SIDRAP, BKM — Kalangan pelajar di Sidrap sangat rentan dimanfaatkan bandar narkoba dalam memuluskan bisnisnya. Ironisnya, mereka hanya dijanji upah kecil lalu dijadikan sebagai perantara dalam mengedarkan barang haram tersebut.
Seperti diungkap Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap. Dua pemuda –satu diantaranya pelajar– terjerumus dalam bisnis narkoba. Mereka adalah Fit (18), siswa salah satu SMA ternama di Rappang, Kecamatan Pancarijang dan Yusman (19) yang diduga sebagai bandar.
Keduanya ditangkap polisi yang menyamar sebagai pembeli di depan Pasar Rappang, Selasa (28/2) pukul 20.30 Wita.
Awalnya, polisi yang menyamar menghubungi Fit. Ia berpura-pura ingin membeli sabu-sabu beberapa paket. Keduanya kemudian bersepakat bertemu dan janjian di depan Pasar Sentral Rappang.
“Fit tidak membawa sabu-sabu yang dipesan. Namun beberapa menit kemudian, Yusman datang dan membawa sabu-sabu 10 gram itu,” ujar Kasat Narkoba Polres Sidrap, AKP Indra Waspada Yudha, Rabu (1/3).
Sejauhmana hubungan kerja antara Fit dan Yusman dalam bisnis narkoba ini? Indra mengaku masih menunggu hasil pemeriksaan keduanya oleh penyidik.
Sementara ini, Fit belum mau mengaku terlibat dalam bisnis narkoba dengan Yusman itu. ”Dia juga membantah menerima upah dari Yusman,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Sidrap ini.
Tertangkapnya seorang pelajar SMA dalam bisnis narkoba mengejutkan aktivis antinarkoba di Sidrap Muhammad Ahlan. Dia berharap agar polisi profesional menangani kasus ini.
“Pemeriksaannya harus teliti. Siapa tahu dia (Fit) hanyalah korban yang sengaja dimanfaatkan oleh bandar. Kita akan advokasi kasusnya jika perlu,” kata Ahlan. (ady/rus/c)
Pelajar SMA Terjerumus Bisnis Narkoba
×

