MAKASSAR, BKM — Satu persatu pelaku begal yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dilumpuhkan polisi. Tim Gabungan Satgas Lipu 2016 yang mengejar para target operasi (TO) itu berhasil menciduknya.
Muhammad Asir (21), warga Jalan Paccinang Raya, Kelurahan Tello Baru dibekuk polisi, Kamis (16/6) pukul 13.00 Wita di sekitar rumahnya. Ia bahkan harus merasakan panasnya timah panas bersarang di kakinya. Tidak hanya satu, tapi ada dua butir peluru yang ditembakkan.
Penangkapan Asir dilakukan berdasarkan laporan korban ke Polsek Manggala dengan nomor: LP/1234/XII/2015/Sek Manggala.
Kepada polisi yang menginterogasinya, Asir mengaku telah melakukan pembegalan sebanyak 10 kali di wilayah Makassar. ”Sudah sepuluh kalimi saya membegal. Saya tidak sendiri, tapi bersama teman-teman,” ujarnya.
Dia kemudian menyebut sejumlah lokasi aksinya melakukan begal. Masing-masing di jalan poros Perumnas Antang, Jalan Perintis Kemerdekaan IV, Tamangapa, di kampus Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan dekat RS Wahidin, Ponpes IMMIM, depan kampus Universitas Cokroaminoto, Jalan Perintis Kemerdekaan VI dan Jalan Perintis Kemerdekaan depan Toko Abdi Agung.
Kepala Tim V, Ipda Wicaksono mengatakan, Asir merupakan DPO dalam kasus begal. Dari hasil pemeriksaan, dia sudah beraksi 10 kali di berbagai tempat.
”Tersangka Asir sangat lihai. Selain itu, ketika beraksi bersama rekan-rekannya mereka tak segan-segan melukai korbannya,” ujar Wicaksono sambil menyebut dua rekan Asir berinisial IN dan AN yang kini masih buron.
Selain mengamankan Asir, turut pula diamankan senjata tajam berupa busur milik pelaku. ”Komplotan begal ini menggunakan busur dan anak panah saat beraksi,” katanya.
Usai diinterogasi, polisi kemudian membawa Asir untuk dilakukan pengembangan. Saat itulah tersangka mencoba melarikan diri. Tembakan peringatan ke udara yang dilakukan polisi, tak diindahkan tersangka.
Diapun terpaksa dilumpuhkan dengan dua kali tembakan pada bagian kakinya. Selanjutnya Asir dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan medis.
Di tempat terpisah, Kamis (16/6), Tim Resmob Polrestabes Makassar juga meringkus seorang tersangka begal bernama Supriadi alias Sapri. Warga Jalan Sultan Abdullah ini juga dikenal sadis dalam menjalankan aksinya.
Ia tak segan-segan melukai korbannya. Setiap beraksi bersama komplotannya, Sapri melengkapi dirinya dengan busur dan anak panah.
Saat diperiksa di Mapolrestabes, Supriadi mengakui, dalam dua bulan terakhir ia sudah beraksi sebanyak delapan kali. Ia melakukannya bersama rekannya yang masih buron.
”Saya dan temanku biasa pakai busur dan panah untuk mengancam korban. Kalau tidak mau menyerahkan barangnya, saya busurki,” terangnya.
Kasubnit Resmob Polrestabes Makassar, Ipda Sigit mengatakan, tersangka Supriadi ditangkap di rumahnya Jalan Sultan Abdullah, setelah menerima informasi warga. ”Tersangka ini cukup sadis. Ia biasa melukai korbannya kalau tidak mau menyerahkan barang miliknya,” terang Ipda Sigit, kemarin.
Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio Soul. Selain itu, disita pula alat isap sabu, dua kaleng lem Fox, satu ketapel dan dua anak panah.
”Komplotan pelaku masih dalam pengejaran. Tersangka Supriadi masih menjalani pemeriksaan dan akan dilakukan pengembangan,” ujar Sigit lagi. (ish/rus)
Dua Kaki Ditembak Setelah 10 Kali Membegal
×

