pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kadang Makan Nasi Campur Garam

PUTRI tunggal pasangan suami istri Dg Tayang dan Subaedah Dg Baji telah beranjak dewasa. Ia kemudian mendapat jodoh. Akhirnya, sang anak pergi meninggalkan Dg Tayang mengikuti suaminya ke Kalimantan.

Laporan: Arif Alqadry

RUMAH panggung yang berada di pinggir Jalan Syekh Yusuf disepakati untuk dijual. Hasilnya kemudian dibagi dua. Antara Dg Tayang dan anaknya.
Uang dari penjualan rumah yang didapat Dg Tayang ia gunakan membeli rumah lagi. Ukurannya tidaklah seberapa luas. Sekadar sebagai tempah berteduh di kala siang dan malam hari.
Sepeninggal almarhumah istri dan anaknya yang ikut suaminya, Dg Tayang kembali meniti kehidupan baru. Ia membina rumah lagi dengan menikahi seorang perempuan bernama Syamsinar Dg Caya. Kala itu tahun 2001.
Hingga saat ini, pasangan Dg Tayang dan Syamsinar telah dikaruniai tiga orang anak yang masih kecil-kecil. Keluarga barunya inilah yang menjadi pemompa semangat bagi Dg Tayang untuk tetap bekerja.
Sejak tahun 1998 Dg Tayang telah terdaftar sebagai penjaga cagar budaya. Upahnya sebesar Rp1 juta setiap bulan.
Hanya saja, upahnya tidak rutin ia dapatkan setiap bulan. Sering diperoleh tiga bulan sekaligus.
Kondisi itu menuntut dirinya untuk lebih sabar dalam memenuhui kebutuhan sehari-harinya. Tak jarang, dalam sehari ia bersama keluarganya hanya bisa makan nasi dicampur garam.
“Ini sudah bersyukur. Karena sudah dapat upah dari Balai Cagar Budaya setiap bulan Rp1 juta. Kadang upah saya terima per tiga bulan. Jadi kadang saya dan keluarga hanya makan dengan nasi campur garam. Apalagi kalau tidak ada peziarah yang datang,” ujarnya sedikit bergetar.
Bulan ramadhan menjadi berkah tersendiri bagi Dg Tayang. Biasanya, pada momen seperti itu dirinya bisa mendapatkan rezeki lebih dari para perziarah yang datang.
Namun, uang yang diperolehnya itu tak langsung dihabiskan. Dg Tayang menyimpan sebagiannya untuk biaya sekolah anak-anaknya.
”Dua anakku masih SD. Satunya cacat sejak lahir. Uang yang saya dapat sebagian ditabung untuk sekolah anak-anak. Untung anak-anak saya mengerti. Mereka sabar semua. Tidak banyak menuntut, dengan kondisi ekonomiku seperti ini,” tandasnya. (*/rus)



×


Kadang Makan Nasi Campur Garam

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar