BANDUNG, BKM — Kontingen asal Sulsel kembali menambah pundi-pundi medalinya di hari ke enam pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 Jawa Barat. Selasa (20/9), bertempat di Pantai Balongan Indah, Indramayu, Jawa Barat, Sulsel menambah satu medali emas dari cabang olahraga (cabor) layar.
Di cabor ini, Sulsel menurunkan Ismail dan Murhadi di fleet marathon int 470 class dengan poin tertinggi satu. Pasangan ini mengungguli para pesaingnya Regatta/Alga Surya dari DKI Jakarta dengan dua poin, dan pasangan Jawa Timur Zakarya/Hedy Yunus juga dengan tiga poin.
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Sulsel yang juga Koordinator Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kontingen PON Sulsel, Dr Nukrawi Nawir usai upacara pengalungan medali, mengatakan sukses cabor layar menjadikan pundi-pundi medali bagi Sulsel terus bertambah.
Dia berharap di beberapa nomor cabor layar dan selancar yang saat ini sedang dipertandingkan, bisa menghasilkan tambahan medali bagi Sulsel. Apalagi di dua cabor ini sudah menjadi langganan medali emas dari dua hajatan PON sebelumnya, yakni PON Kalimantan Timur (2008) dan PON Riau (2012).
Di dua gelaran PON tersebut, atlet cabor ini berhasil menyumbang masing-masing dua medali emas dan tiga medali perak. ”Kita tunggu tradisi ini, dan kami sangat berharap bisa terulang di Pantai Balongan Indah,” kata Nukrawi.
Sementara itu, di cabor karate hingga memasuki hari ketiga di GOR Sasana Ganesa Intitut Teknologi Bandung, kemarin, Sulsel kembali meraih dua medali, yakni medali perak melalui Fadhul Ramadhan. Fadhul yang turun di nomor -60 kg kalah di final dari karateka Lampung, Suryadi dengan skor 7-2. Medali perak berikutnya dari Ayu Safitri, usai kalah di final dari karateka DKI Jakarta Devina Dea.
Pelatih karate Sulsel, Mursalim Badoo usai pertandingan mengatakan, sukses timnya meraih dua emas, empat perak dan dua perunggu, benar-benar di luar dugaan. Apalagi di beberapa cabor yang telah menjadi andalan, secara mengejutkan tumbang di
semifinal dan babak final.
Kasus kekalahan Faisal di semifinal, jelas Mursalim, menjadi hal yang sangat menyakitkan. ”Ini di luar perkiraan kami dan juga para atlet,” katanya.
Manajer cabor karate Sulsel, Prof Dr Mussakir mengakui kekalahan Faisal di semifinal beberapa hari lalu membuat mental para karateka menjadi kendor. Tapi apapun itu, hasilnya harus diterima dan berharap bisa meraih medali emas di sejumlah nomor yang saat ini sedang dipertandingkan hingga hari terakhir, Rabu (21/9).
”Kita akan terus berjuang. Saat ini tidak bisa berandai-andai bisa menyamai hasil yang dicapai di Riau dengan enam medali emas, dua perak dan satu perunggu,” ujar Mussakir, kemarin.
Ketua Harian Pengprov Forki Sulsel, Ellong Tjandra mengatakan, kegagalan Faizal Zainuddin merebut medali emas di nomor kata perorangan putra, sekaligus melanjutkan trend meraih hattrick di tiga PON secara berturut-turut merebut medali emas, akhirnya terhenti.
Sementara di nomor kata beregu putra bersama Aswar dan Fidelis Lolobua, berhasil menyumbang medali emas.
Di cabor lain, seperti dansa hingga berita ini dibuat sementara dipertandingkan. Atlet dansa Sulsel, pasangan
Robby/Anita yang turun di nomor amateur Latin berhasil melaju ke semifinal.
”Kita doakan mudah-mudahan bisa meraih medali,” tandas Humas Kontingen PON Sulsel, Dahlan Abubkar.
Di cabor renang, atlet renang indah Sulsel, Alamsyah berhasil melaju ke babak final nomor 200 meter gaya bebas.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sulsel, Andi Darussalam Tabussalla (ADS), kemarin mengatakan, adanya dugaan terjadinya kecurangan di cabor silat perlu dilakukan investigasi secara mendalam. Sebab berdasarkan pengalaman empat tahun lalu di Riau, Ketua Dewan Juri asal Jawa Timur, Fahnan melakukan tindakan serupa.
Tapi yang perlu dikoreksi, jelas ADS, tidak adanya pengurus Pengprov Ikatan Persatuan Silat Indonesia (IPSI) Sulsel hadir di venue pertandingan memberikan semangat. ”Tidak ada pengurus di sana. Bagaimana atlet bisa bersemangat,” jelasnya.
Sementara Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) cabor silat, Dr Abraham Razak meminta agar hal ini dikonfirmasi kepada pengurus IPSI Sulsel, apa benar tidak ada yang hadir di lapangan. ”Saya sebagai monev ada disana saat pertandingan bersama Wahyu Jayadi dan Koordinator Monev, Nukrawi Nawir dan Imam Sayudi,” tandasnya.
Hingga Selasa (20/9) pukul 16.17 WIB kemarin, kontingen Sulsel masih berada di peringkat enam dengan 19 medali, yakni enam medali emas, delapan perak dan lima perunggu. (ila)
Layar Rebut Emas
×

