi dua keluarga bersaudara kandung di Kecamatan Bontonompo, Kabupaten Gowa. Sebab, masing-masing kepala keluarga terlibat duel maut, hingga akhirnya satu dari mereka meregang nyawa sampai akhirnya meninggal dunia.
Peristiwa berdarah itu terjadi Jumat malam (24/12). Berlangsung di Lingkungan Sela, Kelurahan Kalaserena, Kecamatan Bontonompo.

Dua orang yang bertika itu adalah kakak adik, yakni Manru Dg Parurung (58) dan adiknya Mappa Daeng Tayang (50). Mereka terlibat perkelahian seru yang membuat heboh seluruh masyarakat setempat.

Kapolsek Bontonompo AKP Totok yang dikonfirmasi, membenarkan peristiwa tersebut. Akibat kejadian tersebut, sang adik Mappa menemui ajal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Mappa meninggal usai dihantam batu oleh kakaknya Manru. Wajah korban Mappa luka parah.

“Iya, peristiwanya terjadi Jumat malam. Pelaku bernama Manru menghabisi nyawa adiknya bernama Mappa dengan menggunakan batu dan balok kayu. Jadi pelaku dan korban adalah kakak beradik,” jelas AKP Totok dikonfirmasi, Sabtu (25/12).

Dijelaskan Kapolsek Bontonompo, duel tersebut dipicu pertikaian sengketa warisan. Bermula ketika Mappa mendatangi Manru dengan membawa sebatang balok kayu. Setibanya di lokasi Mappa langsung mengamuk dan melontarkan kata-kata kasar kepada kakaknya Manru.

Tak terima diperlakukan seperti itu oleh adiknya, Manru pun naik pitam. Keduanya berdebat sengit, setelah Manru kehabisan akal membujuk dan menenangkan Mappa yang semakin kalap.

Manru tak terima ketika Mappa dengan beringas menghantam dirinya dengan balok kayu hingga tersungkur. Karena sudah tak bisa menahan emosi, Manru pun mengambil batu dan menyerang balik adiknya. Ia menghantamkan batu tersebut berulangkali ke wajah dan kepala Mappa.

Namun, duel antara keduanya tak bisa dihentikan. Dalam kondisi tak berdaya, Manru berhasil merampas balok kayu Mappa, kemudian menyerang balik menghantam betis dan kaki Mappa.

“Akhirnya Mappa kritis. Jadi terduga pelaku, yakni Manru diamankan setelah warga melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat dan dibawa ke Polsek,” jelas Kapolsek Bontonompo.

Manru diamankan, sementara Mappa yang langsung dilarikan ke RS Takalar, tak bisa diselamatkan lagi. Mappa meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.

“Pelaku sudah kita amankan dan kini telah diserahkan ke Polres Gowa untuk proses selanjutnya. Dari hasil interogasi, Manru mengaku membela diri saat korban datang mengamuk dan menghantamkan balok kayu ke arahnya. Pelaku juga mengaku telah berusaha menenangkan korban, namun korban tetap kalap. Kasus ini sementara berproses,” sebut Kapolsek Bontonompo.

Berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi keluarga maupun terduga pelaku, pertikaian berujung maut ini dipicu soal sengketa tanah warisan. Korban Mappa masih tetap meminta bagian sementara warisan tersebut telah terbagi rata bersaudara.

“Menurut pengakuan Manru, adiknya itu tidak pernah mau menerima bagiannya yang dinilai sedikit. Sekarang kepolisian tengah memproses kasus ini,” jelas Kapolsek Bontonompo.

BKM mencoba menghubungi dan berusaha meminta keterangan lanjutan dari Kasat Reskrim Polres Gowa AKP Boby Rachman, Minggu (26/12). Namun hingga pukul 18.21 Wita, ia tak merespons. Sedang Kasi Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan yang dihubungi terpisah, sementara cuti hari raya. (sar)



×


Duel Maut Gegara Warisan, Kakak Bunuh Adik

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link