pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

BANYAK rutinitas selama ramadan yang akan selalu dirindukan. Tak terkecuali bagi Head of Business Banking BNI Wilayah Makassar, Faizal Arief Setiawan.

Laporan: Rahmawati Amri

BERBUKA puasa bersama, tarawih berjamaah di masjid, dan aktifitas religius lain yang tak pernah dijumpai di luar ramadan merupakan hal yang dinantikan-nantikan.
Selain mengintensifkan dan menambah pengalaman religi, salah satu yang sensasinya cukup dinikmati oleh Faizal saat ramadan adalah berburu takjil atau penganan untuk berbuka puasa.
Ada dua lokasi yang selalu menjadi tujuannya dalam berburu takjil. Yakni bazar ramadan di Jalan Mappanyuki dan area gedung IMMIM yang terletak di Jalan Jenderal Sudirman.
“Di sana itu menu-menunya luar biasa. Mulai yang tradisional hingga modern. Aneka masakan dari berbagai bahan ditawarkan. Pokoknya khas ramadan sekali,” ungkap Faizal.
Pada dasarnya, dia bukan tipikal orang yang suka memilih-milih makanan. Namun dia tetap menekankan makanan yang seimbang gizinya namun tetap lezat. Karena itu, konsumsi sayuran setiap hari saat berbuka maupun sahur sangat diperhatikan. Bukan hanya saat Ramadan saja, diluar itu dia tetap berusaha mengonsumsi sayur setiap hari.
Selain berburu takjil, istri di rumah tetap mempersiapkan makanan spesial bagi dirinya dan anak-anak. “Istri saya termasuk pintar masak. Macam-macam menu dibuatkan. Ada menunya yang sangat menggugah selera, sayur rebung pakai telur asin,” ungkapnya.
Di bulan penuh ampunan ini, dirinya juga tak lupa meningkatkan rutinitas ibadah dengan melibatkan anak-anaknya. Salah satu yang dilakukan adalah setiap usai magrib dan subuh, anak-anak diajari untuk kultum. Anaknya yang kecil diajari untuk menjadi imam.
“Itu untuk melatih mereka berbicara di depan umum,” terangnya.
Tak lupa baca quran, mendengar ceramah khususnya yang dibawakan oleh Quraish Shihab.
Agar bisa tetap fit saat puasa, Faizal mengaku jarang mengonsumsi suplemen. Dia hanya berusaha untuk selalu aktif dan tidak bermalas-malasan. (*/rus)

MAKASSAR, BKM — Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo merealisasikan janjinya. Ujicoba pengoperasian underpass simpang lima resmi dilakukan, Minggu (18/6).
Tiba di lokasi, sesaat setelah turun dari kendaraan dinasnya, terlihat mata orang nomor satu di Sulsel itu berkaca-kaca. Ia seolah tak mampu menyembunyikan rasa haru dan bahagia, karena infrastruktur jalan yang ditunggu-tunggu kehadirannya itu sudah bisa difungsikan.
Penggunaan underpass simpang lima Tol-Mandai ditandai dengan penandatanganan prasasti. Mobil gubernur juga melakukan lintasan perdana dan melewati lajur kiri dan kanan sebanyak dua kali.
Underpass simpang lima itu memang sengaja dikebut pengerjaannya, agar bisa dilalui para pemudik pada H-7 hingga H+7 lebaran Idul Fitri.
Kepala Bidang Pembangunan dan Pengujian Balai Besar Jalan Nasional Wilayah XIII Makassar, Budiamin mengatakan, progres jalan bawah tanah yang kemudian diberi nama Underpass Simpang Sayang itu sudah rampung sekitar 96 persen. Ditargetkan keseluruhan pekerjaan bisa selesai 11 Juli 2017 mendatang.
Dia mengatakan, pembukaan sementara untuk mengatasi kemacetan selama periode arus mudik. Artinya, selama 14 hari ke depan, jalan tersebut bisa difungsikan pengguna jalan.
”Selanjutnya akan kembali ditutup untuk merampungkan ornamen-ornamen yang belum sepenuhnya selesai. Juga penyelesaian kolam air mancurnya,” ujar Budiamin.
Undarpass Simpang Sayang ini memiliki panjang mencapai 1,05 km, dengan panjang terowongan 110 meter dan lebar beton 20,6 meter. Untuk pembiayaannya, proyek ini dialokasikan multiyears dengan total dana Rp169,63 miliar.
Sementara Syahrul mengatakan, underpass merupakan rekayasa jalan yang diwujudkan sebagai bentuk komitmen bersama untuk pembangunan bangsa dan negara.
Dia menekankan, underpass Simpang Sayang merupakan terowongan bawah tanah atau tunel pertama yang ada dan dibangun di Kawasan Timur Indonesia.
Syahrul menambahkan, proyek underpass ini sangat penting perannya untuk melayani lalulintas regional maupun keluar masuk bandara yang terjadi lima kurun waktu terakhir.
“Kita semua menjadi saksi sejarah. Menjadi orang pertama yang melintas di underpass pertama di Indonesia Timur ini. Dengan ucapan Bismillahirahmanirahim, saya fungsikan underpass Simpang Lima Sayang ini,” tandasnya.
Tidak lama setelah diresmikan pengoperasiannya, para pengguna jalan langsung meramai-ramai melewati underpass. Bahkan ada diantaranya yang sengaja mengabadikannya dengan berswafoto di pinggir jalan. (rhm/rus)

MAKASSAR, BKM– Kecelakaan lalulintas yang menelan korban jiwa kembali terjadi di Jalan Tol Sutami, Makassar, Minggu sore (18/6) sekitar pukul 15.00 Wita. Dua orang meninggal dalam peristiwa ini. Dua lainnya terluka parah.
Saat kejadian, mobil Toyota Innova warna silver DD 1495 SD tersebut dikemudikan Prof Kamal Amir. Pria beralamat di kompleks Perumahan Bumi Permata Sudiang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya ini merupakan Ketua Jurusan Matematikan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Hasanuddin.
Ketua Bidang Publikasi dan Humas Media Unhas, Ishak Rahman membenarkan peristiwa lakalantas yang dialami Prof Kamal Amir. ”Benar, yang kecelakaan di jalan tol adalah Prof Kamal Amir. Kondisi beliau luka-luka. Saat ini ada di Rumah Sakit Sayang Rakyat,” ucapnya saat dikonfirmasi sesaat setelah kejadian, kemarin.
Akibat kejadian tersebut, menurut Ishak, istri Kamal Amir meninggal dunia di lokasi kejadian. “Anak kedua beliau baru beberapa menit lalu juga meninggal. Anak pertamanya sedang dibawa ke RS Wahidin utk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.
Kamal Amir yang sore kemarin juga melintas di Jalan Tol Sutami sempat terjebak macet akibat kejadian ini. ”Saya juga baru lewat dari jalan tol. Sempat kena macet parah. Ternyata yang mengalami kecelakaan Prof Kamal,” terangnya.
Kapolsek Biringkanaya, Kompol Anugrah yang dikonfirmasi terpisah, membenarkan insiden tabrakan maut itu. Kata dia, lakalantas terjadi di jalan tol tepat di depan kantor Kelurahan Bulurokeng.
Dari hasil olah TKP, diduga minibus yang dikemudikan Prof Kamal Amir hendak mendahului sebuah mobil truk. Namun nahas, mobil Prof Kamal malah menabrak truk dari belakang. Akibatnya, kondisi minibus hancur pada bagian depannya.
”Satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian. Tiga lainnya dibawa ke rumah sakit,” jelas Kompol Anugrah. Tidak lama berselang, satu korban lainnya mengembuskan nafas terakhir di rumah sakit.
Saat terjadi kecelakaan, tidak ada warga yang langsung memberi pertolongan. Karena lokasinya di dalam area tol. Warga hanya bisa menyaksikannya dari atas jembatan penyeberangan.
Petugas kepolisian lalulintas tiba di lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban dari dalam mobil Innova. Prof Kamal mengalami pendarahan yang cukup hebat.
”Kasusnya ditangani Satlantas Polrestabes. Kami memberikan pertolongan pertama kepada korban di lokasi kejadian. Korban dievakuasi ke Rumah Sakit Wahidin,” terang Kompol Anugrah. (ish/rus)

MAKASSAR, BKM– Tujuh hari menjelang Lebaran Idul Fitri (H-7), aktifitas di pusat-pusat perbelanjaan yang ada di Kota Makassar sangat padat. Salah satunya di Pasar Butung.

Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan menyerbu pusat grosir pakaian terbesar di Kawasan Indonesia Timur itu.
Untuk melihat seperti apa aktifitas di pasar tersebut jelang lebaran, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyempatkan waktu berkunjung
ke sana, Minggu (18/6) siang.
Aktifitas di pasar yang sempat terbakar pada Rabu, 7 Juni itu berjalan normal bahkan sangat padat. Masyarakat dari berbagai penjuru datang berbelanja kebutuhan lebaran di pusat grosir terbesar di Kawasan Timur Indonesia tersebut.
Syahrul YL dalam kunjungannya memberikan semangat kepada para pedagang dan masyarakat di sana melalui pengeras suara.
Saat diwawancarai Syahrul YL mengatakan Pasar Butung besar perananya untuk kawasan timur Indonesia. “Ada 12 provinsi yang mengambil barang di sini. Kalau dulu daerah lain harus ke Tanah Abang Jakarta, sekarang mengambil di Pasar Butung,” sebutnya.
Ia menambahkan bahwa satu kios dalam sehari bisa tiga hingga empat kali menambahkan barang baru atau cuci gudang.
“Ekonomi tahun ini lebih baik, kita berharap bisa meningkatkan ekonomi rakyat,” harapnya.
Kedatangan Syahrul ini juga dimanfaatkan oleh warga dan para pedagang untuk berfoto bersama.
Maryam warga Kabupaten Gowa yang datang berbelanja keperluan untuk anaknya di hari lebaran, mengaku senang melihat langsung Gubernur Sulsel dua periode tersebut. “Saya baru pertama kali melihat langsung Pak Gubernur. Meski begitu saya senang dan memberi semangat untuk berbelanja walau padat pengunjung di Butung,” katanya.
Sementara itu, dari pantauan BKM, sejumlah pusat perbelanjaan juga dipadati warga yang hendak berburu diskon, seperti di Mal Panakukang dan Ramayana. Bahkan, Jalan Pengayoman dan Boulevard macet parah, belum lagi parkir yang mengambil separuh badan jalan termasuk penyumbang kemacetan.(rhm)