pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Longwis Kado HUT Kota Makassar

Mahyuddin: Wali Kota tak Mau Setengah-setengah

MAKASSAR, BKM–Program unggulan Pemerintah Kota Makassar, lorong wisata (Longwis) dan Makassar kota Metaverse (Makaverse) serta dan Commuter Metro Pada (Co’mo) baru akan dilaunching tepat di Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-415 , 9 November mendatang.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto bersama Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, berencana akan melaunching program tersebut pada 17 Agustus 2022, besok. Tapi batal karena masih lambannya progres pembangunan yang dilakukan oleh Pemkot Makassar.
Namun Danny berjanji pada HUT ke-415 ada 9 November mendatang, Longwis dan Co’mo sudah bisa diluncurkan. Minimal lima unit sudah bisa dioperasikan.
“Kalau longwis, sebenarnya progres sudah baik. Cuma nanti kita akan langsung launching 1.000 lebih lorong wisata. Begitu juga Co’mo insya Allah sudah bisa dilaunching minimal lima unit,” tandas Danny.

Hal ini juga dibenarkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Makassar, Mahyuddin. Saat menjadi tamu di kegiatan siniar youtube Berita Kota Makassar, Senin (15/8), Mahyuddin mengatakan, sebenarnya Pemkot Makassar sudah siap melaunching dua program unggulan tersebut, Tapi karena masih ada lorong yang belum selesai pembenahan sehingga nanti dilakukan tepat di HUT Kota Makassar. Apalagi, ada 1.000 lebih lorong yang akanj dilanching oleh wali kota. “Pak wali tidak mau setengah-setengah melaunching longwis dan metaverse.Diusahakan program ini sebagai kado Ulang Tahun Kota Makassar,”jelas Mahyuddin.
Bahkan kata mantan Camat Biringkanaya ini, longwis dan metaverse
alah satu program strategis yang sejalan dengan visi dan misi wali kota. Seperti memunculkan pemberdayaan masyarakat yang berawal dari lorong. Olehnya itu, pelibatan seluruh SKPD di lorong.

“Seperti kominfo, kami akan menyediakan pengamanan CCTV dan wifi di longwis. Termasuk membuatkan ikon warga sendiri untuk muncul dalam metaverse serta membuat aplikasi Angrong atau induk untuk menyatukan seluruh aplikasi yang dibuat oleh SKPD, camat dan lurah,”tegas Mahyuddin.
Sementara itu, dari pantauan BKM, kemarin, pemerintah Kecamatan Tamalanrea telah memperbaiki 61 lorong yang tersebar di delapan kelurahan. Masing-masing lorong wisata (Longwis) juga memiliki nama yang berasal dari negara Swiss.
Hal tersebut dikatakan Camat Tamalanrea, Andi Salman Baso, saat menjadi tamu di siniar BKM, kemarin. Ia mengatakan delapan kelurahan memiliki 61 lorong yang diantaranya satu kelurahan mempunyai 7 hingga delapan lorong wisata. Setiap tahunnya lorong wisata akan bertambah sesuai dengan program pemerintah Kota Makassar.
“Kami memiliki lorong wisata yang setiap lorongnya memiliki lorong wisata dari negara Swiss. Di kecamatan kami ada 61 lorong, tiap kelurahan punya tujuh lorong. Semua lurah beserta stafnya turun melakukan, edukasi bagaimana memotivasi warga untuk bisa bekerja, untuk menciptakan lorong wisata,” ungkapnya saat di temui di Lorong wisata di Jalan Perintis kemerdekaan, Perumahan Karmila Sari, Senin (15/8).
Lanjut Andi Salman Baso, bahwa lorong wisata ini adalah tujuannya bagaimana kebangkitan ekonomi masyarakat, lorong saat ini bisa menjadi tumpuan ekonomi kerakyatan yang ada di lorong.

“Sebagai contoh lorong Zurich Swiss di Perumahan Karmila Sari. Lorong ini ada beberapa ikon-ikonnya contoh misalnya makanan utamanya di sini sop ubi. Nah, bahan baku dari sop ubi, semua bisa didapatkan sebagian besar, di lorong ini begitupun juga dengan minumannya. Minuman khasnya di sini minuman Pakcoy dan markisa, itu dapatnya dari sini juga bahan bakunya,” jelasnya.
Apalagi pemerintah kecamatan dengan kelurahan selalu turun mengedukasi masyarakat dan dibantu dengan teman-teman dari organisasi perangkat daerah (OPD) lain misalnya dari dinas pertanian, ketahanan pangan, koperasi.”Nanti ada pelatihan incomebator center, gunanya adalah UMKM yang ada di sini itu betul-betul distandarkan,” bebernya.

Sementara itu, Lurah Tamalanrea, Sudarman, menambahkan, sebelum lorong tersebut ditentukan, pemeritah kelurahan meminta persetujuan warga, utamanya RT/RW untuk memastikan warga bisa bersama-sama membangun lorong wisata di pemukimannya.
“Awalnya sebenarnya ada di sini, diawali dengan adanya pendekatan dulu, setelah dapat informasinya kita harus ada lorong, Kami coba dekati dulu mereka bagaimana yang ada sebelumnya dengan adanya program wisata. Kami juga meminta persiapan mereka untuk menjadikan lorong wisata. Alhamdulillah mereka respon kami,” ujarnya.
Terlebih lagi, pemerintah mendapatkan banyak bantuan CSR dan anggaran dari masing-masing OPD untuk bisa mengembangkan lorong wisata.”Ini betul-betul dari pemerintah Alhamdulillah kalau di lorong, yang besar ini dipakai dengan apa yang ada di sekitar saksikan sekarang ini sebagian dari bantuan pemerintah,”katanya.
Harapan terbesarnya agar masyarakat bisa menjaga dan mendukung segala program pemerintah kota Makassar sehingga akan terbangunlah lorong-lorong wisata berikutnya.

Wawali Makan Nasi Kuning di Longwis

Wakil Wali Kota Makassar, Fatmawati Rusdi, menyempatkan menikmati sarapan nasi kuning saat melakukan kunjungan di Lorong Wisata (Longwis) Lorong PKK Jl Sawerigading TK Unyil Kel Sawerigading Kec Ujung Pandang, Senin (15/8).

“Belum pada sarapan kan, yuk sarapan nasi kuning, ajak Wakil Walikota Makassar,” saat melihat jajanan nasi kuning, bubur kacang ijo dan bassang, yang ada di Longwis.
Sebelum mengunjungi Longwis, Wakil Walikota Makassar telah menghadiri gladi bersih persiapan pelaksanaan Upacara 17 Agustus di anjungan pantai losari.
“Apa nih istimewanya nasi kuning disini?,” tanya ibu Fatma saat memesan nasi kuning.

Selain jajanan kuliner, di lorong ini pun terdapat Kelompok Wanita Tani (KWT), yang telah membudidayakan berbagai jenis tanaman, seperti cabe, maupun tanaman obat-obatan.

“Nanti kita akan support pupuk dan hand sprayer,” lanjutnya.
Selepas melakukan kunjungan di Lorong PKK, wakil wali kota Makassar melanjutkan kunjungan ke Longwis Jl Pelanduk RT02-03 RW 08 Kel Maricaya.
Dilorong ini pun, Wakil Walikota Makassar memastikan adanya KWT serta bank sampah yang ada di lorong. “Kunjungan berikut, kita akan melihat pengelolaan bank sampah,” ujarnya. (rhm-ita)




×


Longwis Kado HUT Kota Makassar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link