pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Pengebom Markas Polisi Bertubuh Kecil

MAKASSAR, BKM — Sukacita malam pergantian tahun belumlah usai. Bunyi petasan masih terdengar saling sahut menyahut. Kendaraan cukup ramai berlalulalang di jalan raya.
Jarum jam menunjuk kira-kira pukul 03.00 Wita, Senin (1/1). Sejumlah personel tampak duduk-duduk di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Bontoala Jalan Sunu nomor 1, Makassar.
Di tengah-tengah tugas melaksanakan pengamanan malam tahun baru, tiba-tiba dari halaman mapolsek terdengar suara dentuman yang cukup keras. Personel kepolisian yang ada di Mapolsek Bontoala langsung berhamburan mencari sumber ledakan. Ternyata, bunyi itu bersumber dari bahan yang diduga bom pipa.
Kapolsek Bontoala Kompol Rafiuddin terluka dalam peristiwa ini. Termasuk salah seorang personelnya, yakni Brigpol Junsyam yang bertugas di bagian Opsnal. Ia terluka pada bagian paha sebelah kiri. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat perawatan medis.
Ditemui sesaat setelah kejadian, Kompol Rafiuddin menjelaskan detik-detik ledakan berlangsung. Menurutnya ada dua kali ledakan terjadi. Ledakan pertama dan kedua hanya berselang menit.
Ketika personel polsek bergegas menuju sumber ledakan pertama, muncul seseorang tak dikenal dari belakang mapolsek. Ia kemudian melemparkan sesuatu yang diduga bom pipa ke arah polisi.
”Seketika itu juga langsung meledak di dekat anggota. Serpihannya mengenai saya dan salah seorang anggota,” ujar Kompol Rafiuddin yang terluka pada jari-jari tangannya.
Setelah ledakan, beberapa personel kepolisian berusaha mengejar pelaku. Namun berhasil melarikan diri dengan memanjat tembok belakang Mapolsek Bontoala.
Pelaku diduga masuk melalui pintu belakang mapolsek yang berbatasan dengan parkiran Masjid Al-Markaz. Di bagian belakang mapolsek ditemukan ransel yang diduga milik pelaku.
Sekitar pukul 04.00 Wita, tim gabungan dari Resmob Polda Sulsel, Gegana Brimob Polda Sulsel, Jatanras Polrestabes, Reskrim Polsek Bontoala, Inafis dan Satreskrim Polrestabes Makassar tiba di lokasi. Termasuk Polisi Satwan K9 Polda Sulsel yang membawa serta anjing pelacak bernama Malinowsky, dan tim penjikan bom.
Tim gabungan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Anjing pelacak menyisir area bangunan mapolsek dengan mengendus jejak kaki pelaku.
Dari hasil penyisiran, ditemukan sejumlah barang bukti. Diantaranya sendal, mur dan baut, pipa besi, alat penembak rakitan yang terbuat dari kaleng dan plastik yang dibalut lakban.
Polisi juga meminta keterangan saksi. Salah seorang pemuda mengaku melihat pelaku melempar bom masuk ke halaman Mapolsek Bontoala. Setelah itu ia kabur lewat pagar belakang mapolsek yang tembus halaman Masjid Al-Markaz. Sayangnya, ia tak mengenali wajah pelaku.
Usai diambil keterangannya, pemuda itu lalu dibawa ke lantai dua Mapolsek Bontoala untuk dimintai keterangannya. Belum diketahui pasti status pemuda tersebut. Petugas kepolisian masih melakukan penyidikan.
Pengakuan senada disampaikan saksi bernama Yanyi (47). Peremuan ini mengatakan, melihat seorang pemuda yang datang dari arah belakang kantor polsek. Ciri-cirinya bertubuh kecil dan mengenakan peci.
”Dia melemparkan sesuatu yang langsung meledak. Saya kaget,” ujar Yanti yang berada di Mapolsek Bontoala.

Kapolda dan Pangdam ke Lokasi

Di sela-sela berlangsungnya olah TKP, Kapolda Sulsel Irjen Pol Umar Septono tiba di Mapolsek Bontoala. Ia melihat langsung lokasi ledakan. Tidak lama berselang, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIV Hasanuddin, Mayjen Agus Surya Bakti juga datang ke lokasi.
Kepada wartawan, Kapolda Sulsel menegaskan, ledakan bom pipa di Mapolsek Bontoala bukan berarti pihak kepolisian kecolongan dalam pengamanan malam pergantian tahun baru. Sebab, peristiwa tersebut berlangsung beberapa jam setelah pergantian tahun.
”Kejadian ini bukan kecolongan dalam pengamanan malam pergantian tahun. Personel kami sudah melakukan tugas pengamanan secara maksimal,” jelas Irjen Umar, kemarin.
Menyusul peristiwa tersebut, tambah Kapolda, jajarannya tetap siaga satu. Pengamanan di kantor polsek ditingkatkan agar kejadian serupa tak terulang.
Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti mengatakan, aksi pelemparan bom ini dilakukan oleh pelaku dengan memanfaatkan kesempatan yang ada. ”Ya, aksi pelaku ini sama dengan pencuri. Ia melakukannya saat ada kesempatan,” ujarnya.
Hingga kemarin, polisi masih melakukan penyelidikan atas insiden ini. Sementara Kapolsek Bontoala dan satu orang anggotanya masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Anwar Efendi mengingatkan jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama mereka yang mendapat tugas haga, agar melakukan pemeriksaan ketat terhadap orang yang keluar masuk ke kantor polsek. (ish-jul/rus)




×


Pengebom Markas Polisi Bertubuh Kecil

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar