MINIMNYA serapan anggaran yang masih 44 persen di sejumlah satuan kerja daerah (SKPD) hingga September ini, membuat Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto angkat bicara.
menurut Danny sapaan akrab wali kota, minimnya serapan anggaran yang salah satunya dipengaruhi oleh adanya sejumlah wajib pajak menunggak seperti hotel dan restoran harus disikapi serius.
Danny juga meminta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Makassar untuk lebih efektif mengontrol para pengusaha agar memperhatikan kewajiban membayar pajak.
“Penunggak pajak adalah pelaku kejahatan ekonomi untuk pembangunan daerah khususnya Kota Makassar. Hal itu tidak dapat dibiarkan. Maka saya akan bertindak tegas dan meminta pelaku penunggak pajak harus diberi sanksi berupa penyegelan dan penutupan tempat usaha dan itu tidak dapat ditoleransi,” tegas Danny kepada BKM, kemarin.
Menurut Danny, kewajiban membayar pajak telah diatur dalam peraturan yang dimana juga terdapat sanksi bagi para penunggak pajak. Sehingga Dispenda Kota Makassar diharapkan dapat benar benar lebih efektif untuk mengoptimalisasi pendapatan pajak yang ada.
Terkait telatnya pembahasan APBD-P, Danny mengaku, kalau saat ini sudah dilakukan pembahasan bersama anggota DPRD Kota Makassar. Hanya saja, kata Danny, pemkot masih menunggu hasil rapat bersama termasuk jadwal pembahasan APBD 2017. “Pembahsan APBD Perubahan 2016 masih berlangsung hari ini (kemarin) tinggal menunggu hasilnya saja seperti apa,” singkat Danny. (arf)
Danny Minta Penunggak Pajak Ditindak
×

