BULUKUMBA, BKM — Kasus pembunuhan seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Bulukumba di Malaysia kini memasuki babak baru. Jenazah almarhum Andi Akmal (33) dipulangkan dari Negeri Jiran menuju kampung halamannya, usai aparat kepolisian setempat tuntas melakukan ekshumasi.
Dari informasi yang diterima keluarga korban, pemberangkatan jenazah dijadwalkan pada Selasa, 25 November 2025, melalui jalur darat dari Miri ke Tebedu, Sarawak. Selanjutnya dibawa ke Kecamatan Entikong, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat.
Kemudian menuju Kota Pontianak pada Rabu, 26 November 2025, juga melalui jalur darat. Setelah itu jenazah diberangkatkan melalui jalur udara, dari Pontianak menuju Jakarta, dan berakhir di Kota Makassar.
Jadwal dan alur pemberangkatan jenazah diungkapkan ipar korban Muhammad Isra. Kata dia, rencananya jenazah akan tiba di kampung halamannya di Desa Bonto Haru, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba pada Kamis, 27 November 2025.
“Jenazah dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pada Kamis (27/11) subuh. Kemudian langsung dibawa ke Bulukumba,” ujar Muhammad Isra yang dihubungi, Selasa, 25 November 2025.
“Setelah jenazah tiba di kampung halamannya, maka pihak keluarga akan melakukan proses pemakaman kembali. Jadi memang keluarga ingin jenazah dimakamkan secara baik-baik di kampung,” sambungnya.
Isra menyatakan, pemulangan jenazah almarhum iparnya dilakukan setelah polisi menggali makam korban. Usai makam digali, jenazahnya kemudian diautopsi demi pendalaman kasus ini secara terang-benderang.
“Makamnya digali pada Kamis 20 November 2025 lalu, lalu diautopsi. Kami dengar info kalau sudah ada lima orang yang saat ini telah diamankan oleh aparat kepolisian Malaysia,” jelas Isra.
Setelah diamankannya lima orang, Isra berharap aparat kepolisian Malaysia bisa mengusut tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya. Termasuk bagaimana cara pelaku menghabisi nyawa korban.
Lebih lanjut, dia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching di Sarawak yang telah merespons dengan baik pihak keluarga korban.
“KJRI Kuching sebagai representasi perwakilan Indonesia di Malaysia, ikut mensupport kami. Tentu proses pemulangan jenazah juga berkat supporting dari KJRI,” jelas Isra.
Diberitakan sebelumnya, terungkapnya peristiwa meninggalnya Akmal berawal dari adanya informasi dari pesan WhatsApp (WA) seorang perempuan berinisial NT yang merupakan orang dekat Akmal. NT menginformasikan kondisi Akmal dalam bahaya dan terancam.
Berselang beberapa hari, pesan WA dari perempuan NT ini pun terbukti. Akhirnya pada Selasa (4/11), pihak keluarga Akmal mendapatkan kabar duka atas meninggalnya Akmal dari seorang perempuan berinisial NI.
Namun demikian, pihak keluarga Akmal semakin curiga. Adanya informasi serupa dari dua orang yang berbeda, ditambah lagi pihak keluarganya tidak memperoleh informasi utuh bukti jenazah Akmal, hingga di mana lokasi pemakamannya.
“Pihak keluarga kemudian mengonfirmasi kebenaran informasi tersebut ke perempuan NT. Dia membenarkan bahwa Akmal sudah meninggal dan sudah dikuburkan,” ungkap Isra.
“NT kirim video proses penguburan jenazah, tapi jenazah itu tidak diketahui identitasnya. Tidak tampak wajahnya secara jelas, serta tidak ada identitas lainnya. Parahnya tidak ada surat persetujuan penguburan dari keluarga, kalau memang betul Akmal yang dikuburkan,” sambungnya. (ful)

