BUTUH kemauan dan kerja keras untuk meraih sebuah kesuksesan. Tanggung jawab mengubah hidup menjadi lebih baik perlu diaplikasikan oleh semua orang. Pantang menyerah dalam kondisi apapun tetap menjadi kunci dari itu semua.
Laporan: Nugroho Nafika Kassa
TAK ingin bermalas-malasan dan pasrah dengan keadaan, seorang pemuda bernama Fakhruddin Mansyur berusaha memperbaiki kehidupannya. Pria yang lahir di Makassar dan lama menetap di Yogyakarta itupun kini mendapatkan apa yang diimpikannya. Bagaimana kisahnya?
Pada 2012, Fakhruddin mendirikan usaha bernama Kaos Kareba Makassar. Kini telah berganti nama menjadi Kaos Kareba Makassar & Pusat Oleh-oleh Makassar, seiring perkembangan usahanya yang tidak hanya menjual kaos.
Kaos Kareba Makassar merupakan outlet penjualan kaos khas Makassar. Mulai dari gambar tokoh-tokoh Makassar, sampai tulisan-tulisan khas Makassar. Saat ini juga melayani pemesanan kaos dengan desain sesuai keinginan pelanggan. Bahkan bukan hanya corak Makassar, tapi juga corak etnis lain seperti Toraja, Bugis dan Mandar.
Dalam perkembangannya, Kaos Kareba Makassar & Pusat Oleh-oleh Makassar tak sekadar menjual berbagai kaos khas daerah. Melainkan berbagai macam oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Bukan hanya pernak-pernik, berbagai kuliner pun ada disediakan di outlet ini.
BKM menghubungi Fakhruddin via telepon untuk wawancara. Sebab ia tengah mempersiapkan dirinya untuk menjenguk salah satu karyawannya yang terkena musibah. Tanpa menyia-nyiakan waktu, ia pun bersedia menjawab seluruh pertanyaan BKM melalui telepon genggamnya.
Pemilik usaha yang berada di Jalan Pengayoman 128 ini lahir di Makassar, 30 Mei 1988. Orangtuanya bernama Mansyur Qadir dan Nadrah Naiem. Kini Fakhruddin telah memiliki istri bernama Siti Choiriatul Tasrifah, yang baru dinikahinya beberapa bulan lalu.
Fakhruddin mengawali pendidikannya di SD Paccinoang 1 Makassar. Kemudian hijrah ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan SMP dan SMA nya di Madrasah Mualimin Muhammadiyah, Yogyakarta. Ia juga tercatat pernah menempuh pendidikan S1 di Fakultas Ekonomi Islam Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta.
Sebelum sesukses seperti sekarang, banyak usaha yang telah ia geluti sejak dulu. Mulai dari menjual pulsa, menjadi perantara pemesanan tiket pesawat, sampai berdagang batik. Hasil dari usahanya kala itu tergolong kecil dan tak sebanding dengan hidupnya kini.
Semua itu ia lakukan demi menyambung hidup selama di Yogyakarta. Maklum saja, sebagian hidupnya ia habiskan di Kota Pendidikan itu, sebelum akhirnya kembali ke kampung halamannya di Makassar. “Usaha kecil-kecilan dulu. Biasa juga ada keluarga di Parepare butuh batik saya carikan di Pasar Beringharjo. Jual pulsa juga. Jadi perantara jual tiket pesawat. Macam-macammi,” kenang Fakhruddin.
Hingga akhirnya ia kembali ke Makassar pada 2012 silam, dan memutuskan untuk fokus pada usaha penjualan kaos khasnya. Usaha yang ia mulai dari rumahnya di sebuah lorong kecil Jalan Racing Centre. Kini ia telah memiliki toko sendiri di Jalan Pengayoman.
Tentu dengan sebuah kerja keras dan tak pernah berhenti berusaha, Fakhruddin telah memiliki lima orang karyawan. Omzet usaha miliknya pun kini bisa mencapai Rp 60 juta per bulan. (*/rus/b)

