MAKASSAR,BKM–Kematian Salim (30) ditangan Burhanuddin (20) adik kandungnya menuai komentar beragam dari warga Jalan Urip Somoharjo.
Burhanuddin alias Buyung (24) dikenal warga sebagai pria pendiam yang ramah. Sedangkan Salim, kakak kandungnya disebut sering mabuk-mabukan serta berbuat ulah. Pria yang saban hari bekerja sebagai juru parkir Tello ini kerap ditemui mabuk saat pulang kerja.
“Itu korban memang suka pulang dalam keadaan mabuk dan orang di rumahnya juga tidak terlalu menggubris Salim karena sering mengamuk serta bikin ulah,” kata Zainal, salah seorang warga.
Korban, kata Zainal, kerap mengaku kepada warga telah menjual tanah orang tuanya dan telah mengambil uang panjar kepada orang. Namun saat dia butuh uang keluarganya disuruh untuk menagih.
“Korban mengaku punya tanah milik warisan ibunya. Saat ingin menagih lahan yang dia jual, korban kerap menyuruh keluarganya,” kata Zaenal yang juga masih sepupu korban.
Nurmila, kakak korban mengatakan, Salim marah karena tidak diberi uang rokok oleh ayahnya. Jika sudah kalap, Salim kerap memberontak dan merusak barang di rumahnya. Saat memecahkan pot bunga seraya memaki sang ayah, Buyung adiknya pun naik pitam. Dia mengambil golok dan menebas leher kakaknya hingga tewas.
“Susah memang itu Salim, setiap masuk ke rumah pasti marah dan tidak ada satu pun di rumah yang tidak pernah dia temani bertengkar. Kami enam bersaudara meski beda ibu, tapi akur semua hanya dia yang selalu marah,”terang Nurmila.
Menurut Nurmila, Buyung adiknya sangat baik. Dia bahkan selalu memperhatikan Salim dengan sering membawakan makanan.
Diketahui, Salim tewas bersimbah darah akibat dibacok Buyung, adik kandungnya, Selasa (8/9) siang. Kemarahan Buyung memuncak setelah melihat sang kakak mengamuk serta memaki ayah dan kakak perempuannya. Usai membunuh, Buyung pergi ke rumah pacarnya di Jalan Hertasning. Hingga Nurmila, kakaknya meminta Buyung datan dan menyerahkan diri ke polisi. (ish/cha/b)

