BONE, BKM — Lagi-lagi sengketa lahan berujung pembunuhan. Terjadinya di Lingkungan Taring Tellue, Kelurahan Tanabatue, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.
Peristiwa berlangsung Minggu (18/6) pukul 18.30 Wita. Tidak lama seusai umat muslim di daerah ini menikmati buka puasa.
Satu orang tewas dalam duel maut ini. Namanya Makku Kerru. Berusia 65 tahun. Ia menemui ajal setelah terkena sabetan parang dari pelaku, Yunus Sali (60).
Informasi yang diperoleh BKM, pelaku dan korban bertemu dan mempersoalkan lahan. Keduanya pun terlibat adu mulut. Entah apa sebabnya Yunus Sali naik pitam. Langsung saja ia menghunus parangnya dan mengarahkannya ke tubuh Makku. Terkena sabetan parang, korban langsung tersungkur bersimbah darah.
Tak ada warga yang memisahkan perkelahian keduanya. Sebab saat kejadian tepat waktu berbuka puasa. Nanti ketika warga berteriak melihat korban berlumuran darah, barulah mereka ramai-ramai datang ke lokasi.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani yang dikonfirmasi, mengaku telah menerima informasi peristiwa berdarah itu dari Polres Bone.
”Iya, memang ada. Kejadiannya di wilayah Polres Luwu. Dipicu kasus sengketa lahan. Pelaku masih dalam proses pemeriksaan,” kata Dicky, kemarin.
Menurut Dicky, saat menerima informasi adanya duel maut itu, petugas langsung ke lokasi kejadian. Selanjutnya mengevakuasi jasad korban ke Puskesmas Tanabatue untuk dilakukan visum. Ia meregang nyawa akibat luka tebas di tubuhnya. Seperti di bagian kepala dan pelipis sebelah kiri yang mengakibatkan luka terbuka.
”Selain mengamankan pelaku, petugas juga menyita barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku membantai korban,” jelas Dicky. (ish/rus)
Sengketa Lahan Berujung Pembunuhan
×

