MAKASSAR, BKM — Memasuki musim pancaroba masyarakat perlu waspada dan antisipasi pada serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD), infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), dan diare.
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Labuang Baji, dr Mappatoba menjelaskan, seperti tahun-tahun sebelumnya, siklus yang terjadi di akhir tahun, khususnya saat memasuki musim hujan, biasanya rumah sakit dipenuhi pasien dengan beberapa penyakit.
“Pertama itu demam berdarah, ISPA, dan
diare. Memang siklusnya seperti itu. Pasien dominan yang dirawat yah karena penyakit yang disebut diatas, ” ungkapnya kepada BKM, Selasa (7/11).
Dia melanjutkan, sesuai standar operasional prosedur (SOP) rumah sakit, pihaknya sudah mengantisipasi, siap menjadi rumah sakit rujukan.
Namun Mappatoba meminta masyarakat memaklumi kondisi rumah sakit yang dipimpinannya saat ini. Karena sementara melakukan rehabilitasi di sejumlah bagian ruangan, layanan rumah sakit tidak bisa maksimal.
Menurutnya, jika kondisi normal, jumlah tempat tidur yang disiapkan RSUD Labuang Baji sebanyak 317 unit. Namun karena renovasi, ketersediaan tempat tidur berkurang 30 hingga 40 persen.
“Jadi saat ini, kami hanya bisa melayani sekitar 200-an pasien. Kami mohon maaf atas masalah tersebut, ” ungkapnya.
Namun dia menekankan, pihaknya tetap membuka tangan bagi pasien yang datang ke rumah sakit milik Pemprov Sulsel itu sepanjang yang bersangkutan bisa dilayani.
“Kami tetap siap menerima pasien, khususnya rujukan dari rumah sakit dan puskesmas,” pungkasnya.
Direktur Utama RSUD Kota Makassar, Dr Ardin Sani juga mengatakan, penyakit yang banyak menyerang masyarakat dimusim hujan yakni diare. Untuk mencegah masuknya virus atau penyakit diare masyarakat hanya perlu memperhatikan kebersihan makanan dan tempat tinggal khususnya disaat musim hujan. Apalagi virus begitu mudah berkembang lebih banuak banyak saat musim hujan.
“Kuncinya menjaga pola hidup bersih. Ada masyarakat cuek dengan kebersihan, makanan berupa buah yang dia beli dari pasar langsung saja di makan tanpa pencucian lebih dulu. Itu yang harus diubah dengan mencuci buah dan cuci tangan sebelum makan,” terang Ardin.
Hingga kemarin, pasien penderita penyakit diare terbanyak ditangani RSUD Kota Makassar dengan jumlah 85 orang. Mereka semuanya mendapat perawatan rawat inap untuk mendapat pengobatan lebih intens.
Diare menurut Ardin cukup berbahaya dan mematikan ketika penanganannya lambat. Masyarakat yang sedang kurang sehat atau sakit dengan gejala nyeri perut lalu buang air besar encer dan berulang-ulang, diminta segera periksakan diri di Puskesmas ataupun di RS terdekat.
“Diare bisa menyebabkan kematian kalau penanganannya lambat. Sejauh ini di RSUD Kota Makassar belum ada pasien kami meninggal soal itu, dan kami terus berpesan kepada seluruh masyarakat menjaga hidup bersih dan segera memeriksakan diri ketika mengalami gangguan pada perut, buang air besar yang itu berarti gejala diare,” tambahnya.(rhm-arf)

