MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk angka pukul 12.00 Wita, Kamis (4/8). Siang bolong yang sepi di Jalan Dg Tata III, tiba-tiba berubah gaduh.
Dua orang perempuan yang berboncengan menggunakan sepeda motor Yamaha Mio GT Soul warna merah DW 3730 DE menjadi sasaran jambret. Pelaku berjumlah empat orang. Mereka menggunakan motor.
Saat berkendara, tiba-tiba mereka dipepet keempat pelaku yang juga menggunakan motor. Tasnya langsung ditarik. Korban bernama Fidelia (23) dan Nur Hidayat (24) langsung berteriak ketika dijambret. Kejadian ini langsung membuat warga sekitar menjadi geger dan bereaksi.
Pelaku yang aksinya ketahuan, langsung berusaha meloloskan diri. Kejar-kejaran pun terjadi. Warga langsung memblokade Jalan Dg Tata 3 agar pelaku tak bisa lolos.
Merasa terdesak, pelaku kemudian melepaskan sejumlah anak panah dan mengarahkannya ke warga yang mengepungnya. Namun warga tidak menyerah. Mereka balik menyerang pelaku.
Salah seorang diantara warga bahkan berteriak menantang. ”Busur memang mako sampainya habis panahmu, kau tidak akan lolos,” teriaknya.
Pelaku pun terus melepaskan anak panahnya. Tapi warga tidak ciut. Jumlah mereka semakin bertambah, hingga mencapai ratusan orang.
Melihat kerumunan warga, pelaku kalang kabut dan kebingungan. Salah satu diantara mereka kemudian masuk bersembunyi ke dalam rumah kosong. Sementara tiga lainnya kabur.Warga yang melihat pelaku lari bersembunyi, langsung menjadikan motor mereka sebagai sasaran. Kendaraan roda dua jenis Kawasaki Ninja warna pink tersebut langsung dibakar hingga hanya tersisa rangkanya.
Tak satupun warga yang berani masuk ke rumah kosong yang dimasuki pelaku, karena mereka berbekal senjata tajam. Tidak lama kemudian aparat kepolisian dari Polsek Tamalate tiba di lokasi.
Brigpol Andi Purba dan Brigpol Rusdin serta Tarsan, anggota Patmor Dit Shabara Polda yang berpatroli di sekitar lokasi, langsung memasuki rumah kosong tempat persembunyian pelaku. Saling intip pun terjadi.
Mengetahui kalau yang datang adalah polisi berseragam, pelaku akhirnya menyerahkan diri. Ia juga menyerahkan senjata tajam yang dibawanya berupa busur dan badik.
Polisi kemudian berusaha mengevakuasi pelaku. Agar terhindar dari amukan massa yang berjumlah ratusan orang, petugas terlebih dahulu membubarkan warga. Namun tetap saja ada warga yang mendapatkan kesempatan untuk memukul dan menendang pelaku, karena geram dipanah pelaku.
Kapolsek Tamalate, Kompol Azis Yunus mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah mengamankan seorang pelaku. ”Namanya Arman Rahmatullah, warga Jalan Gunung Bawakaraeng. Ia masih dalam perawatan medis. Sementara tiga rekannya yang lain masih dalam pengejaran,” ujarnya, kemarin.
Dari kejadian ini, pelaku mengalami luka yang cukup serius di bagian kepalanya. Ada beberapa luka terbuka yang tak hentinya mengeluarkan darah. Usai diobati, ia kemudian dibawa ke Mapolsek Tamalate untuk proses hukum lebih lanjut. (ish/rus)
”Busur Memang Mako, Kau tidak akan Lolos”
×

