BERBAGAI persiapan mulai dilakukan untuk pelaksanaan pembangunan tol dalam kota. Sambil menunggu berbagai kelengkapan perijinan, pihaknya mulai akan merapikan atau membenahi berbagai utilitas yang akan berada di sekitar area pembangunan proyek.
Dan untuk kepentingan tersebut, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) antara PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMN-JTSE) dengan Pemkot Makassar, PT Telkom, PLN, PDAM, dan sejumlah instansi terkait yang dinilai akan terkena imbas dari pekerjaan pembangunan tol dalam kota tersebut. Rakor digelar di Hotel Grand Clarion Makassar, Senin (5/2).
Direktur Utama PT Bosowa Marga Utama Nusantara Jalan Tol Seksi IV (BMN-JTSE), Anwar Toha menegaskan, dalam rakor tersebut, dibicarakan terkait penanganan utilitas yang nantinya dinilai akan mempengaruhi proses pekerjaan di lapangan. Selain itu, juga dilakukan koordinasi dengan pihak kepolisian dan Dinas Perhubungan terkait seperti apa rekayasa lalu lintas yang akan diberlakukan saat pekerjaan mulai dilaksanakan. Karena bisa dipastikan, pembangunan tol dalam kota itu akan mempengaruhi arus lalu lintas di AP Petta Rani yang cukup padat.
Dia melanjutkan, pekerjaan konstruksi baru akan dilakukan akhir Maret atau awal April mendatang. Itupun, sebelum dilaksanakan, akan ada penutupan area proyek dan pastinya akan diinformasikan ke publik.
Untuk tahap pertama, tol dalam kota dibangun sepanjang 5,1 km di sepanjang AP Petta Rani.
Tol ini dimulai pengerjaannya di samping tol reformasi dan berakhir di depan Hotel Clarion dan PT Telkom. Di sana, tol layang itu akan dibuat bercabang tiga. Cabang pertama merupakan jalan untuk keluar dari tol, turun di depan Telkom. Cabang kedua merupakan akses masuk ke tol di depan Hotel Clarion. Dan cabang yang ketiga, akses yang langsung menuju ke Sultan Alauddin mengarah ke Kabupaten Gowa.
Namun untuk akses jalan ke Sultan Alauddin, tahap pertama belum dikerjakan. Sehingga jalan tersebut masih terpotong di depan Telkom-Clarion.
Tol layang tahap pertama tidak dibangun hingga ujung Pettarani menuju Sultan Alauddin. Masih ada tersisa sepanjang 300 meter yang nantinya akan dikerjakan pada tahap kedua.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo sebenarnya sangat menginginkan tol layang ini bisa dirampungkan hingga perbatasan Makassar-Sungguminasa. Namun karena persoalan anggaran, untuk tahap satu, keinginan itu tidak bisa diwujudkan.
Namun gubernur tetap memberi peluang kepada pelaksana kegiatan, jika memungkinkan untuk ikut dikerjakan. (rhm)
Pekerjaan Konstruksi Akhir Maret
×

