pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Mantan Sales Rokok Buka Usaha Bernuansa Islami

MENJALANI hidup lebih baik menjadi impian setiap orang. Namun, untuk terjun di dunia usaha, ada banyak pertimbangannya. Kekhawatiran kerap menyertai. Apakah berhasil, atau malah merugi.

Laporan: Nugroho Nafika Kassa

PRIA ini bernama Syamsul Bahri. Ia bisa dijadikan salah satu contoh jika kita tak perlu takut untuk memulai usaha. Karena dengan niat yang baik, diyakini akan menjadi berkah dan memperbaiki kehidupan.
Di usia yang terbilang muda, ia telah memiliki usaha sendiri yang bisa menopang kehidupan keluarganya. Pada sebuah sudut Jalan Perintis Kemerdekaan 4, terdapat sebuah rumah yang juga dijadikan tempat usaha. Di bagian garasi didirikan sebuah kedai. Namanya Kedai Bahagia.
Tidak seluas beberapa kafe dan beberapa warkop ternama lainnya. Namun kedai ini mampu menarik perhatian beberapa pengunjung. Kedai tersebut milik Bahri, panggilan akrab Syamsul Bahri.
Keunikan kedai tersebut terletak pada konsep yang diterapkannya. Tidak ada alunan musik di sini. Pemilik menggantinya dengan ceramah keagamaan ataupun murotal Alquran.
Di beberepa bagian dindingnya juga tertulis beberapa tulisan Arab yang lebih mengarah ke dakwah. Ya, konsepnya memang lebih ke Islami.
Pria 27 tahun ini kini telah memiliki istri dan seorang anak. Istrinya bernama Annisa Zahra. Putrinya Annisa Zafirah Ramadhani.
Sebelum mendirikan kedai, Bahri memang sempat malang melintang bekerja di perusahaan. Awalnya ia bekerja di salah satu perusahaan rokok ternama. Ia pun memulai karirnya sebagai sales.
Di sela-sela bekerja sebagai sales, ia memiliki pekerjaan sampingan menjual kayu. Juga pernah menyuplai kayu dari Merauke ke Surabaya. “Ya, beberapa pekerjaan memang coba saya kerjakan dulunya,” kata Bahri.
Sampai pada akhirnya ia merasa tidak tenang dengan semua pekerjaan yang dilakoninya. Ia akhirnya memilih resign dari pekerjaan sebagai sales rokok dan berniat mendirikan usaha. Sebuah usaha kuliner memang dari dulu telah dipikirkannya, agar penghasilannya juga lebih baik dari sebelumnya.
Berhenti dari pekerjaannya, Bahri pun menganggur. Di situ ia benar-benar berjuang mendirikan kedai. Bersama istrinya, uang tabungan hasil dari pekerjaannya dulu ia manfaatkan untuk mendirikan sebuah tempat usaha.
Akhirnya, pada Agustus 2017 lalu Kedai Bahagia resmi dibuka oleh Bahri. Kedai yang berkonsep Islami ini memiliki harapan besar untuk setiap pengunjungnya.
“Saya berharap setiap orang-orang yang ke sini mendapat hidayah. Ini tentu akan sangat bermanfaat,” harap Bahri.
Hasilnya cukup baik. Omzet puluhan juta pun kini bisa ia raup dari usahanya kini. “Alhamdulillah, penghasilan sekarang jauh lebih baik lah dibanding dulu,” ucapnya. (*/rus/b)



×


Mantan Sales Rokok Buka Usaha Bernuansa Islami

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar