pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Berburu Sejarah Adipura

MAKASSAR, BKM — Tahun 2015 lalu Kota Makassar berhasil meraih Piala Adipura. Kini, tahun 2016, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yakin piala di bidang kebersihan ini akan kembali ke Makassar.
Telah banyak yang dilakukan Pemkot Makassar untuk tetap mempertahankan piala tersebut. Sepanjang sejarah, Makassar belum pernah meraih Piala Adipura secara berturut-turut.
Jika tahun ini Adipura berhasil dipertahankan, maka pemerintahan Moh Ramdhan Pomanto dan Syamsu Rizal MI sukses membuat sejarah baru untuk Makassar. Meraih Adipura dua tahun berturut-turut.
Peluang Makassar kembali meraih Adipura tahun ini sangat besar. Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Sulsel, A Hasbi Nur mengemukakan, cukup banyak kriteria yang bisa mendukung Makassar meraih supremasi tertingi di bidang lingkungan untuk tahun ini.
Salah satu yang menjadi kelebihan ibu kota Sulsel ini adalah sistem pengelolaan bank sampahnya yang sangat bagus dan konsisten dijalankan. Berbeda dengan sejumlah kota metropolitan lainnya yang ada di Indonesia.
“Kalau di daerah lain, pengelolaan bank sampahnya banyak yang mati,” ungkap Hasbi kepada BKM, Kamis (14/7).
Selain itu, lanjutnya, yang menjadi unggulan lain Makassar adalah penataan lorong garden yang begitu asri dan apik. Malah, diperlombakan. Itu juga menjadi poin yang bisa membantu Makassar meraih Adipura.
Namun, bukan berarti Makassar tidak memiliki kelemahan. Tapi yang menjadi keuntungan karena tidak semua yang masuk daftar kriteria dinilai secara keseluruhan oleh tim penilai. Hanya beberapa spot atau titik. Mulai dari penilaian jalan, kantor-kantor pemerintah dan lainnya.
“Tidak secara keseluruhan fisik yang dinilai. Hanya pada titik-titik tertentu,” jelasnya.
Pemkot sendiri menargetkan tahun ini kembali bisa meraih Piala Adipura. Kendati kriteria untuk meraih piala bergengsi itu cukup berat.
Kriteria yang dimaksud diantaranya standar pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA), sistem daur ulang sampah, tempat sampah terpilah, penghijauan, kebersihan saluran air atau drainase, hutan kota dan kebersihan di area umum dan perkantoran. Seperti kantor, pelabuhan, terminal, pasar, dan lainnya.
Ada juga penilaian non fisik, seperti sisi manajemen pemerintahan dalam pengelolaan kualitas air, pesisir, pariwisata, dan lainnya. “Kriteria itu harus dipenuhi kabupaten/kota untuk mendapatkan piala Adipura,” ungkapnya.
Dia melanjutkan, dibanding tahun lalu, indikator penilaian baru kabupaten/kota untuk meraih Piala Adipura cukup berat karena ada dua tambahan kriteria. Yaitu tutupan vegetasi dan persoalan pertambangan
Tahun lalu, Makassar berhasil menyabet Adipura dengan skor 71,47 untuk penilaian tahap pertama. Sementara penilaian tahap kedua, Makassar memperoleh nilai 73,01. Sementara tahun 2014, Makassar belum beruntung meraih piala tersebut karena masih banyak kriteria yang tidak bisa dipenuhi.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sangat mengharapkan kerja sama seluruh elemen masyarakat, serta SKPD untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan.
Meski Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Antang kondisinya sudah cukup membaik, namun tetap saja kesadaran seluruh masyarakat harus terus ditingkatkan untuk menjaga kebersihan dan mengontrol sampah yang ada dengan memafaatkan pengelolaan sampah di wilayah masing-masing.
“Untuk kebersihan yang ada di pasar-pasar juga sudah cukup membaik, namun kita tetap harus mengontrolnya,” kata Danny, kemarin.
Hal senada disampaikan Sekretaris Kota (Sekkot) Makassar, Ibrahim Saleh. Menurutnya, Kota Makassar telah masuk niminator yang berpotensi mendapatkan Piala Adipura. Salah satu yang diandalkan adalah TPA Antang yang kondisinya saat ini sudah baik. Begitu pula dengan pasar tradisional.
”Saya berharap masyarakat dan SKPD agar terut aktif mengontrol kebersihan, seperti di TPA Antang, pasar ataupun drainase. Meski saat ini kondisi kebersihan di Makassar sudah cukup membaik, namun tetap perlu diperhatikan,” tandasnya.
Di tengah optimisme meraih Piala Adipura, anggota DPRD Makassar menegaskan perlunya penegakan peraturan tentang kebersihan dan ruang terbuka hijau.
Pembangunan yang terus dilakukan tanpa diimbangi dengan ruang terbuka hijau, membuat Makassar bertambah sesak. Belum lagi perilaku masyarakat yang sering membuang sampah secara sembarangan. Belum lagi tempat pembuangan sampah yang semakin sempit dan menumpuk.
“Makassar ini kan mau menjadi kota dunia. Jadi sudah sempantasnya sadar jika mau dinilai sebagai kota bersih,” kata Wakil Ketua Komisi A DPRD Makassar, Susuman Halim, Kamis (14/7).
Menurut Sugali –sapaan akrabnya–, janganlah dulu ngotot untuk kembali meraih Piala Adipura. Yang diperlukan adalah mengubah mindset masyarakat kota ini, dari yang selama ini acuh tak acuh terhadap kebersihan.
Legislator Fraksi Demokrat, Basdir menambahkan, jika Makassar ingin kembali mendapatkan Piala Adipura, maka yang perlu diperhatikan adalah mengefektifkan penerapan perda membuang sampah.
“Fokus dulu terhadap pemberlakuan perda dan penegakkannya. Sebab jika perda ini benar-benar diterapkan, warga Makassar akan takut mendapatkan sanksinya,” tandas Basdir.
Sementara legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Iqbal Djalil menyoroti kebersihan pasar dan tempat pembuangan sampah. ”Pasar dan TPA menjadi salah satu item penilaian untuk mendapatkan Piala Adipura. Karena itu, keduanya harus mendapat perhatian serius,” ujarnya. (rhm-ita/rus)




×


Berburu Sejarah Adipura

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar