MAKASSAR, BKM — Dalam dua hari terakhir terjadi dua kebakaran di lokasi yang berbeda. Pada Senin (26/9) petang, si jago merah mengamukdi kawasan padat penduduk Jalan Rappokalling Timur-Daeng Naja 2, Kelurahan Rappokalling, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Penyebab kebakaran, sejauh ini diduga dari percikan las yang berasal dari salah satu rumah kontrakan.
Sementara pada Selasa (27/9), kebakaran kembali terjadi. Kali ini api beraksi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Makassar Hasanuddin, menerangkan sebanyak 19 rumah dengan panjang luas obyek 150 x 150 meter persegi di Rappokalling ludes dilalap api. Dia mengatakan, info kebakaran masuk pukul 18.08 Wita. Pihaknya pun mengerahkan 27 armada dari Mako Damkar, tiga armada dari Posko Timur dan tiga dari Posko Carester Kecamatan Ujung Tanah dengan total personel sebanyak 81 orang.
“Armada kami tiba di lokasi kebakaran sekitar 18.20 Wita dan langsung beraksi memadamkan api,” ungkapnya.
Setelah bekerja keras selama kurang lebih satu setengah jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.30 Wita. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun empat warga dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.
Sementara itu, kebakaran di TPA Tamangapa pada Selasa kemarin, terjadi pada pukul 12.25 Wita. Kuat dugaan kebakaran terjadi akibat pemulung membakar sampah.
Hasanuddin menyebut, sebanyak 14 armada dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. “Lama pemadaman 4 jam 30 menit. Alhamdulillah, sudah tuntas api sudah dipadamkan,” ujarnya saat dihubungi, kemarin.
Kejadian tersebut berawal ketika seorang pemulung membakar sampah di sekitar TPA. Api dengan cepat merambat hingga 400 meter. Tidak ada korban dalam kebakaran tersebut. Namun asap kebakaran mengganggu warga yang bermukim.
Kepala Dinas Sosial Makassar Aulia Arsyad menjelaskan, untuk kebakaran di Rappokalling, pihaknya telah menyalurkan makanan siap saji sejak malam kejadian, Senin malam, (26/9). Data yang masuk ke Dinsos, sebanyak 35 kepala keluarga (KK) terdampak bencana di lokasi ini.
Selanjutnya, mulai kemarin hingga Kamis besok, Dinas Sosial menyiapkan dapur umum bagi warga yang terdampak. “Tadi malam (Senin malam) Dinsos menyalurkan makanan siap saji untuk makan malam korban kebakaran. Mulai hari ini (kemarin) ada dapur umum sampai tiga hari ke depan,” ucapnya, Selasa (27/9).
Jumlah warga yang terdampak 186 dari 47 KK, dengan rincian 95 laki-laki dan 91 perempuan. ”Jumlah dewasa 86, remaja 44, ibu hamil ada dua, jumlah bayi atau balita 12 dan lansia 11,” sebutnya.
Dua warga dirujuk ke Rumah Sakit Ibnu Sina dengan keluhan sesak nafas. Dua orang lainnya merupakan suami istri yang sesak napas usai terjebak di kamar mandi dibawa ke RSUD Daya.
Mereka yang dirawat di RSUD Daya telah keluar, sementara yang di RS Ibnu Sina masih dalam perawatan. “Yang dirawat di RS Ibnu Sina belum keluar,” tandas mantan Camat Tallo ini. (rhm)

