MAKASSAR, BKM — Jelang pemberangkatan kloter pertama Jemaah Calon Haji (JCH) Embarkasi Makassar, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar menggelar apel siaga di Aula Arafah Asrama Haji Makassar, Rabu (15/6).
Gubernur Sulsel yang diwakili Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Andi Aslam Patonangi bertindak selaku inspektur apel siaga.
Dalam amanat tertulis gubernur yang dibacakannya, Aslam Patonangi menyampaikan bahwa persiapan yang matang dari panitia akan sangat menentukan keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Seluruh komponen yang terkait dengan operasionalisasi haji saya harapkan berpartisipasi aktif, terutama dalam memperlancar dan membantu penyelesaian setiap urusan dan masalah yang dihadapi oleh para calon jemaah haji,” ujarnya.
Menurut Aslam Patonangi, tantangan dan hambatan pasti akan ditemui. Namun demikian, kata dia, semuanya bisa diatasi jika panitia saling berkoordinasi, serta bekerja sama dengan seluruh instansi terkait.
Di akhir arahan, Aslam Patonangi mengimbau kepada seluruh panitia untuk melakukan penyempurnaan tata kelola dan jadikan kendala penyelenggaraan ibadah haji tahun sebelumnya sebagai pembelajaran. “Hal-hal yang telah baik dalam penyelenggaraan haji selama ini kiranya dapat dipelihara dan terus ditingkatkan. Sementara apa yang menjadi kelemahan, agar dibenahi, diperbaiki dan disempurnakan,” pungkasnya.
Seluruh unsur PPIH Embarkasi Makassar hadir pada apel siaga ini, yaitu Polda Sulsel, Imigrasi, KKP, Beacukai, Angkasa Pura, Maskapai GIA, UPT Asrama Haji Makassar, katering dan Panitia Kanwil Kemenag Sulsel.
Untuk diketahui, berdasarkan jadwal pemberangkatan JCH Embarkasi Makassar yang dirilis oleh Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kemenag Sulsel, kloter pertama akan diterbangkan pada hari Jumat (17/6) besok pukul 00.30 Wita dini hari. Jemaah berasal dari Kota Makassar, Parepare dan Kabupaten Soppeng.
Adapun total CJH yang akan diberangkatkan hingga kloter 19 melalui Embarkasi Makassar pada tanggal 2 Juli 2022 sebanyak 7.247 orang. 3.320 di antaranya adalah JCH dan petugas asal Sulsel. (jun)

