MAKASSAR, BKM — Pemerintah Kota Makassar terus berupaya melakukan penyelamatan aset. Salah satunya, melakukan identifikasi seluruh aset, baik berupa barang maupun lahan yang menjadi milik Pemkot Makassar.
Untuk mendorong penyelamatan aset tersebut, Pemkot Makassar melakukan sensus aset setiap lima tahun sekali.
Pj Sekretaris Daerah Kota Makassar, Firman Hamid Pagarra mengatakan, tahun 2024 ini, sensus aset kembali akan dilaksanakan.
“Jadi ada sensus barang yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali. Tahun 2024 ini adalah tahun untuk melaksanakan sensus,” ungkap Firman saat diwawancara akhir pekan lalu.
Dia mengatakan, dalam sensus tersebut, pihaknya akan mencatat secara detail seluruh aset yang menjadi milik Pemkot Makassar. Termasuk aset-aset yang bersoal untuk ditindaklanjuti dan dicarikan jalan keluarnya.
Dia mengatakan, pihaknya akan fokus untuk menyelesaikan aset-aset yang bermasalah. Terutama aset yang berhubungan dengan kepentingan publik seperti lahan sekolah atau fasilitas kesehatan yang bersengketa.
“Akan mendapat perhatian. Akan lebih diprioritaskan. Banyak sekolah dan aset terkait pendidikan dan kesehatan mau kita selamatkan,” jelasnya.
Dia menambahkan, seperti salah satu lahan sekolah di Kecamatan Biringkanaya yang saat ini sementara digugat oleh pihak ketiga yang mengaku sebagai ahli waris.
Lahan yang dimaksud adalah lokasi merupakan kompleks tiga sekolah berdiri. Diantaranya SD Pajjaiang, SD Inpres Sudiang, dan SD Inpres Pajjaiang.
“Itukan sangat memprihatinkan. Anak-anak tidak bisa sekolah karena disegel oleh pihak ketiga yang mengaku sebagai pemilik lahan. Persoalan-persoalan seperti itu yang akan menjadi fokus perhatian kami,” kata Firman. (rhm)

