MAKASSAR, BKM — Pendukung pasangan gubernur dan wakil gubernur terpilih di Pilgub 2013 lalu, yakni Syahrul Yasin Limpo- Agus Arifin Nu’mang (Sayang) jilid 2 dipastikan pecah. Mereka tidak akan bersama lagi menjelang pilgub 2018 nanti.
Hal ini lantaran Agus Arifin Nu’mang akan maju sebagai calon gubernur, sementara klan Yasin Limpo juga hampir pasti mendorong Ichsan Yasin Limpo juga dengan posisi calon gubernur.
Agus yang juga wakil gubernur Sulsel dua periode dikabarkan mengincar koalisi PAN, PPP PDIP, PKB dan PBB. Selain itu, AAN –yang merupakan singkatan nama Agus Arifin Nu’mang– tengah membangun komunikasi dengan tiga kandidat lain yang disebut-sebut akan maju bersaing di pilgub. Masing-masing mantan Kapolda Sulsel Burhanuddin Andi, Wakil Ketua DPRD Sulsel yang juga Ketua DPW PAN Sulsel Ashabul Kahfi, serta Andi Ridwan Wittiri, anggota DPR RI serta Ketua DPD PDIP Sulsel. Sementara Ichsan yang mengincar koalisi Golkar, Gerindra dan Nasdem, juga dikabarkan menjalin komunikasi dengan kandidat calon wakil, yakni Luthfi A Mutty, Andi Fahsar Padjalangi, Hatta Marakarma dan La Tinro La Tunrung.
Pecahnya dukungan Sayang jilid 2 diprediksi akan menguntungkan calon ketiga, bilamana para rival Sayang jilid 2, seperti Amin Syam, Mansyur Ramli, Mubyl Handaling, Ilham Arief Sirajuddin dan Abd Aziz Qahhar Mudzakkar menyatukan kekuatan.
“Jika para pendukung Amin Syam dan Ilham-Azis bersatu dan mendukung calon Nurdin Abdullah-Ahmad Tanribali Lamo, maka akan menjadi kekuatan besar untuk memenangkan kontestasi pilgub mendatang. Kekuatan Sayang 2 akan terbelah dua atau tiga pada Pilgub nanti,” ujar pemerhati politik dari Indeks Politika Indonesia (IPI), Suwadi Idris Amir, Minggu (17/7).
Adapun pasangan Nurdin-Tanribali mengincar koalisi Partai Demokrat, PKS, Hanura dan PKPI.
Pada Pilgub 2013 lalu, pasangan Sayang 2 meraih suara sebanyak 53,22 persen, sementara pasangan IA meraih 41,04 persen. Adapun pasangan Rudianto Asapa-Andi Nawir hanya 5,74 persen.
Menurut Suwadi, Sayang 2 hanya meraup suara 53 persen saat melawan pasangan IA di Pilgub 2013 lalu. Kini suara 53 persen itu juga menjadi incaran Agus yang selama ini juga dikenal sebagai politisi Golkar.
Suwadi menilai jika Agus akan sulit meraup suara Sayang 2 secara signifikan, sebab suara itu juga menjadi incaran Ichsan. Menurut Suwadi, keduanya berpotensi saling berebut suara Sayang jilid 2. “Tinggal keduanya perlu kerja-kerja khusus untuk bisa saling mengungguli,” ujarnya.
Yang jelas, menurut Suwadi yang juga direktur eksekutif IPI, suara 53 persen diraih Sayang 2 lantaran sosok SYL dinilai sangat fenomenal dan sangat dihormati karena kehebatannya dalam berpolitik, dan sebagai kepala daerah sangat handal.
“Untuk itu, calon pengganti SYL dari gerbongnya, yakni Agus dan Ichsan perlu meyakinkan publik jika mereka bisa sehebat SYL. Itu jika mereka ingin mendapat dukungan dari masyarakat seperti Komandan,” jelasnya.
Kemunculan tokoh fenomenal, seperti Nurdin juga menjadi ancaman Agus dan Ichsan. Apalagi Nurdin mendapat dukungan dari sesepuh Sulsel seperti Amin Syam, Aksa Mahmud, Supomo Guntur. Juga sangat berpotensi mendapat dukungan tokoh sekelas Aziz Qahhar dan Ilham Arief Sirajuddin.
“Tokoh-tokoh tersebut yang selalu berseberangan dengan kubu SYL selama 8 tahun terakhir ini, sangat memungkinkan memberikan dukungan politik ke Nurdin. Artinya, jika tokoh-tokoh tersebut menyatu mendukung Nurdin, maka tentu menjadi kekuatan besar. Apalagi jika benar Bupati Bantaeng dua periode ini menggandeng figur sekelas Tanribali,” tandasnya.
Sementara dosen politik Unismuh Makassar, Arqam Azikin berpendapat beda. Menurutnya, tokoh manapun boleh membantu dan mendukung Nurdin.
“Bisa ya atau tidak berpengaruh dalam proses politik, tergantung cagub dan cawagubnya, partai pengusung, tim relawan dan metode politik yang digunakan. Karena dukungan tokoh-tokoh siapapun belum tentu serta merta membuat arah massa tokoh akan bulat ke Nurdin. Sebab persentuhan basis politik Nurdin dan tokoh tersebut belum terjalin dengan baik. Apalagi Nurdin juga juga belum mempertegas deklarasinya maju di Pilgub,” jelasnya.
Acara silaturhami dan halal bihalal di Manunggal, Jumat (15/7) malam lalu diklaim bukanlah deklarasi. Sehingga tokoh-tokoh pun masih mencermati keadaan dan dinamika politik. Apalagi figur-figur masih ada yang cukup berpengaruh seperti Agus, Ichsan, Burhanuddin Andi, Andi Ridwan Wittiri, Luthfi A Mutty, Ashabul Kahfi dan lainnya. “Tokoh-tokoh masyarakat dan elit politik masih memerlukan pembuktian bagi Nurdin untuk segera deklarasi sebagai bakal calon gubernur Sulsel bila ingin serius maju sebagai calon gubernur,” pungkasnya. (rif/rus)
Berebut Suara Sayang di Pilgub
×

