MAKASSAR, BKM — Orang tua siswa SMPN 23 Makassar memprotes sikap sekolah yang lepas tangan atas kematian Jasril Saputra (15). Drs Asri, MPd, orang tua almarhum Jasril berharap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto menindak Kepala SMPN 23 dan guru olahraga di sekolah tersebut.
Saat datang ke Berita Kota Makassar, Senin (15/8), Asri mengungkapkan jika anaknya pergi berenang di kolam renang Tirta Lontara Kodam VII/Wrb untuk mengikuti mata pelajaran olahraga. Harusnya, kata Asri, sebelum siswa dibawa ke kolam renang, pihak sekolah mengajukan surat izin ke orang tua.
“Tapi ini pihak sekolah membawa anak kami tanpa ada surat izin secara tertulis dari orang tua. Makanya, saya sebagai orang tua kaget ketika ditelepon, anak saya sudah di Rumah Sakit Ibnu Sina,” ujar Asri.
Begitu tiba di rumah sakit, lanjutnya, anaknya sudah tidak bernyawa lagi. “Guru olahraganya saat itu tidak ada. Yang telepon saya pengelola di kolam renang Tirta Lontara,” ungkap Asri.
“Pada berita yang lalu ditulis bahwa anak saya dibawa ke rumah sakit setelah Kol Sangkala berkoordinasi dengan guru olahraganya itu tidak betul karena di kolam renang sudah tidak ada lagi gurunya,” tambah Asri.
Asri mengaku jika saat kejadian sudah tidak ada guru olahraga para siswa di kolam renang tersebut. Makanya, lanjutnya, saat anaknya muntah-muntah, ia dibawa Kol. Inf Sangkala, bukan gurunya.
“Ini yang saya sayangkan. Harusnya gurunya yang bertanggung jawab karena mereka yang membawa ke kolam renang,” ujar Asri sedih.
Atas kejadian ini, Asri berharap agar Pemkot Makassar mengusut kasus kelalaian guru dan kepala sekolah yang menyebabkan anaknya meninggal dunia. “Saya sangat berharap agar Pak Wali memanggil kepala SMPN 23 dan guru olahraganya. Saya tidak ingin kasus ini terulang kembali pada siswa-siswa yang lain,” jelas Asri yang juga tenaga pendidik di SMPN 7 Makassar ini.
Menurut Asri, pelajaran olahraga berenang sering dilakukan SMPN 23 beberapa kali dalam sebulan. Itupun, kata dia, para siswa harus membayar. “Saya takutnya pelajaran ini hanya dijadikan ajang bisnis saja,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Jasril Saputra, siswa SMP 23 Makassar meninggal dunia diduga keracunan usai menyantap bakso di kantin Kolam Trita Lontara, Selasa (9/8) sore.
Jasril bersama rekan-rekannya dari SMP 23 datang ke kolam renang untuk mengikuti mata pelajaran olahraga. Saat datang, mereka didampingi gurunya, Fadli.
Warga Jalan Manggala Raya, Nomor 292 Perumnas Antang Blok 6 RT 07/RW 06, Keluarahan Manggala, Kecamatan Manggala ini menghembuskan nafasnya dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Ibnu Sina. (*)
Tak Ada Izin Orang Tua, Wali Kota Diminta Tindaki Guru dan Kepala SMP 23
×

