MAKASSAR, BKM — Kurang lebih dua pekan lagi kepemimpinan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham atau Mulia genap 100 hari. Dalam kurun waktu sekitar tiga bulan ini, cukup banyak yang telah dilakukan. Terutama dalam meletakkan fondasi untuk pelaksanaan prioritas yang telah dijanjikan saat kampanye.
Seperti diketahui, ada tujuh program prioritas yang akan dilaksanakan pasangan Mulia. Mulai dari seragam sekolah gratis hingga Makassar Super Apps.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda menerangkan bahwa untuk program seragam sekolah gratis, saat ini Pemkot tengah melakukan sosialisasi dan pendataan bagi pelak UMKM jahit menjahit di seluruh kecamatan. Sementara terkait anggaran, sudah dilakukan pengalokasian yang diambil dari hasil refocusing anggaran di Dinas Pendidikan.
Selanjutnya, kata lelaki yang akrab disapa Zul itu, untuk iuran sampah gratis masyarakat kategori miskin ekstrem, sejauh ini masih dalam tahap pembahasan dan perampungan regulasi. Baik terkait peraturan daerah (perda) maupun peraturan wali kota (perwali).
“Tim Anggaran Pemerintah Daerah atau TAPD masih sementara melakukan perhitungan hilangnya potensi pendapatan di APBD akibat dijalankannya retribusi sampah gratis ini,” ujarnya, Senin (19/5).
Dia melanjutkan, untuk program gratis pemasangan instalasi air bersih, diperkirakan tidak lama lagi akan diluncurkan. Diharapkan tahun ini bisa terpasang hingga 2000 sambungan gratis.
Sementara terkait pembangunan stadion sepakbola, kata Zul, Pemkot Makassar akan mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,3 miliar lebih tahun ini. Anggaran tersebut untuk feasibility study (FS), analisa dampak lalu lintas (amdal lalin), hingga analisa dampak lingkungan (amdal).
Selanjutnya, untuk program prioritas Mulia Berjasa (Berbagi Jaminan Sosial), Pemkot Makassar akan menyiapkan penyediaan pusat pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat. Sejauh ini, telah dianggarkan penambahan di BPJS Kesehatan untuk mengcover pembayaran bagi masyarakat penerima bantuan iuran.
Program prioritas lainnya adalah Makassar Creative Hub, merupakan program yang muaranya ke digitalisasi pelayanan publik. “Ini sudah disiapkan anggarannya untuk integrasi aplikasi Pemerintah Kota Makassar. Nilainya sekitar Rp400 juta,” terang Zul.
Makassar Creative Hub ini akan menjadi wadah untuk menampung kreativitas pemuda. Saat ini gedungnya sementara dibangun yang berlokasi di kawasan Pantai Losari.
Tak kalah penting, Mulia juga menggenjot integrasi sistem digital layanan publik lewat program Makassar Super Apps. Untuk pengembangan tahap awal, Pemkot telah menganggarkan Rp400 juta.
Menurut Zulkifly, semua program ini berjalan paralel mulai dari penyusunan regulasi, penyiapan anggaran, hingga tahap pelaksanaan awal di lapangan. Ia menegaskan bahwa meski belum terlihat sepenuhnya, arah pembangunan sudah mulai terbentuk dan berjalan sesuai rencana.
“Kita sedang menganggarkan, menjalankan, dan menyusun regulasi. Ini proses yang berjalan bersamaan. Insyaallah semua sedang on the track dan siap dituangkan dalam RPJMD sebagai dasar pembangunan lima tahun ke depan,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegaskan bahwa periode 100 hari bukanlah waktu untuk menyelesaikan semua program. Ia menekankan bahwa 100 hari adalah fase awal untuk menunjukkan arah pembangunan dan capaian progres yang terukur.
“Ketika kita bicara 100 hari, bukan berarti semua target harus selesai. Tapi sudah sejauh mana program itu mulai berjalan. Misalnya pembangunan stadion, itu butuh waktu dan tahapan. Tidak mungkin rampung hanya dalam 100 hari,” ujar Appi, sapaan akrab Munafri.
Ia menyebutkan bahwa saat ini Pemkot Makassar telah mulai mengeksekusi tujuh program prioritas. Termasuk pembangunan Makassar Creative Hub, yang dirancang sebagai wadah pengembangan kreativitas anak muda. Gedungnya tengah dibangun dan dirancang menjadi pusat pelatihan dengan sistem terbuka bagi siapapun yang ingin belajar dan berkolaborasi.
“Kita ingin masyarakat tahu seperti apa bentuk dan fungsi creative hub. Bukan cuma gedung, tapi ada pelatihan, pengajar, dan program-program kreatif yang berkelanjutan,” tandasnya. (rhm)

