GOWA, BKM — Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi Minggu (20/2) sore hingga Senin (21/2) memicu terjadinya kerusakan. Salah satunya amblasnya hampir separuh badan jalan di poros Lonjoboko ke Malino. Tepatnya di kilometer 56, Dusun Tombongi, Desa Lonjoboko, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa.
Jalan amblas ini membuat para pengguna jalan harus ektsra hati-hati lantaran jalan poros menuju kota Malino ini amblas sepanjang 20 meter dengan lebar 5 meter. Terlihat kondisi bawah jalan aspal hotmix terdapat rongga akibat tanahnya sudah jatuh. Dari keterangan sejumlah warga sekitar, memang di poros jalan tersebut ada lubang air yang tembus ke sisi jalan berjurang.
Kapolsek Parangloe AKP Mudatsir yang dikonfirmasi, kemarin pada pukul 14.20 Wita, mengaku tengah berada di lokasi jalan amblas. Ia membenarkan adanya sisi badan jalan yang amblas.
“Iya, ada. Sepanjang 20 meter dan lebar 5 meter jalanan yang amblas. Makanya, kami lekas ke lokasi untuk mengatur lalulintas agar melintas teratur. Sebab tidak boleh ada beban terlalu berat di atas jalan tersebut. Selain itu, kami imbau masyarakat pengguna jalan untuk selalu berhati-hati, waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini,” jelas kapolsek.
Sehari sebelumnya, Minggu (20/2) pukul 16.00 Wita, di saat hujan deras dan angin kencang menerjang, sebanyak 21 rumah di permukiman warga Dusun Manyampa dan kompleks BTN Nusa Indah, Desa Bontoala, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa mengalami kerusakan.
Rerata terjadi adalah bagian atap rumah warga. Ada yang tersingkap, bahkan rangka atap sengnya terangkat dan lepas dari badan rumah.
Kepala Desa Bontoala Muh Yusuf Muin yang dikonfirmasi, mengatakan setelah dilakukan pendataan, tercatat 21 rumah warga yang rusak.
“Terjangan angin kencang bersama hujan deras terjadi pukul 17.55 Wita. 21 rumah warga rusak. Rata-rata atap rumah warga yang mengalami kerusakan. Sengnya terangkat,” kata Muh Yusuf Muin di sela memantau rumah warga yang rusak di BTN Nusa Indah dan sekitarnya.
Yusuf pun mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca ekstrem, seperti hujan deras yang disertai angin kencang.
“Kami telah melakukan pendataan kepada warga yang rumahnya rusak karena angin kencang. Pendataan ini akan segera kami layangkan ke Dinsos Gowa untuk mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan secepatnya mendapatkan bantuan,” terangnya.
Data warga Desa Bontoala, Je’netallassa dan Julupa’mai yang diterjang angin, yakni Kala Dg Janji (Dusun Manyampa), Dg Lu’mu (Dusun Manyampa), Dg Pajja (Dusun Manyampa), Hasdiana (BTN Nusa Indah RT/13), Dg Sila (Dusun Manyampa).
Warga bernama Dg Liwang (Dusun Manyampa), Kurnia (BTN Nusa Indah Blok D7/1), Dg Rani (Dusun Manyampa), Dg Singara (Dusun Manyampa), Amiruddin (BTN Nusa Indah F4/10 RT/16), Hera (BTN Nusa Indah Blok F4/12 RT/16), Jasmiah (BTN Nusa Indah D5 RW02/RT03), Nasir (BTN Nusa Indah D5 RW02/RT03), Hasyim (BTan Nusa Indah Blok D5 RW02/RT03).
Alimin Tata (BTN Nusa Indah D3 RW02/RT03), Drs Ansar Bidol (BTN Nusa Indah D5/5 RT14), M Sani (BTN Nusa Indah Blok15/3 RT15), Suriani Rifqi (BTN Nusa Indah Blok F4/24 RT15), Bapak Jo (BTN Nusa Indah Blok F4/21 RT15. Nur Nanring (BTN Nusa Indah Blok F4/26 RT15 dan Drs Jufri Bakri (BTN Nusa Indah Blok F9/39 RT15).
Juga rumah Dg Lewa (warga Jl Jambu, Dusun Tombolo, Desa Je’netallasa), Ketua ORW 01 Dusun Manyampa), Haris Dg Jowa (Desa Julupa’mai, S Dg Rani (Desa Julupa’mai) serta AK Dg Kulle (warga Desa Julupa’mai). (sar)

