KREATIVITAS seni anak muda Makassar terus menggeliat. Kali ini datang dari jalur musik. Sebuah band bernama Kawan Pencerita kini bersiapa merilis lagu barunya.
KAWAN Pencerita digawangi tiga orang milenial. Masing-masing Adi Yanuarto dan Fajar Syarif pegang gitar, serta Zulfahruddin pada drum. Mereka menjadi tamu siniar untuk kanal Youtube Berita Kota Makassar, Sabtu (6/8).
Mengawali dengan sebuah lagu berjudul Kabar Baik, ketiganya tampil kompak. Diiringi musik ringan yang enak didengar mengalun dari suara Adi yang juga bertindak sebagai vokalis. Lagu baru yang dibawakan merupakan buah karya mereka bersama-sama.
”Setelah berjuang selama tiga tahun, di tahun 2022 ini kita berhasil menyelesaikan lagu garapan. Rencananya akan dilaunching akhir bulan ini,” ungkap Adi.
Ia lalu berkisah tentang perjalanan Kabar Baik. Awalnya personel band ini hanya dua orang, yakni Adi dan Fajar. Mereka bertemu di kampus pada tahun 2019. Keduanya sama-sama kuliah di Program Studi Sastra Indonesia Universitas Hasanuddin (Unhas).
”Waktu itu saya menjabat di UKM seni kampus. Ada kegiatan seni se-Kota Makassar, Zul yang juga ketua UKM di tempat lain berteman dengan teman saya. Dari situ kita kenalan. Waktu Kawan Pencerita, kita berpikir kayaknya dibutuhkan drummer. Zul kita tahu pemain drum. Akhirnya bergabunglah dia hingga personel kami menjadi tiga orang,” terang Adi.
Dalam berkarya, seperti membuat lagu biasanya ada satu personel yang membawa materi lalu garap bersama-sama. ”Misalnya ada materi yang hanya gitarnya saja, disampaikan ke teman yang lain untuk dibahas,” imbuhnya.
Tentang awal mula Kawan Pencerita, Adi menjelaskan bahwa dulu ia memiliki sebuah komunitas kecil-kecilan. Anggotanya adalah penulis puisi dan quotes yang berhubungan dengan sastra, memiliki kata-kata motivasi.
”Ketika itu kami sepakat dengan teman-teman untuk memberi nama Kawan Pencerita. Semuanya bermula dari pertemanan. Basic mereka anak-anak sastra, suka menulis puisi dan cerpen. Tapi semakin ke depan komunitas kurang aktif. Akhirnya waktu buat band, nama itu kita pakai,” jelas Adi lagi.
Menurut pemuda asal Jawa ini, sebagai penyanyi dan musisi, tidak semata tampil untuk menyanyi. Tapi juga menyampaikan sebuah lagi berisi tentang cerita. Selain itu, dengan bermusik dirinya ingin mencari kawan lebih banyak lagi.
Dalam bermusik, Kawan Pencerita sudah merilis satu lagu. Seiring berjalannya waktu, ditambah dengan pandemi covid-19 yang membuat personelnya lebih banyak di rumah, akhirnya semakin banyak lagu yang tercipta. Lima lagu dalam mini album segera diluncurkan, ditambah dengan satu lagu yang sudah ada sebelumnya.
”Lagu-lagu yang kami ciptakan semua spesial. Tidak ada yang dianaktirikan. Prosesnya kami laku bersama-sama. Penggarapan dan perekamannya juga sama-sama. Silakan penikmat musik yang pilih, mana yang akan mereka jadikan lagu favorit nantinya,” ujar Adi, yang selama ini lebih banyak membuat lagu.
Dalam berkreativitas, Kawan Pencerita sering tampil di beberapa tempat. Termasuk di kampus. Namun karena pandemi, mereka lebih banyak di rumah.
Lalu bagaimana personel menjaga kekompakan hingga bisa bertahan sampai sekarang? ”Kalau ada apa-apa semua saling introspeksi diri. Ada hal-hal yang tidak disuka langsung disampaikan,” tutur Zul, sang pemain drum.
Fajar mengakui, mereka bisa bertahan dalam sebuah band berkat konsistensi dan ketekunan. Walau beberapa waktu belakangan sempat down karena pandemi dan tidak ada kegiatan, mereka tetap sepakat jalan dan lanjut. ”Waktu pandemi kita gunakan untuk garap materi dan lagu,” imbuhnya.
Sementara Adi, tak sungkan menyampaikan terima kasih kepada dua rekannya. ”Jujur saya orang egois sekali dan jika ingin sesuatu mesti tercapai. Beruntung ada teman-teman yang bisa menjadi rem. Ketika ada yang terlalu, mereka bisa membatasi. Dalam proses berkarya dibutuhkan masukann dari mereka. Kalau ada sesuatu lagu yang dibuat tidak menarik dan kurang enak didengar, teman bisa langsung memberi masukan,” bebernya.
Kawan Bercerita juga punya kisah mesti main di kafe untuk cari uang tambahan buat rekaman. Hasil ngamen mereka kemudian ditabung. Termasuk dari hasil tampil di acara pernikahan.
Bagi Adi, Kawan Bercerita merupakan wadah yang bisa menguatkan mentalnya. Tempat bercerita ke teman ketika ada keluh kesah. Tempat menuangkan karya menjadi sesuatu yang menarik. Menghadirkan ide-ide untuk sebuah proses berkarya.
Demikian pula dengan Fajar. Mahasiswa asal Luwu ini mengaku, di Kawan Bercerita dirinya ”dipaksa” untuk belajar, khususnya dalam bermain musik. Dirinya mesti menyadari bahwa ia tak sendiri dalam bermusik. Ada dua orang yang harus diajaknya berkolaborasi dan berbagi. ”Mereka selalu hadir dan mengingatkan bahwa jangan itu-itu saja pengetahuan tentang musik yang dimiliki. Harus lebih mengembangkan diri,” tandasnya.
Di bagian akhir wawancara, Adi mengatakan, lagu yang mereka ciptakan bisa dinikmati di seluruh platform musik digital. Sementara untuk lagu baru yang belum rilis, Kawan Bercerita telah menyiapkan CD dan free order. Rencananya, setelah launching, mereka akan melakukan showcase alias mini tour pada beberapa titik di Kota Makassar selama bulan September. (*/rus)

