pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Proyek underpass simpang lima Mandai akan segera difungsikan, Minggu (18/6) mendatang. Untuk arus mudik dan balik, proyek ini akan open traffic selama 14 hari.
Sebelum beroperasi, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XIII kembali mewanti-wanti masih adanya titik kemacetan lain di sekitaran underpass. Yakni Pasar Mandai dan ujung underpass di perbatasan Makassar-Maros.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) III Satker Jalan Metropolitan BBPJN XIII Makassar, Malik mengakui, Pasar Mandai selama ini menjadi biang kemacetan. Bahkan tak jarang mengganggu proses pengerjaan yang berlangsung.
“Terutama di sore hari, jam 16.00 sampai 22.00 Wita akan macet. Sebab pedagang berjualan sampai trotoar. Badan jalan juga digunakan sebagai tempat parkir,” ungkapnya, Jum’at (16/6).
Pihaknya telah meminta ke Pemerintah Kota Makassar menertibkan pasar tersebut dan melakukan pembersihan, paling lambat seminggu sebelum lebaran. Atau bertepatan saat pengoperasian underpass.
Masalah lain ada di perbatasan Maros-Makassar, di mana terjadi peyempitan jalan, sebelum melewati underpass dari arah Maros ke Makassar. Bahkan dari empat lajur berubah menjadi dua jalur.
“Masih ada sebidang tanah yang belum dibebaskan dan ini masuk wilayah Maros. Antisipasinya, nanti kita buatkan papan bicara agar kendaraan yang akan ke Makassar untuk masuk ke terowongan,” jelasnya.
Kepala Satker Pelaksana Jalan Metropolitan BBPJN XIII, Amin Hamid menambahkan, progres pengerjaan underpass sudah mencapai 90 persen. Saat open trafic selama 14 hari nanti, pihaknya terpaksa menghentikan proses pengerjaan.
Saat ini, pihaknya tengah merampungkan proses pengaspalan di dalam terowongan sepanjang 110 meter. Sebelum difungsikan secara operasional, pihaknya akan melakukan simulasi terlebih dahulu.
“Dalam pengoprasian nanti, beberapa traffic light akan tetap kita fungsikan. Terutama dari arah tol dan bandara. Kita optimis kemacetan yang ada bisa diurai sampai 90 persen,” tambahnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Perhubungan (Dishub) masih akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna membahas hambatan di samping jalan atau parkir liar di pinggir jalan, khususnya di ujung underpass simpang lima bandara.
Humas Dishub Makassar, Azis Sila mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan di Kota Makassar, pihaknya terlebih dulu harus berkoordinasi dengan pihak kepolisian, khususnya lalulintas.
”Koordinasinya dengan kepolisian, Satpol PP serta PD Pasar. Ini khusus penanganan macet di Pasar Mandai. Karena biasanya banyak kendaraan yang terparkir di pinggir jalan,” kata Azis Sila, kemarin. (rhm-arf/rus)

MAKASSAR, BKM — Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Syafruddin mengelorakan semangat nasionalisme dan kebangsaan kepada para mahasiswa dan kalangan kampus. Karena nasionalisme dan kebangsaan ini harus terus di pupuk di tengah arus globalisasi dan ancaman radikalisme-terorisme.
“Mahasiswa adalah kekuatan utama dalam memperkokoh Pancasila dan NKRI,” tegas Wakapolri di Makassar, Jumat (16/6).
Orang nomor di tubuh kepolisian RI ini menyampaikan hal itu dalam acara Deklarasi Pernyataan Sikap Konsorsium Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Kawasan Indonesia Timur tentang Kesetiaan Terhadap Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika di Kampus Universitas Hasanuddin, Makassar, Jumat (16/6). Ikut mendampingi Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono.
Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof M Nasir hadir dalam acara ini. Juga Ketua Konsorsium PTN se-KTI Prof Haji Masjaya, Rektor Unhas Prof Dwia Ariestina Pulubuhu. Tak ketinggalan perwakilan 29 PTN se-KTI dan ribuan mahasiswa.
Selain sebagai ajang kebangsaan, Wakapolri juga memanfaatkan momentum tersebut sebagai sarana silaturahmi dengan para akademisi. Terlebih saat ini dalam suasana bulan suci ramadan.
Usai mengobarkan semangat kebangsaan, Wakapolri bersilaturahmi bersama tokoh agama di Masjid Al Markaz Al Islami. Sekaligus buka puasa bersama dan akan memberikan pesan kamtibmas terkait cinta tanah air kepada jamaah masjid. (ish/rus)

SELAYAR, BKM — Kawanan pencuri kendaraan bermotor yang menggasak ratusan unit motor dan mobil berhasil dibekuk aparat Polres Selayar. Delapan orang tersangka telah mencuri 108 motor dan 12 mobil.
Kapolres Selayar, AKBP Eddi Suryantha Tarigan mengatakan, ratusan unit kendaraan tersebut telah diamankan sebagai barang bukti. Sementara para tersangka kini masih dalam proses pengembangan.
Menurut Eddi, pengungkapan kasus ini bermula ketika polisi menerima informasi adanya transaksi penjualan motor dengan harga murah. ”Yang pertama diamankan satu orang. Selanjutnya kami membentuk tim khusus untuk melakukan pengembangan kasus. Akhirnya, tujuh tersangka lain ditangkap,” ujar kapolres, kemarin.
Penangkapan terhadap delapan orang tersangka berlangsung sejak bulan Mei 2017 lalu. Dari penangkapan awal, tim khusus berhasil mengamankan barang bukti hasil jarahan tersangka sebanyak 25 unit.
”Pada bulan Mei 2017, ada 25 unit motor yang disita. Selanjutnya tim khusus melakukan pengembangan. Karena kuat dugaan tersangka ini merupakan pemain profesional,” terang Eddi.
Hasilnya, pada hari Selasa (13/6), dari tiga titik di pulau, yakni Pulau Selayar, Pulau Jampea dan Kayuadi, diamankan barang bukti motor dan mobil. Hingga bulan Juni ini, kendaraan yang disita sebanyak 108 unit motor.
”Ada 108 motor dan 12 mobil jenis pick up merek Daihatsu Gran Max dan Suzuki Carry yang dijadikan barang bukti. Barang curian itu didapat setelah dilakukan penyisiran di tiga titik pulau di Kabupaten Selayar,” ungkap Eddi.
Hanya saja, Eddi masih enggan membeberkan identitas delapan tersangka. Alasannya, karena masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap jaringannya.
”Kasusnya masih dalam tahap pengembangan. Dari pengakuan tersangka, mobil yang dicuri berasal dari Makassar, Gowa, Maros dan Bulukumba,” terang Kapolres lagi.
Menyusul pengungkapan kasus ini, Eddi berharap masyarakat tidak melakukan transaksi pembelian kendaraan yang tidak memiliki surat-surat resmi. Harga murah jangan sampai membuat tergiur.
Bagi masyarakat yang pernah kehilangan kendaraan, baik roda dua maupun empat agar datang melihat dan memeriksanya ke Mapolres Selayar. Tentunya dengan membawa dokumen serta surat-surat yang sah sebagai bukti kepemilikan. (ish/rus)

WAJO, BKM — Aparat Polres Wajo mengungkap kasus penculikan anak yang terjadi di wilayah hukumnya. Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Indo Tuo alias Amel (34) berhasil ditangkap, Selasa (13/6) pukul 16.00 Wita.
Warga Desa Tellesang, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo itu sebelumnya dilaporkan menculik seorang bocah bernama Cici Ardina. Anak berusia 3 tahun itu beralamat di BTN Firasat Kafling nomor 6.
Peristiwa berawal pada hari Sabtu (10/6) pukul 06.00 Wita. Saat itu pelaku datang ke rumah orang tua korban. Ia meminta izin untuk membawa Cici untuk membeli kerupuk di sebuah warung yang berada di Dusun Anabanuangnge, Kecamatan Keera, Kabupaten Wajo.
Karena warung tersebut milik keluarganya, orang tua korban tak menaruh curiga. Iapun memperbolehkan Amel membawa Cici pergi berbelanja. Saat itulah pelaku membawa korban dan tak kunjung dipulangkan.
Hari itu juga orang tua korban melapor ke Unit Reskrim Polsek Keera. Selanjutnya, pihak polsek melimpahkan berkas laporan tersebut ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Wajo. Laporan korban ke polisi terlampir dengan nomor: LP/486/VI/Sulsel/Res Wajo/Sek Keera, tertanggal 10 Juni 2017.
Unit PPA Polres Wajo bersama Reskrim Polsek Keera kemudian menindaklanjuti kasus tersebut. Setelah tiga hari dikejar, pelaku dibekuk di desa tempat tinggalnya. Selanjutnya, ibu rumah tangga ini digelandang ke Mapolres Wajo untuk menjalani pemeriksaan intensif.
”Di mana itu anak yang kamu culik?” tanya polisi kepada Amel ketika menginterogasinya.
Amel menjawab dengan mengatakan; ”Adaki di Soppeng, Pak. Dia baik-baikji.”
Tak menunggu waktu lama, petugas langsung bergerak ke lokasi yang disebutkan Amel. Selasa (13/6) pukul 22.00 Wita, pada sebuah rumah di Desa Leworeng, Kabupaten Soppeng, Cici Ardina berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani mengkonfirmasi kebenaran kasus ini ketika dihubungi, kemarin. Kata dia, seorang perempuan pelaku penculikan anak telah diamankan dan sementara dalam pemeriksaan intensif di Unit PPA Polres Wajo.
Mengutip keterangan orang tua saat melapor, Dicky mengatakan, pelaku dikenali bekerja sebagai pelayan di sebuah warung milik keluarganya. Ia tak pernah mengetahui adanya niat Amel untuk menculik anaknya.
”Orang tua korban mengizinkan pelaku membawa anaknya untuk belanja di warung, karena pemilik warung masih keluarganya. Tak pernah terpikirkan kalau pelaku akan melakukan penculikan, karena dia bekerja sebagai pelayan di warung milik keluarga korban,” ujar Dicky, Rabu (14/6).
Polres Wajo masih memeriksa saksi terkait kasus ini. Sementara korban telah divisum. Korban mendapat pendampingan psikis untuk memulihkan trauma yang dialaminya. (ish/rus)