pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Masa jabatan Ibrahim Saleh selaku sekretaris kota (sekkot) Makassar tinggal menghitung hari. Ia akan memasuki masa purnabakti pada 1 Juli mendatang.
Menyusul semakin dekatnya tenggat waktu itu, pelaksana tugas (plt) sekkot menjadi perbincangan hangat. Pertanyaannya, siapa yang bakal menduduki jenjang karir tertinggi aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkot Makassar itu?
Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sebenarnya sudah mengantongi satu nama. Bahkan nama tersebut telah diserahkan ke Pemprov Sulsel guna diproses. Dia adalah pejabat senior eselon II di pemkot. Hanya saja, orang nomor satunya Makassar ini belum bersedia menyebutkannya secara rinci.
”Satu nama sudah diserahkan ke pemprov. Pejabat terpilih tentunya yang senior, baik dari segi pangkat maupun golongan. Kalau namanya, nantilah,” kata Danny, sapaan akrab wali kota, Selasa (13/6).
Selain itu, tambah Danny, satu nama tersebut merupakan pejabat yang bebas dari masalah hukum.
Lalu kapan nama plt sekkot diumumkan? Wali kota belum dapat memastikan waktunya. Sebab dirinya juga menunggu proses yang berlangsung di pemprov.
”Tergantung dari pemprov. Kalau sudah ada hasilnya, pasti kita umumkan,” tandasnya.
Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulsel, Abdul Latif membenarkan jika usulan nama plt sekkot sudah ada di Pemprov Sulsel. Seperti halnya Danny, sekprov juga enggan membocorkan nama yang diusulkan.
“Besokpi (hari ini) saya kasih tahu namanya,” ujarnya di kantor gubernur, kemarin sore.
Yang jelas, kata Latif, nama itu merupakan salah satu staf Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Nama tersebut akan disampaikan terlebih dahulu ke gubernur untuk mendapat persetujuan.
“Usulannya sudah ada. Pelaksana tugas itu nantinya persiapan 1 Juli bertugas, karena Sekkot Ibrahim Saleh sudah memasuki masa pensiun,” terangnya.
Sementara untuk sekkot definitif, kata Abdul Latif, akan melewati proses seleksi melalui panitia seleksi (pansel).
Ketika ditanyakan ulang sekaitan nama yang diusulkan pemkot untuk menjadi plt sekkot, Abdul Latif melimpahkannya ke kepala BKD (Badan Kepegawaian Negara). “Coba tanyakan ke kepala BKD,” kelitnya.
Namun, ketika BKM menghubungi Kepala BKD Sulsel, Ashari Fakhsirie Radjamilo, ditegaskan jika belum ada usulan dari pemkot. “Belumpi. Belumpi. Mungkin dua atau tiga hari saya informasikan, ” kilahnya. (arf-rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Hari baru saja berganti. Selasa dinihari (13/6) pukul 01.00 Wita. Di kamar 310 Hotel M Boutique Jalan Gunung Bawakaraeng.
Sejumlah aparat dari reserse dan kriminal (reskrim) Polsek Ujungpandang tengah berada di hotel tersebut. Dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Mulya Widada serta Dantimsus Aiptu Syawaluddin, mereka baru saja melakukan penggerebekan.
Polisi mengejar keberadaan pelaku penggelapan mobil rental milik anggota kepolisian. Ia diduga sedang berpesta sabu di dalam kamar hotel.
Benar saja, yang dicurigai ada di hotel tersebut. Bahkan tengah berpesta sabu.
Dari dalam kamar, polisi mengamankan empat orang. Tiga perempuan dan seorang laki-laki. Masing-masing Ririn Dwi Rahayu (30), Arya Nur Iftitah (19) dan SW (13). Ketiganya warga Jalan Cendrawasih. Sementara satu orang pria bernama Akbar Pratama (23), warga Jalan Kasuari.
Saat menggeledah seisi kamar, polisi mendapati sejumlah barang bukti. Diantaranya beberapa paket sabu dan sisa pakai, lengkap dengan alap isap (bong). Diamankan pula sejumlah handphone (HP).
Ketika menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ujungpandang, terungkap jika Ririn Dwi Rahayu adalah pelaku penggelapan mobil rental Datsun Go warna abu-abu. Sementara tiga lainnya merupakan rekan tersangka.
Kapolsek Ujungpandang, Kompol Ananda Fauzi Harahap menjelaskan, Ririn Dwi Rahayu sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) kasus penggelapan mobil rental milik anggota kepolisian. Kasusnya tercatat dalam laporan polisi nomor:173/VI/2017/Restabes Mks/Sektor Ujung Pandang, Tanggal 8 Juni 2017. Lokasinya disebutkan di Pasar Baru Jalan WR Supratman.
”Tersangka Ririn ini yang mengajak temannya untuk berpesta narkoba di hotel,” kata Kapolsek.
Kasubag Humas Polrestabes Makassar, Kompol Burhanuddin menerangkan, tersangka Ririn merental mobil korban untuk jangka waktu 21 hari. Sewa yang disepakati Rp200 ribu per hari.
”Setelah tiba pada hari yang disepakati, tersangka tidak mengembalikan mobil yang direntalnya. Waktu ditelepon oleh pemilik mobil, dia berjanji akan mengembalikannya. Tapi janji itu tak pernah ditepati. Dia kemudian bersembunyi dan tidak mau bertemu dengan korban. Keterangan tersangka masih dalam pengembangan,” terang Kompol Burhanuddin. (jul/rus)

GOWA, BKM — Praktik mesum di penginapan dalam wilayah Gowa kian marak. Padahal ini masih bulan ramadan.
Aparat Polsek Somba Opu menemukan lima pasangan bukan suami istri tengah berduaan dalam kamar. Status mereka bervariasi. Mulai dari mahasiswi hingga karyawan swasta.
Mereka diamankan dari sebuah pondok penginapan Melati di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Minggu dinihari (11/6). Mereka adalah DS (21) bersama pasangannya lelaki As (21). DS adalah seorang mahasiswi sebuah sekolah tinggi ilmu kesehatan (STIKES). Sedang As pelajar sebuah lembaga diklat di Barombong.
Pasangan kedua adalah lelaki Ras (25) dan He (20). Keduanya sama-sama karyawan swasta di Gowa.
Seorang karyawan swasta berinisial Aa (25) ditemukan bersama perempuan Ti (21), juga mahasiswi STIKES. Lelaki Mai (28) dan Ha (24) sama karyawan swasta di Makassar. Sementara Mu (34) dan pasangan perempuannya Ra (23) berasal dari Jalan Racing Center Makassar.
Saat penggerebekan berlangsung, kelima pasangan bukan muhrim ini panik bukan kepalang. Mereka tak menyangka akan dirazia petugas di pondok yang disewanya malam itu. Bahkan ada diantaranya yang masih mengenakan sarung.
Kapolsek Somba Opu, Kompol Prabowo mengatakan, mereka yang ditemukan berdua-duaan di kamar itu diproses di Mapolres Somba Opu. Sekaligus dibina dan diarahkan untuk meresmikan hubungan mereka menjadi suami istri. Namun sebelumnya, mereka akan dikembalikan ke orang tua masing-masing
Prabowo mengakui bahwa saat merazia, ditemukan ada seorang wanita hanya mengenakan sarung. Diduga ia baru saja melakukan hubungan layaknya suami istri.
“Kami sudah ambil datanya. Nomor telepon orangtuanya juga sudah ada. Kami akan segera menghubunginya,” terang Kapolsek.
Prabowo mengakui, banyaknya temuan orok beberapa bulan terakhir dipastikan adalah hasil hubungan gelap pasangan-pasangan tidak bertanggungjawab. Karena itu, selama ramadan ini pihaknya aktif melakukan operasi cipta kondisi (cipkon). Langkah ini dilakukan tidak hanya di tengah lingkungan pemukiman warga, tapi semua tempat. Termasuk di kos-kosan maupun penginapan. (sar/rus)

MAKASSAR, BKM — Peristiwa perampokan terjadi pada sebuah rumah toko (ruko) berlantai empat di Jalan Lompobattang, Makassar, Minggu subuh (11/6) pukul 04.30 Wita. Seorang pelaku bertindak beringas hingga melukai dan menikam dua orang korbannya.
Mereka adalah Rahmawati dan Fernando (15). Rahmawati adalah asisten rumah tangga. Sementara Fernando putra pemilik rumah.
Rahmawati menderita luka tikaman pada bagian leher sepanjang 20 cm. Luka robek pada telinga sebelah kiri. Tujuh luka tebasan di tangan kanan yang menimbulkan luka robek. Begitupun pada tangan kirinya.
Sedangkan Fernando terkena sayatan pisau pelaku pada bagian kepala. Juga goresan pada lengan kanannya. Ia terluka ketika berusaha menolong Rahmawati.
Petugas Polsek Ujung Pandang dipimpin Kapolsek, Kompol Ananda Fauzy Harahap turun langsung ke lokasi. Ia didampingi Kanit Reskrim, Iptu Arham Gusdiar dibackup personel Jatanras Polrestabes Makassar yang dipimpin Kasubnit 2 Ipda Arif Muda. Kedua korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia untuk mendapat perawatan medis.
Petugas juga melakukan penyisiran di rumah korban. Mulai dari lantai satu hingga lantai empat guna mencari pelaku. Hanya saja, pelaku yang dicari tak jua ditemukan. Ia diperkirakan kabur lewat jendela sebelum petugas kepolisian tiba di lokasi.
Guna mengungkap kasus ini, polisi kemudian menemui korban di RS Pelamonia. Beruntung, mereka masih bisa berbicara dan memberi keterangan.
Dari penuturan Rahmawati, saat kejadian ia tengah tertidur. Tiba-tiba dia mendengar suara mencurigakan. Dia kemudian mencari sumber suara di lantai dua.
Begitu turun, Rahmawati mendapati seorang pria yang tak dikenalnya. Sontak ia berteriak; pencuri….!!! Di saat bersamaan pelaku langsung menghunuskan pisau yang digenggamnya ke tubuh korban. Rahmawati pun terluka akibat serangan itu.
Mendengar suara teriakan Rahmawati, Fernando terbangun. Ia mendapati tubuh asisten rumah tangganya itu terkapar tak berdaya. Apes bagi Fernando. Diapun diserang oleh pelaku, hingga akhirnya terkapar pula dengan luka sayatan di tubuhnya.
”Kemungkinannya pelaku masuk dengan cara memanjat lewat pintu ruangan bagian atas di lantai empat. Selanjutnya turun ke lantai tiga dan dua. Ia mencari barang berharga di dalam kamar lantai dua. Saya terbangun mendengar suara mencurigakan,” terang Rahmawati.
Disebutkan, saat melakukan aksinya, pria tersebut mengenakan celana pendek, berbaju lengan panjang warna hitam dan membawa pisau. Usai menikam kedua korban, ia langsung melompat dari lantai dua dan tercebur ke dalam kanal di belakang rumah yang disatroninya.
Penjelasan Rahmawati itu kemudian ditindaklanjuti polisi. Tak butuh waktu lama untuk mengungkap pelaku perampokan sadis ini.
Kapolsek Kompol Ananda yang berhasil mengidentifikasi pelaku, langsung mengarahkan personelnya yang dibantu tim Jatanras Polrestabes Makassar. Mereka memblokade kawasan Jalan Bulusaraung.
Loksi inipun kemudian disisir. Petugas mendapati sebuah gubuk kecil. Tepatnya di tembusan kanal. Diduga, gubuk ini menjadi tempat persembunyian pelaku.
Penggeledahan pun dilakukan. Alhasil, dari dalam gubuk ditemukan baju lengan panjang warna hitam dan celana pendek dalam keadaan basah. Saat dicium, bau menyengat menyeruak dari pakaian tersebut. Seperti bau air got.
Seorang pria didapati berada di dalam gubuk. Namanya Randi Sudewa (25), beralamat di Jalan Lompobattang. Saat polisi datang, ia berpura-pura sedang tidur.
Petugas kemudian mengecek tubuh Randi. Terdapat luka goresan di lengannya. Juga ada luka lecet di kaki. Diduga akibat korban melakukan perlawanan.
Selain itu, bau badan Randi juga sangat menyengat. Selain berbau air got, terdapat pula lumpur di telinganya.
Karena terindikasi sebagai pelaku, polisi kemudian mengamankan Randi tanpa perlawanan. Ia lalu digelandang ke Mapolsek Ujung Pandang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepada Randi, ditanyakan perihal pakaian yang ditemukan dalam kondisi basah. ”Ini baju dan celana siapa yang punya? Kenapa sampai basah?” tanya petugas.
Randi berusaha berkelit. Baju dan celana itu diakui sebagai miliknya. Namun, dia berdalih pakaian tersebut basah karena jatuh ke kanal. ”Baju dan celanaku itu, Pak. Jatuhki di kanal,” ujarnya.
Petugas mendesak dan masih memberikan pertanyaan secara persuasif sebelum bertindak tegas. Akhirnya Randi mengakui baru saja melakukan aksi perampokan serta penikaman.
”Iya, Pak. Saya yang melakukannya. Saat itu saya masuk ke rumah dengan cara memanjat ke lantai empat. Rencananya mau ambil barang berharga. Tapi ada yang berteriak di dalam rumah. Saya langsung menyerangnya dengan pisau,” ungkapnya.
Usai diinterogasi, petugas kemudian menggiring Randi untuk menunjukkan barang bukti pisau yang disembunyikannya. Namun, saat di perjalanan ia nekat melompat dari atas mobil petugas. Randi bahkan sempat menendang seorang anggota unut khusus Polsek Ujung Pandang yang mengawalnya hingga terjatuh.
Tak ingin tangkapannya kabur, petugas langsung mengambil tindakan tegas. ”Sebelum melumpuhkannay di bagian kaki, terlebih dahulu diberi tiga kali tembakan peringatan ke udara. Selanjutnya dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk perawatan medis,” kata Kapolsek Ujung Pandang. (ish/rus)