KETUA Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Sulsel, Lambang Basri mengapresiasi upaya Pemkot Makassar yang terus berpikir dan melakukan perubahan untuk memperbaiki sistem rekayasa lalulintas. Seperti rencana mengubah arah arus lalulintas di sejumlah titik jalan.
“Bagus sekali logiknya. Terus berpikir dan membuat kebijakan yang mampu mengatasi kesemrawutan lalu lintas di Kota Makassar,” ungkap Lambang Basri, Jumat (25/8).
Namun dia mengingatkan, yang harus diperhatikan adalah kebijakan pengaturan lalulintas yang dikeluarkan harus berbasis manajemen traffic dengan memperhatikan sejumlah kondisi. Diantaranya, sistem rekayasa baru yang akan diberlakukan harus semakin memperlancar arus kendaraan. Baik secara ruas maupun wilayah. Selain semakin besar kapasitas kendaraan yang mampu lewat dan memperkecil kemacetan.
Dia mengimbau, sebelum memberlakukan satu rekayasa lalulintas, harus ada kajian akademis dan simulasi yang dilakukan. Itu bisa dikerjasamakan dengan pihak universitas yang memiliki laboratorium transportasi, seperti Universitas Hasanuddin.
“Melalui kajian di laboratorium terkait sistem rekayasa yang akan diberlakukan, akan terlihat kecenderungan kondisi lalulintas di ruas jalan yang akan diubah. Sehingga diketahui apakah rekayasa itu cocok atau tidak cocok diberlakukan,” jelas Lambang Basri.
Dia melanjutkan, jika Pemerintah Kota Makassar memberlakukan rekayasa lalulintas secara tepat, akan memberi pengaruh signifikan terhadap aspek ekonomi. Diantaranya, kendaraan tidak perlu menghadapi macet parah sehingga memangkas waktu dan tenaga di jalan. Bahan bakar juga bisa lebih efisien. Selain itu, menambah kapasitas jalan dan tingkat ketertiban saat berkendara lebih terjaga
Lambang menambahkan, Pemkot Makassar juga tak bisa mengabaikan pola parkir yang masih banyak semrawut di sejumlah ruas jalan, karena akan mempengaruhi efektifitas rekayasa lalulintas yang diberlakukan.
Dan tak lupa, pemkot harus intens melakukan sosialisasi yang baik kepada masyarakat, khususnya pengguna jalan. Jangan sampai terulang kasus penolakan jalan satu arah yang terjadi di Jalan Rappocini dan Sungai Saddang Baru beberapa tahun silam. (rhm/rus)
Lambang Basri: Harus Ada Kajian Akademis dan Simulasi
×

