pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kapolda: Perang Kelompok Itu PR Saya

MAKASSAR, BKM — Perang kelompok di Kota Makassar masih terus terjadi. Mereka yang terlibat di dalamnya tak hanya menggunakan batu dan senjata tajam. Tapi juga ketapel untuk melontarkan anak panah yang terbuat dari besi yang ujungnya telah diruncingkan.
Korban jiwa telah timbul dari kejadian ini. Bahkan, seorang anak kecil yang baru berusia 1,5 tahun menjadi sasaran anak panah tersebut. Beruntung, nyawanya berhasil diselamatkan.
”Perang kelompok seperti ini bukan budaya, walau sudah berlangsung cukup lama. Ini PR (pekerjaan rumah) buat saya. Kami akan mengajak TNI, tokoh masyarakat , tokoh agama, wali kota hingga RT/RW untuk sama-sama menyelesaikan ini. Mereka yang terlibat akan ditindak tegas dengan menggunakan Undang-Undang Darurat. Karena busur (ketapel) itu tergolong senjata tajam,” ujar Kapolda Sulsel Irjen Pol Nana Sudjana dalam kunjungannya ke redaksi Harian Fajar, Rabu (16/2). Ia didampingi Kabid Humas Kombes Pol Komang Suartana dan Kabid Propam Kombes Agoeng Adi.
Selain soal tawuran antarwarga, petinggi polri kelahiran Cirebon, Jawa Barat ini juga menjelaskan tentang penanganan kasus penyalahgunaan narkoba di Sulsel. Ia menyebut, di tahun 2021 lalu Polda Sulsel berhasil menangani 1.992 kasus narkoba. Ada di antaranya yang tergolong kasus besar.

”Di bukan Oktober 2021 ada 75 kg (sabu-sabu) yang diungkap. Awal Februari (2022) sebanyak 21 kg. Peredarannya sampai ke desa-desa. Itu artinya Sulsel saat ini darurat narkoba. Untuk itu kami terus bekerja sama dengan BNN (Badan Narkotika Nasional). Kita segera bangkitkan kembali Desa Bersinar (Bersih Narkoba),” terang Irjen Nana.
Di bagian lain penjelasannya, kapolda mengungkap soal pelaksanaan vaksinasi dan penegakan disiplin protokol kesehatan (prokes). ”Jadi selain tugas pokok dan fungsi, kami bersama TNI dan pemda juga fokus pada kesehatan masyarakat. Kita target akhir Februari ini vaksinasi bisa mencapai 100 persen. Sekarang tercatat 82,65 persen,” jelasnya.
Distribusi vaksin yang agak lambat, diakui menjadi salah satu penyebab persentase vaksinasi di angka tersebut. Selain itu, banyak warga yang sudah divaksin tinggal di luar Sulsel.

Menyusul semakin tingginya angka penularan covid-19 di Sulsel saat ini, Irjen Nana menegaskan akan meningkatkan kembali operasi yustisi. PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) mikro akan diaktifkan kembali di desa dan kelurahan.
Irjen Nana yang sebelumnya adalah Kapolda Sulawesi Utara (Sulut). Ia menjabat selama 10 bulan di sana. Diakui, selama 24 tahun bertugas di kepolisian, dirinya paling lama 1,5 tahun bertugas di suatu tempat. Media dijadikannya sebagai partner karena saling membutuhkan.
”Bila perlu ada tim gabungan polisi dan media dalam menangani suatu permasalahan yang ada di Sulsel. Karena daerah ini memiliki kompeksitas permasalahan yang jauh lebih banyak. Sulsel terus berkembang dan menjadi daerah transit untuk Indonesia timur dan barat,” terang Nana.
Sebuah rencana disampaikan terkait kerja sama dengan media. Jika di Polda Sulut sebelumnya telah dibuat balai wartawan, hal yang sama akan dilakukan di Sulsel. (*/rus)




×


Kapolda: Perang Kelompok Itu PR Saya

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link