pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Ikhlas Jika Penumpang Kekurangan Uang

BECAK MOTOR (Bentor) adalah kendaraan beroda tiga. Dari namanya, kendaraan ini sudah lazim diketahui orang yakni becak yang dipadu dengan motor.

Laporan: JUNI SEWANG

Bekerja sebagai tukang bentor bukanlah hal yang mudah dan bukanlah pekerjaan yang membanggakan. Karena penghasilan dari pekerjaan ini hanya cukup untuk biaya hidup sehari-hari saja. Pekerjaan ini juga penuh resiko karena bertanggung jawab langsung dengan keselamatan orang lain.
Siang kemarin, Jumat (17/6), penulis sempat menemui Adi. Pria kelahiran 1978 ini sedang mangkal menunggu penumpang.
Bersama penulis, Adi menyempatkan waktu untuk bercerita soal kehidupan para tukang bentor di Kota Makassar.
Menurutnya, semua orang tidak ingin bekerja sebagai pa bentor. Menjadi tukang bentor mungkin hanya sekian profesi yang disenangi orang. Banyak pahit manisnya berprofesi sebagai tunag bentor.
“Sebagai pa bentor kita rela membagi rezeki bersama teman-teman sesama pa bentor. Kita juga harus ikhlas jika ada penumpang yang kekurangan uang untuk membayar jasa bentor,” tegas Adi.
Bahkan kata pria yang bermukim di Jalan Hertasning ini, bekerja sebagai tukang bentor sudah lama dia geluti, termasuk menjadi tukang bencak yang digelutinya saat masih menginjak usia belasan tahun.
Apalagi, di saat sebagian orang di Kota Makassar masih tidur setelah bangun sahur di saat-saat Ramadan ini, Adi memulai aktifitasnya bersama bentor kesayangannya pukul 06.00 Wita pagi. Semua itu tekun iya laksanakan karena tanggung jawabnya akan hidup orang-orang yang dicintainya.
“Saya harus bekerja keras demi membiayai hidup istri dan dua anak saya. Termasuk menyisihkan tabungan untuk biaya kontrakan rumah kecil di belakang STIKES Mega Resky,” jelas Adi.
Selain berprofesi sebagai tukang bentor, dia juga mengaku kadang bekerja sambilan menjadi buruh bangunan. Itupun kalau ada tetangga atau temannya yang memanggilnya bekerja sebagai buruh.
Ditanya soal penghasilannya selama Ramadan ini, Adi mengaku kalau Ramadan adalah bulan penuh berkah. Bulan ini-pun dijadikan kesempatan bagi para tukang bentor untuk meningkatkan penghasilannya selama sebulan. Karena di bulan suci Ramadan ini aktifitas masyarakat semakin meningkat.
“Pendapatan selama Ramadan ini Alhamdulillah meningkat. Setiap harinya saya bisa membawa pulang Rp200 hingga Rp300 ribu per hari. Apalagi, penumpang yang berbelanja di Grand Toserba sangat banyak,” katanya.(jun/war)



×


Ikhlas Jika Penumpang Kekurangan Uang

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar