PAREPARE, BKM — Sesosok mayat perempuan ditemukan di dalam Toko Sumber Wangi, Jalan Bau Massepe, Kota Parepare, Jumat pagi (25/8). Namanya Hj Saripa Jauhara. Umurnya 71 tahun.
Mayat korban tergeletak di lantai rumah yang juga dijadikan toko berjualan alat tulis kantor (ATK). Darah tampak di sekelilingnya.
Kapolsek Ujung Kompol Muhabar yang dikonfirmasi, belum bisa memberikan keterangan. Menurutnya, penyidik sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini.
Polisi yang tiba di lokasi kejadian langsung mengamankan keluarga korban untuk dimintai keterangan. “Kita belum tahu apakah korban dibunuh atau bunuh diri. Polisi masih mendalami kasusnya,” ujar Muhabar.
Mayat korban kemudian dievakuasi ke RSU Andi Makkasau untuk divisum.
Wakapolres Parepare Kompol Syawal, mengatakan keluarganya diduga sengaja membunuh korban karena Hj Saripa mengalami gangguan jiwa alias gila.
”Jadi korban diduga dibunuh karena tidak waras dan suka mengganggu. Itu informasi dari lokasi kejadian. Tapi penyidik tetap melakukan olah TKP untuk memastikan apakah korban betul-betul gila atau tidak,” jelasnya.
Polisi menemukan luka di bagian kepala. Diduga dihantam dengan menggunakan benda tajam.
”Dugaan kuat korban dibunuh oleh keluarganya sendiri. Mereka tinggal bertiga di dalam rumah. Semuanya wanit paruhbaya,” kata Wakapolres.
Berdasarkan olah tempat kejadian perkara dan hasil keterangan saksi-saksi, untuk sementara korban diduga dihabisi atas dua motif.
“Korban ini katanya mengalami gangguan jiwa sehingga keluarganya merasa terganggu. Motif lain kita temukan adanya perebutan harta,” katanya.
Namun, kata dia, pihaknya belum bisa menyimpulkan apa motif dan siapa pelaku pembunuhan di Toko Sumber Wangi tersebut. Dari tempat kejadian, pihaknya mengamankan dua orang saudara korban, serta barang bukti berupa pisau dapur dan kain yang berlumuran darah.
“Sementara kami dalami. Saksi-saksi juga tengah kami periksa. Termasuk saudara korban yang diduga pelaku,” ungkapnya.
Sementara hasil visum yang dilakukan dokter di RSU Andi Makkasau, mengidentifikasikan korban tewas akibat hantaman benda tumpul di bagian kepala, leher dan wajah.
“Dari hasil visum kami di bagian kepala, dahi, dan telinga terdapat luka bekas pukulan benda tajam. Sementara ditangan kiri dan kanan jari-jarinya hampir putus,” ungkap dr Ega yang bertugas di RSU Andi Makkasau. (smr/rus/b)
Diduga Rebutan Harta, Nenek Dibunuh Saudaranya
×

