pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mendikbud akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Perumahan Guru

MAKASSAR, BKM — Pembangunan perumahan untuk guru di Sulawesi Selatan segera terwujud. Jika tak ada halangan, prosesi peletakan batu pertama yang akan dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy di Kecamatan Pattalasang, Kabupaten Gowa, Kamis 16 Maret.
Khusus di Kabupaten Gowa, akan dibuat dua claster perumahan yang berada di sekitar kawasan golf Padivaley. Satu claster berisi 400 unit rumah dan satunya lagi berisi 300 unit rumah.
Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo mengatakan proses persiapan pembangunan sudah selesai. Tak hanya Mendikbud yang diundang, pihaknya juga telah mengirimkan undangan ke Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.
“Kita berharap Mendikbuk dan Menteri PU-PR bisa hadir. Khusus Mendikbud, tak hanya di Gowa akan melakukan peletakan batu pertama. Kita rencanakan di Kabupaten Kepulauan Selayar juga,” kata Irman, Selasa (14/3)
Khusus di Kepulauan Selayar, None (panggilan akrab Irman YL) menjelaskan pihak pemerintah daerah telah menyiapkan lahan. Lahan yang disediakan seluas 3 hektare dan bisa digunakan untuk membangun 100 unit rumah.
Lebih jauh, mantan Kepala Badan Diklat Sulsel ini menjelaskan untuk daerah lainnya masih menunggu proses penyediaan lahan. Tahun ini Disdik Sulsel mendapat jatah 5000 unit rumah.
“Kita lakukan sosialisasi dan prmosi terus ke daerah, supaya kabupaten bisa ambil. Kalau tidak bisa 24 kabpaten, kita buat sistem cluster misalnya di Bone bisa digunakan guru dari Sengkang. Kita yakin 5000 rumah ini bisa dibangun tahun ini juga” jelasnya.
Untuk menarik minat guru, perumahan tipe 36/72 dan 36/90 akan dilengkapi dengan jaringan internet. Disdik akan bekerjasama dengan PT Telkom untuk membuat jariangan fiber optik masuk ke perumahan tersebut.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Sulsel, Andi Bakti Haruni menambahkan untuk pembiayaan pembangunan perumahan guru bersumber dari developper. Developper dapat memanfaatkan fasilitas kredit konstruksi diperbankkan yang berbunga rendah.
“Namun kredit konstruksi tersebut tidak dapat diberi sebelum mencapai kinerja/progress tertentu. Kalah tidak salah 50%. Selain itu pemerintah sapat memberi fasiltas berupa pembangunan PSU sehingga harga rumah bisa diturunkan dan dapat dijangkau oleh Kalangan MBR sesuai dengan harga standard yang ditetapkan pemerintah,” tambahnya.
Khusus bagi konsumen dalam hal ini guru, Bakti menyebutkan mereka akan mendapatkan bantuan uang muka dan dapat menggunakan fasilitas BAPETARUM sehingga uang muka menjadi ringan atau dihilangkan sama sekali.
“Suku bunga pinjaman/kredit perumahan juga rendah dan jangka waktu kredit juga special. Bisa sanpai 20 tahun,” pungkasnya. (rhm)



×


Mendikbud akan Hadiri Peletakan Batu Pertama Perumahan Guru

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar