pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Begal Bermobil Mengaku Anak Kalapas Takalar

MAKASSAR, BKM — Pelaku begal kini tidak hanya menggunakan sepeda motor saat beraksi. Ada diantara mereka yang mengendarai mobil.
Seperti yang terjadi Senin (18/7). Sekitar pukul 23.45 Wita, sekelompok begal menyerang warga di BTN Minasa Upa Blok F. Kawanan ini menggunakan mobil Honda Brio warna silver bernomor polisi DD 772 SY.
Ketika turun dari mobil, mereka menyerang beberapa warga yang ada di pinggir jalan dengan menggunakan anak panah dan busur. Anggota Polsek Rappocini yang mendapat informasi dan laporan dari masyarakat, langsung datang ke lokasi. Dipimpin Panit 2 Reskrim Polsek Rappocini, Ipda Nurcahya, enam orang berhasil diamankan.
Mereka masing-masing Aditya Wira Putra alias Adit (18), warga Jalan Kompleks Lapas Takalar, Andi Firmansyah alias Firman (17), dan Haidir Luthfi alias Haidir (20), keduanya warga PND Daya. Sedangkan Fauzi Anugerah alias Oci (17) warga Jalan Tidung 8 Setapak 8, Iwan Rahman alias Iwan (20) warga Hartaco Indah Blok A, dan Ghalib alias Ghalib (17) warga Jalan Parumpa, Daya.
Salah seorang saksi di TKP, Andri Justiyawan (18) di depan petugas mengatakan, kelompok begal yang menggunakan mobil itu tiba-tiba saja melakukan penyerangan. Awalnya, saksi bersama teman-temannya yang duduk nongkrong di pinggir jalan mengira mobil yang berhenti di pinggir jalan hendak bertanya kepada mereka.
”Saat berhenti mereka langsung menyerang kami dengan busur dan anak panah. Kami berteriak dan warga keluar rumah mengejar pelaku dan menahan mobilnya. Mereka kemudian diserahkan ke polisi,” ujar Andri.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin mengkonfirmasi, pelaku penyerangan sudah diamankan bersama barang bukti berupa satu unit mobil dan belasan anak panah lengkap dengan ketapelnya.
Dari hasil pemeriksaan awal yang dilakukan polisi, Aditya diketahui masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus begal, curanmor serta pembobolan rumah. Keenamnya kemudian digiring ke Mapolsek Rappocini untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Dihadapan polisi, Aditya mengaku anak Kalapas Takalar. ”Saya anaknya Kalapas Takalar, Pak,” ujarnya.
Meski demikian, penyidik Polsek Rappocini tetap melakukan pengembangan terhadap Aditya. Dia kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi serta barang bukti hasil kejahatannya.
Saat itu Adit berusaha kabur. Polisi memintanya berhenti sambil mengeluarkan tembakan peringatan ke udara. Namun tak digubris.
Aparat pun terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki Aditya. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara guna mendapatkan perawatan medis.
Kapolsek Rappocini, Kompol Muari mengatakan, Aditya merupakan DPO dalam kasus begal, pencurian motor serta pembobolan rumah. ”Ia terpaksa dilumpuhkan panas lantaran mencoba kabur saat diminta untuk menunjukkan barang bukti hasil kejahatannya,” ujarnya.
Pada malam itu, aparat Polsek Panakkukang melakukan penembakan terhadap pelaku begal dan curanmor. Pelaku diketahui bernama Akbar (20), warga Jalan Sukaria 13, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar.
Akbar terpaksa dilarikan ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Bhayangkara , usai dilumpuhkan dengan timah panas oleh Tim Resmob Unit Reskrim Polsek Panakkukang yang dipimpin Panit 2, Ipda Asian Sihombing didampingi Dantim Aiptu Yansen Siregar, Selasa (19/7) sekitar pukul 03.40 Wita.
Dalam catatan kepolisian Akbar yang merupakan tukang parkir terlibat berbagai aksi kejahatan berupa begal dan pencurian bermotor (curanmor). Ia terpaksa ditembak karena berusaha melakukan perlawanan dan melarikan diri saat dilakukan pengembangan guna mencari sejumlah barang bukti hasil kejahatannya. (ish/rus)



×


Begal Bermobil Mengaku Anak Kalapas Takalar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar