pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Dua orang pelaku begal menjadi bulan-bulanan warga di Jalan Prof Abdurahman Basalama (dulu Racing Center). Mereka adalah Haerul Anwar alias Haerul (21), warga Jalan Petta Rani 5 dan Firdaus alias Daus (28), beralamat di Jalan Angkasa 2.
Haerul dan Daud tertangkap ketika melakukan aksinya membegal seorang mahasiswi bernama Amira Diana (21), warga Jalan Sinrijala nomor 6A. Aksi main hakim warga ini berlangsung, Selasa (28/11) sekitar pukul 18.000 Wita.
Ketika itu, korban tengah berkendara menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba datang dua orang laki-laki pengendara motor yang berboncengan. Mereka langsung menghentikan korban, lalu mengancamnya menggunakan pisau. Selanjutnya, pelaku merampas tas yang berisi surat-surat penting, serta satu unit gawai Iphone 5S warna putih.
Beruntung, warga sekitar serta pengendara yang lewat sempat melihat aksi pelaku. Mereka kemudian melakukan pengejaran.
Tim Resmob Polsek Panakkukang yang mendapat informasi ini, langsung bergerak. Dipimpin Bripka Dzulqadri, polisi ikut mengejar pelaku.
Di Jalan Dirgantara, Kampung Rama Lorong 8, ternyata pelaku sudah menjadi sasaran amukan warga. Petugas yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi keduanya yang sudah babak belur. Selanjutnya digiring ke Mapolsek Panakkukang guna pemeriksaan intensif.
Kepada polisi yang memeriksanya, keduanya mengaku baru saja melakukan aksi begal hingga dikejar warga. Saat beraksi, mereka membagi tugas. Haerul bertindak selaku eksekutor. Dia mengancam korban menggunakan pisau. Lalu merampas tas berisi surat-surat penting dan gawai. Sementara Firdaus bertindak selaku joki yang membonceng Haerul.
Di bagian lain pengakuannya, Haerul mengatakan dirinya baru empat hari keluar dari penjara. Ia terlibat dalam kasus serupa hingga akhirnya disel.
Usai diinterogasi, sekitar pukul 21.00 Wita, polisi kemudian menggiring Haerul untuk pengembangan. Dia diminta menunjukkan lokasi aksinya membegal korban.
Namun, di tengah perjalanan pelaku mencoba melawan petugas. Dia lepas dari kawalan dan bermaksud melarikan diri.
Upaya menghentikan langkah kaki pelaku dilakukan petugas kepolisian. Tiga kali tembakan peringatan ke udara dikeluarkan. Namun tak juga digubris.
Moncong pistol aparat diarahkan pada bagian tubuh Haerul. Dor, sebutir peluru menembus kakinya. Sesaat kemudian Haerul yang tak lagi bisa berkutik dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk menjalani perawatan medis.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Panakkukang Kompol Ananda Fauzi Harahap, kemarin membenarkan jika satu dari dua pelaku begal itu diberi tindakan tegas.
”Tersangka baru empat hari bebas dari penjara. Tapi bukannya sadar, dia malah beraksi lagi. Terpaksa diambil tindakan tegas, karena tersangka mencoba melawan petugas saat dibawa untuk pengembangan kasus,” terang Kompol Ananda.
Selain kedua tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti. Masing-masing satu unit sepeda motor Yamaha Fino warna putih hitam, dengan nomor polisi DD 2537 XY. Plat nomornya masih berwarna putih alias motor baru.
Diamankan pula satu unit Iphone 5S warna putih, serta sebuah tas warna hitam yang berisi surat-surat penting milik korban Amira Diana. (ish/rus)

MAKASSAR, BKM — Anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan mengamankan lagi satu tersangka penyalahgunaan narkoba. Ansar alias Anca ditangkap di rumahnya Jalan Satangnga, Minggu (26/11) sekitar pukul 23.00 Wita.
Tersangka merupakan seorang pengedar sabu dan masuk dalam target operasi. Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan tiga paket sabu siap edar. Masing-masing ukuran besar, sedang dan kecil. Barang haram tersebut disembunyikan dalam lemari pakaian.
Sebelum penangkapan, anggota Satnarkoba Polres Pelabuhan yang menggelar Operasi bersinar, terlebih dahulu melakukan pengintaian terhadap aktifitas tersangka. Ansar diketahui sedang berada di rumahnya.
Tak lama kemudian, ia terlihat berdiri di depan pintu rumahnya. Petugas langsung bergerak mendekatinya. Ansar lalu diarahkan masuk ke dalam. Penggeledahan pun langsung dilakukan.
Selain tiga paket sabu berbeda ukuran, polisi juga menemukan satu pak saset sabu kosong. Ada pula satu buah timbangan digital dalam ruang tamunya.
Di depan petugas yang menginterogasinya, tersangka mengaku tiga paket sabu tersebut baru saja diterima dari seorang bandar. Hanya saja, Anca enggan menyebutkan identitas serta alamat sang bandar.
Kasat Narkoba Polres Pelabuhan AKP Ilham Fitriadi mengemukakan, tersangka sudah lama menjadil target anggota. Karenanya, begitu mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan Ansar, personelnya langsung ke lokasi yang disebutkan.
”Selama ini tersangka dicari karena mengedarkan narkoba di sekitar rumahnya. Keterangan tersangka masih dikembangkan penyidik,” ujar AKP Ilham, kemarin. (jul/rus)