pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Hanura ke ASS-Fatma, Bagaimana di Pilwali?

IST DUKUNGAN-Bakal calon gubernur petahana Andi Sudirman Sulaiman berbicara kepada wartawan terkait dukungan yang diberikan Partai Hanura kepada dirinya untuk pilgub Sulsel.

MAKASSAR, BKM — Partai Hanura telah menyatakan dukungan untuk pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Andi Sudirman Sulaiman-Fatmawati Rusdi untuk pemilihan gubernur (pilgub) Sulsel. Rekomendasi rencananya akan diserahkan pada Musyawarah Nasional (Munas) Hanura di Bali, 18 Agustus mendatang. Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hanura Sulsel Amsal Rantetondok, Selasa (6/8).
“Kalau perlu minggu ini saya mohon ke Pak Oesman Sapta Odang, Ketua Umum Hanura untuk segera dikeluarkan. Kalau tidak, mungkin saya serahkan di Bali nanti. Kenapa di Bali? Karena 18 hingga 20 Agustus ada Munas Partai Hanura,” ucap Amsal.

Dukungan Hanura ke ASS-Fatma diberikan, meski keduanya tidak pernah mengikuti proses dari awal, yakni ambil formulir, kembalikan dan mengikuti pertemuan di jakarta. Sebelumya, DPD Hanura Sulsel hanya menyetor dua nama ke DPP yakni Mohammad Ramdhan Pomanto dan Ilham Arif Sirajuddin (IAS). Satu pendaftar lainnya mengundurkan diri, yakni Annar Salahuddin Sampetoding.
“Kami sudah tutup pendaftaran sejak pekan lalu dan hanya menerima tiga pendaftar. Pak Annar, Pak IAS dan Pak Danny. Tapi kami hanya antar dua berkas ke DPP, yakni berkas Pak IAS dan Pak Danny karena Pak Annar mundur,” ujar Amsal, Kamis (23/5) lalu.

Jika dukungan Hanura fiks ke ASS-Fatma, maka peluang pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi A Uskara (Inimi) untuk mendapatkan dukungn partai yang mengontrol dua kursi di DPRD Makassar kemungkinannya tidak akan terwujud.

Amsal mengatakan walau hanya memiliki satu kursi di DPRD Sulsel, Hanura percaya diri bisa turut memenangkan ASS-Fatma di Pilgub mendatang. Apalagi selama ini, mantan gubernur Sulsel itu punya kedekatan dengan Hanura.
Amsal pun berharap jika ASS kembali terpilih agar bisa memperhatikan wilayah Luwu Tengah jadi daerah otonomi baru. Menurutnya, sudah saatnya daerah tersebut berdiri sebagai provinsi baru.
“Kemudian, saya titipkan apabila terpilih nanti tolong diperhatikan Luwu Tengah jadi DOB (Daerah Otonomi Baru). Dimekarkan menjadi Luwu Tengah. Kemudian termasuk setelah terbentuk itu, masuk lagi Provinsi Luwu Raya,” tuturnya.
Mendapat masukan dari Amsal, ASS mengaku senang bisa diusung Hanura. Dukungan tersebut sangat berarti, sebab diucapkan langsung oleh Ketua Umum DPP Hanura Oesman Sapta Odang (OSO).
“Saya juga surprise karena bicara langsung dengan beliau (OSO). Ternyata memang beliau mencari momen untuk mau bicara langsung dan kelihatan dari semangatnya. Tentu harapan kami bahwa dukungan dari Partai Hanura sangat besar,” ujarnya.

Sejauh ini, ASS-Fatma sudah mengantongi 56 kursi dukungan dari sejumlah partai politik untuk syarat maju di pilgub Sulsel. Diantaranya Nasdem 17 kursi, Demokrat tujuh, PAN empat, Gerindra 13, Hanura satu dan Golkar 14. “Tapi baru Demokrat yang ada B1.KWK,” ucapnya.
Batalnya Danny mendapat dukungan dari Partai Hanura juga bisa berdampak pada pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota Makassar Indira Yusuf Ismail-Ilham Ari Fauzi (Inimi)
Peneliti dari PT Nurany Stratgeic Dr Nurmal Idrus, mengemukakan bila tarikan koalisi pilgub kemungkinan akan linear dengan koalisi pilwali. Kedekatan geografi dan kedudukan sebagai pusat pemerintahan dan epicentrum politik di Sulsel, membuat Makassar tak bisa dilepaskan dari peta kontestasi pilgub.

“Adalah wajar jika kemudian Hanura ke ASS-Fatma, karena menurut saya parpol midle seperti Hanura memerlukan posisi kuat untuk mempertahankan eksistensinya. Namun, tentu tak ada masalah bagi Indira-Ilham meski kemudian Hanura pergi. Yang jadi pertanyaan, ke mana Hanura Makassar berlabuh setelah di pilgub mereka mendukung ASS Fatma,” ujar Nurmal.
Hal senada disampaikan pengamat politik dari Unibos Dr Arif Wicaksono. Ia mengungkapkan bahwa sebenarnya tidak ada rumusan yang ajeg tentang linearitas dukungan partai politik di Indonesia. Dinamika politik nasional, tidak harus selalu sejalan dengan kondisi politik di daerah. Begitu pula dengan peluang figur X yang bertarung di pilwali, tidak harus sama dengan peluang dukungan di pilgub.
Dengan demikian, sebenarnya peluang Indira-Ilham Fauzy masih terbuka untuk mendapatkan rekom Partai Hanura di pilwali, meskipun partai itu di level pilgub mendukung calon yang berbeda. Tapi bisa juga sebaliknya, seperti kelompok PDIP, PKB dan PPP yang pola dukungannya sama dan sebangun antara pilwali dan pilgub.

“Intinya ada di kepentingan. Kalau kepentingan di pilwali dan pilgub berbeda, maka dukungan partai bisa berbeda, demikian pula sebaliknya,” jelas Arief Wicaksono.
Dr Ali Armunanto dari Unhas mengungkapkan bahwa dalam politik semua sangat dinamis, apalagi pilgub dan pilwali berbeda konteks. “Namun tidak dipungkiri akan ada tarik menarik diantara dua kutub. Apalagi suami Indira akan melawan Sudirman-Fatma di pilgub. Tentu akan menjadi pertimbangan bagi kubu Sudirman-Fatma untuk tidak memberikan hal yang bisa menjadi keuntungan bagi lawannya di pilgub,” terang Armunanto. (jun)



×


Hanura ke ASS-Fatma, Bagaimana di Pilwali?

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link