pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Baru Prof Dwia yang Serius Mendaftar

MAKASSAR, BKM — Universitas Hasanuddin kembali menggelar suksesi pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin Periode 2018-2022. Saat ini tahapannya memasuki pendaftaran calon rektor.

Bahkan Unhas telah menyiapkan formulir pendaftarannya secara online yang bisa diunduh oleh siapa saja yang berminat ikut pertarungan memperebutkan posisi kosong satu di Kampus Merah tersebut.
Menurut Koordinator Pendaftaran Panitia Pemilihan Rektor (P2R), Dr Ir Nasaruddin Salam, MT, hingga saat ini, sudah ada 40 orang yang mengunduh formulir calon rektor Unhas sejak pendaftaran dibuka.
Namun, yang mengirimkan dokumen pendaftaran baru dua orang yakni Rektor Unhas yang menjabat saat ini, Prof Dwia Ariestina Pulubuhu dan seorang pendaftar lain dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr Nurzengky Ibrahim, MM, Ph.D.
Namun menurut Nasaruddin, dari dua kandidat tersebut, baru Prof Dwia yang memenuhi syarat dokumen administratif.
“Ada satu yang sudah telepon dari UNJ, Dr Nurzengky. Kalau itu ada keseriusan. Kalau Dr Nurzengky juga telah mengirimkan dokumen pendaftaran namun belum lengkap, ” ungkapnya, Selasa (19/9).
Lebih jauh dikemukakan, ada beberapa tahapan atau proses penjaringan yang harus diikuti para kandidat rektor. Selain itu, sejumlah persyaratan juga harus dipenuhi.
Persyaratan utama adalah minimal S3, berpangkat Lektor Kepala, aktif sebagai dosen selama dua tahun, pernah menjabat posisi setingkat wakil dekan, dan membuat program kerja yang nantinya bisa dipresentasekan.
Tenggat waktu pendaftaran hingga 20 Oktober mendatang. Bisa dilakukan secara langsung maupun online.
Jika pendaftar kurang dari lima orang, maka pendaftaran akan diperpanjang selama 15 (lima belas) hari kerja.
Pendaftar yang dinyatakan memenuhi persyaratan sesuai butir 4 akan diserahkan oleh P2R kepada MWA untuk ditetapkan sebagai bakal calon rektor untuk menetapkan minimal 4 (empat) orang bakal calon rektor.
Menurutnya, pemilihan rektor akan dilaksanakan dalam rapat paripurna khusus Majelis Wali Amanah (MWA) Unhas dengan acara tunggal Pemilihan Rektor. Tatacara pemilihan dilakukan melalui musyawarah dengan aklamasi atau pemungutan suara.
Jika proses musyawarah dengan aklamasi tidak dapat ditempuh, maka pemilihan melalui pemungutan suara. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi memiliki hak suara 35 persen dari jumlah hak suara pemilih.
Menurut rencana, sesudah proses penjaringan bakal calon berjalan, tahapan selanjutnya adalah proses penyaringan yang dilakukan oleh Senat Akademik Universitas untuk kemudian diusulkan ke MWA. Selambat-lambatnya MWA sudah harus menetapkan rektor Unhas yang baru pada tanggal 28 April 2018. Seiring dengan habisnya masa bakti rektor periode 2014-2018.
Menurut Ketua MWA, Prof Basri Hasanuddin, tahapan pendaftaran ini adalah tahap awal pemilihan rektor, masih ada proses tahapan verifikasi berkas, pemeriksaan kesehatan bakal calon, dan yang terpenting pemilihan di tingkat MWA.
“Yang menentukan dalam pemilihan ini ada MWA. Di sana ada 19 orang anggota, salah satunya Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi,” kata Basri. (rhm)



×


Baru Prof Dwia yang Serius Mendaftar

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar