PINRANG, BKM — Unit Pelaksana Teknis (UPT) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Pinrang massif membudayakan memilah sampah bagi siswa siswinya. Hal itu berawal dari seorang guru yang melakukan aksi peduli lingkungan dengan mengajak siswa membudayakan pilah sampah dari rumah dan sekolah. Kegiatan tersebut dilakukan setiap pulang sekolah.
“Memilah sampah ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan kesadaran kepada siswa siswi bahwa menanggulangi masalah sampah dapat dilakukan dengan cara memilah sampah dari kita terlebih dahulu. Membudayakan anak untuk perduli terhadap lingkungan itu sangat penting,” ujar Muhammad Husni Haruna, gurus SMKN 3 Pinrang.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran siswa serta guru akan pentingnya memilah sampah dan tidak membuang sampah sembarangan. Memilah sampah dengan tepat antara sampah organik, sampah plastik, dan sampah kemasan lain akan memudahkan pihak pengepul, pengolah bank sampah maupun pendaur ulang dalam mengelolahnya atau memanfatkannya. Sampah kemasan plastik jika tidak terkontaminasi dengan sampah organik maka akan bernilai.
Ali Topan, pendiri Bank Sampah Peduli Pinrang mengapresiasi apa yang dilakukan pihak sekolah. Ia bahkan turun langsung melakukan penjemputan perdana sampah hasil pemilahan siswa siswi SMKN 3.
”Saya salut dengan apa yang dilakukan siswa siswi SMKN 3 Pinrang, yang mau peduli dengan masalah sampah. Kalau bukan kita siapa lagi. Sampah bukan tanggung jawab siapa-siapa, tapi tanggung jawab kita semua,” ujar Ali Topan.
Kegiatan di sekolah ini, diakui Ali Topan, menunjukkan bahwa semua siswa sadar tentang lingkungan, sehingga akan membuat sekolah bersih. ”Intinya jangan malu untuk berbuat meski itu hal pekerjaan memalukan buat orang lain, padahal itu adalah sesuatu pekerjaan yang mulia,” tandasnya. (rls)

