Ingin merubah hidup. Itu yang selalu menjadi tekad seorang buruh panggul di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar bernama Henry Jufri.
Keterbatasan yang hanya mengenyam pendidikan hingga kelas IV SD, tidak menjadi penghalang bagi Henry untuk bisa mendulang dollar.
LAPORAN: Rahma Amri
Siapa sangka, pria dengan penampilan sederhana yang kerap menawarkan jasa mengangkat barang penumpang di pelabuhan itu, saat ini digaji Google hingga belasan juta rupiah per bulan berkat aplikasi game educraft yang dibuatnya.
Perjalanan panjang penuh perjuangan dirasakan untuk menciptakan permainan bertema pendidikan yang menyasar anak-anak itu. Ditemui di Community Gathering operator selular Indosat, Kamis (3/9) sore saat Henry tampil sebagai pembicara, dia menuturkan, merintis pembuatan game educraft, banyak tantangan dan hambatan yang ditemuinya.
Semua berawal ketika dia bergabung dengan komunitas Internet Marketing Makassar di Facebook. Cerita-cerita dan berbagi informasi via media sosial, mereka pun melakukan kopi darat. Berkumpul dan bertemu langsung, lelaki dua anak itu pun mendapat ilmu baru cara membuat aplikasi game. Dia pun secara otodidak belajar membuat game. Sambil melakoni aktifitasnya sebagai buruh panggul di pelabuhan, dia juga meencurahkan waktu untuk merancang game. Awalnya, dia mengandalkan laptop second yang dibelinya seharga Rp800 ribu. Namun sayang, dengan kapasitas RAM hanya 1 GB, dia tak mampu berbuat apa-apa. Akhirnya, laptop itu dijual. Dia pun memberanikan meminta pinjaman ke keluarga untuk membeli laptop dual core kapasitas 2 GB.
“Alhamdulillah, lumayan bisa digunakan untuk bikin game,” kata lelaki kelahiran 20 September 1983 itu.
Henry mengaku awalnya buta soal program game. Apalagi dengan petunjuk berbahasa Inggris. Namun tekadnya sangat kuat untuk bisa menaklukan persoalan yang dihadapi. Dia belajar secara otodidak. Dalam sehari, dia bisa menghabiskan waktu empat sampai enam jam merancang game ciptaannya. Dan itu dilakukan sepulang dari kerja di pelabuhan. (b)

