MAKASSAR, BKM — Pelebaran Jembatan Sungai Tello mulai dilaksanakan. Saat ini dalam tahap persiapan landasan untuk manuver alat bor pile. Pengerjaannya dipaketkan dengan proyek Midlle Ring Road (MRR).
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XIII, Bastian Sihombing membenarkan jika saat ini dalam tahap persiapan landasan untuk manuver alat bor pile.
Namun sayang, karena kondisi cuaca akhir-akhir ini yang kurang bersahabat sehingga permukaan air Sungai Tello mengalami kenaikan, aktifitas pemasangan sand bag dan sheet pile untuk cofferdam atau pembelok air.
“Kita tunggu dulu air di sungai surut, ” ungkapnya, Selasa (4/4).
Dia mengemukakan, pemancangan tiang jembatan Tello nantinya akan dilakukan secara khusus. Pembendungan air menggunakan sheet pile atau turap baja.
Proyek pelebaran jembatan Tello sebelumnya mengalami kegagalan pemancangan tiang akibat tanggul penahan air jebol. Kontraktor sebelumnya hanya mengandalkan tumpukan kantong pasir yang tak mampu membendung arus sungai yang deras.
Dilanjutkan, untuk pelebaran jembatan Sungai Tello itu, menurut rencana akan dipasang 12 tiang yang akan menopang jembatan tersebut. Diperkirakan, butuh waktu dua minggu untuk pengeboran sekitar dua minggu. Menurut rencana, pertengahan April ini sudah mulai dilakukan. Dia berharap cuaca semakin baik agar pekerjaan bisa lebih mudah dilaksanakan.
Kepala Satker Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Amin Hamid sebelumny mengemukakan, anggaran yang disiapkan untuk pelebaran Jembatan Sungai Tello sekitar Rp4,1 miliar.
Terkait informasi yang beredar jika struktur jembatan sudah kurang aman, ditegaskan jika hingga saat ini masih aman untuk dilewati tanpa batasan tonase kendaraan.
Kabid Pembangunan dan Pengujian BBPJN XIII, Budiamin menuturkan konstruksi jembatan jembatan Tello memang cukup berumur. Kata dia dibangun sejak 1960 dengan panjang 59,8 meter.
“Namun setiap tahun rutin dicek. Kami juga kemarin sudah melakukan pengecekan lantai dan bangunan atas masih sangat bagus kondisinya. Dijamin aman. Kecuali ada bencana alam atau gempa,” ungkapnya.
Kata dia, retakan yang ada karena sambungan atau join antara kantilever dengan lantai. Itu proses dilatasi. Budiamin menjelaskan memang ada jarak pemuaian antar sambungan karena struktur jembatan tidak boleh kaku.
“Tetapi ini akan ditutupi aspal Plug join yang fleksibel sehingga tidak ada lagi keretakan. Supaya pengguna jalan tidak lagi khawatir,” bebernya.
Penjelasan itu diperkuat oleh Kordinator Tim Konsultan Perencanaam dan Pengawasan Jalan Nasional sulsel
Ir Bakri N.
Menurut dia, pihaknya sudah turun memeriksa struktur dan kondisi jembatan.
Secara umum kondisi jembatan masih sangat bagus.
“Kondisi lantai dan balok masih baik. Konstruksi jembatab juga bagus sekali. Jadi jangan ada keresahan akan runtuh. Kecuali jika ada bencana atau sejenisnya, kami tidak bisa jamin, ” pungkasnya. (rhm)

