pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR, BKM — Hari masih pagi, Selasa (25/7). Kira-kira pukul 07.00 Wita. Sebuah laporan masuk ke Mapolsek Ujungpandang.
Dilaporkan bahwa telah terjadi dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di ruang seksi perbendaharaan kantor Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Jalan Dr Ratulangi. Sekitar pukul 08.00 Wita, petugas SPKT dan piket yang dipimpin KSPK Polsek Ujungpandang, Aiptu Hidayat Gaffar mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Karena lokasi kejadian berada di wilayah hukum Polsek Ujung Pandang. Mereka juga berkoordinasi dengan tim identifikasi Polrestabes Makassar.
Pukul 08.30 Wita, tim identifikasi Polrestabes Makassar yang dipimpin Aiptu Herman Mote melakukan olah TKP. Hasilnya, ditemukan dua buah tas jinjing warna hitam berisi laptop. Jendela kaca ruang keuangan/anggaran dalam keadaan tercongkel.
Demikian pula pintu ruangan, rusak dengan kondisi tercongkel. Di atas sebuah kursi warna merah, polisi menemukan dua buah obeng. Laci meja dalam keadaan terbuka. Berkas-berkas berhamburan. Ditemukan pula sebuah kantong uang dalam kantong plastik putih berisi uang Rp20.000 dan Rp2.000.
Yang mengherankan, brankas ada di ruangan dalam keadaan terbuka, namun tidak ada tanda-tanda kerusakan. Diduga pelaku mengambil uang dengan total senilai Rp1,2 miliar. Juga berkas dan surat-surat berharga.
Polisi kemudian mengambil keterangan dari seorang petugas kebersihan bernama Ferdinand (23). Lelaki yang beralamat di Jalan Bontoduri 10 Lorong 1 ini menuturkan, sekitar pukul 05.00 Wita dia hendak membersihkan ruang keuangan. Saat itu dia melihat kondisi ruangan dalam keadaan berantakan. Brankas tempat menyimpan uang juga terbuka.
Ferdinand lalu melaporkan apa yang dilihatnya itu kepada Sukri (49), seorang Satpam yang bertugas. Sukri yang beralamat di Je’netallasa, Kabupaten Gowa inipun lalu melapor ke polisi.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Endi Sutendi mengaku telah menerima laporan kasus pembobolan brankas PDAM Makassar. ”Penyidik masih mendalami laporannya. Termasuk soal dugaan keterlibatan orang dalam. Penyidik masih memeriksa saksi-saksi,” ujarnya, kemarin.
Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Humas PDAM Makassar, Muh Idris menjelaskan, hilangnya uang dari brankas bendahara perusahaan pertama kali diketahui seorang cleaning service. Ia rutin membersihkan ruangan di kantor ini setiap pagi.
”Cleaning service yang pertama membuka pintu untuk membersihkan ruangan. Kira-kira pukul 05.30 Wita. Dia mendapati pintu dan jendela di ruang seksi perbendaharaan rusak, dan langsung melapor ke petugas keamanan yang berjaga,” jelas Idris.
Disebutkan Idris, pada malam kejadian ada lima orang petugas keamanaan yang berjaga di kantor PDAM. Mereka bertugas di pos pintu utama dan pos pintu belakang untuk akses keluar masuk mobil tanki dan karyawan.
Setiap satu jam, kata Idris, para petugas keamanan secara bergantian turun patroli mengontrol setiap gedung. Entah kenapa, pencuri bisa masuk dan melakukan pengrusakan hingga mengambil uang dari brankas.
“Menurut analisa kami di internal, pelaku ini memang sudah mengintai security. Jadi bukan security yang mengintai. Tidak ada memang penjagaan khusus di tiap ruangan. Securtiy hanya berjaga di pos jaga,” terangnya.
Idris menerangkan tentang brankas yang isinya dibobol. Menurutnya, brankas tersebut sudah berusia 20 tahun lebih. Ukuran panjangnya 1 meter dan lebar 60 cm.
Uang yang disimpan di dalamnya untuk biaya operasional, seperti membayar tagihan dan kebutuhan kantor. Tidak termasuk untuk membayar gaji pegawai. ”Kita tetap profesional membayar gaji pegawai,” katanya.
Direktur Direktur Utama PDAM Makassar, Haris Yasin Limpo mengklaim, pengamanan di kantor yang dipimpinnya telah tersistem dengan baik. Karenanya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk bekerja menyelidiki kejadian ini.
“Uangnya itu untuk biaya operasional hari ini (kemarin) untuk mitra. Termasuk pembayaran pajak. Kalau yang lain-lain kita masih cari datanya lagi,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Anwar Hasan yang ditemui di kantor PDAM, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Untuk sementara, kata dia, berdasarkan hasil pemeriksaan CCTV (Closed Circuit Television), pencurian dilakukan dua orang pelaku. Berlangsung sekitar pukul 02.35 Wita. Hanya saja, untuk ciri-cirinya Anwar belum bersedia membeberkannya.
Dari rekaman CCTV dan olah TKP pelaku beraksi dengan cara merusak tiga pintu ruangan, tujuh laci meja dan mencungkil jendela. “Sidik jari dan rekaman CCTV dari olah TKP masih kita dalami. Untuk sementara kita lihat dua pelaku yang tertangkap kamera. Menurut kami, tidak ada keterlibatan orang dalam,” tandasnya.
Uang yang berhasil diamankan maling dalam brankas, kata Anwar, kurang lebih senilai Rp1,2 miliar. Pengumpulan data ke bendahara masih terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti nilai uang yang ada dalam brankas. Sebab sebelumnya bendahara pernah mengambil uang Rp3 miliar dari bank, yang kemudian dilakukan pembayaran Rp1,8 miliar.
“Sisa uang itulah yang ada dalam brankas dan diambil pelaku. Itu adalah dana yang akan dibayarkan pada hari ini (kemarin). Tapi kita masih memeriksa lagi dari sisi pembukuan keuangan,” kuncinya. (jul-arf/rus)

PANGKEP, BKM — Tim Polda Sulsel bersama Polres Pangkep berhasil menyita bahan peledak (handak) berupa 1.299 detonator, beserta tiga ton pupuk jenis amonium nitrat. Bersamaan dengan itu, polisi mengamankan 15 orang yang diindikasikan sebagai pelaku pengeboman ikan.
Pengungkapan handak dan barang bukti terbesar dari beberapa wilayah Kepulauan Pangkep ini membuat prihatin Kapolda Sulsel, Irjen Pol Muktiono. Ia membeber handak tersebut saat menggelar rilis di halaman kantor Satuan Polair Polres Pangkep di dermaga Maccini Baji, Kecamatan Labakkang, Pangkep, Senin (24/7).
Ikut mendampingi Kapolda, Direktur Reskrim Kombes Pol Erwin Zadma, Kapolres Pangkep AKBP Edy Kurniawan, Bupati Pangkep Syamsuddin A Hamid, Ketua DPRD Andi Ilham Zainuddin dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
”Ini sangat memprihatinkan. Begitu banyak barang bukti bahan peledak yang diamankan. Selain biasa merusak biota laut, bahan pembuatan bom ini bisa dimanfaatkan jaringan teroris,” ujar Muktiono.
Ia menjelaskan, jika terjadi kerusakan biota laut, membutuhkan waktu lama untuk memperbaikinya. Karena itu, polda berkomitmen bersama Pemkab Pangkep dan Forkopimda untuk memberantas jaringan handak ini. ”Pelaku dan pengendali kasus bom ini masuk jaringan internasional,” terang Muktiono.
Harga pupuk amonium nitrat, seperti diungkapkan Direktur Reskrim Umum Polda Sulsel, Kombes Erwin Zadma, di Malaysia itu satu zak seharga Rp500 ribu. Jika sudah masuk ke Indonesia bisa mencapai Rp2,5 juta per zak.
Erwin menjelaskan, salah satu dari 15 orang yang diamankan dalam kasus ini, juga terjerat kasus narkoba. Dia adalah Arfah. ”Pria ini yang berperan sebagai otak dari jaringan handak,” terang Erwin.
Kapolres Pangkep, AKBP Edy Kurniawan menerangkan, ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengungkap kasus ini. Salah satunya dengan taktik memancing pelaku untuk menjual pupuk ilegal tersebut kepada petugas.
”Awalnya dari pelaku kita sita 2 zak. Pengungkapan ini sampai ke Bone, dan salah seorang yang disebut-sebut pemasok handak. Satu diantaranya masih kita kejar dan ditetapkan sebagai DPO. Sebelumnya Di Pulau Balanglompo ada bom siap pakai juga kami amankan,” jelas Edy.
Usai penjelasan dari Dirreskrimum dan Kapolres Pangkep memberi penjelasan, Kapolda kembali menambahkan. Menurut dia, dalam pengembangan kasus ini dijalin kerja sama dengan Bareskrim dan Interpol Malaysia. Sebab handak tersebut masuk melalui jaringan internasional.
Muktiono mengakui, salah satu kendala yang dihadapi sehingga kasus ini tidaklah mudah untuk diungkap, karena wilayah Pangkep yang terdiri dari beberapa pulau dan saling berjauhan.
Dalam kesempatan itu, Kapolda membantah jika Sulsel disebut sebagai penyuplai handak terbesar di Indonesia. Jenderal bintang dua ini dengan senyum khasnya, mengatakan; ”Ah, Sulsel tidak masuklah (sebagai penyuplai bahan peledak).”
Para tersangka yang berhasil ditangkap, khususnya pemilik detonator akan dijerat dengan Undang-undang Darurat. Sementara pemilik pupuk terancam Undang-undang Budidaya Tanaman. (udi/rus/b)

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 01.00 Wita. Peralihan waktu baru saja terjadi, dari hari Sabtu ke Minggu dinihari (23/7).
Puluhan personel dari Polrestabes Makassar tengah melakukan razia. Terdiri dari tim jatanras (kejahatan dan kekerasan), satuan narkoba, provist serta satuan reskrim. Tim yang dipimpin Kasat Narkoba, Kompol Diari Estetika ini mendatangi tempat hiburan malam (THM) dan rumah bernyanyi.
Penyisiran dimulai dari THM Publik di Jalan Arif Rate. Pengunjung yang melihat kedatangan petugas tampak kaget. Bahkan ada yang mencoba hendak kabur. Namun lokasi telah diblokade petugas. Salah seorang pengunjung THM ini diamankan karena tertangkap tangan membawa obat daftar G.
Petugas lalu naik ke lantai II THM ini. Dari penyisiran, petugas menemukan lagi barang bukti berupa saset sisa sabu serta ganja yang diduga telah digunakan.
Selain itu, ada pula ditemukan tisu magic. Kertas untuk menambah vitalitas pria itu dibuang ke lantai oleh pengunjung THM ketika melihat petugas datang.
Tim kemudian mendatangi THM dan tempat karaoke lainnya. Hasilnya, sebanyak 26 orang diamankan dari tempat berbeda. Ironisnya, 10 diantaranya merupakan anak di bawah umur. Ada pula yang ditemukan membawa ganja, obat daftar G jenis tramadol, serta senjata tajam badik.
Polisi lalu melakukan tes urine terhadap pengunjung THM dan rumah bernyanyi itu. Lima orang perempuan diindikasikan mengonsumsi narkoba. Pukul 03.00 Wita, mereka kemudian digiring ke Mapolrestabes Makassar guna menjalani pemeriksaan lebih intenfis.
Wakasat Narkoba Polrestabes Makassar, Kompol Fajri menjelaskan, mereka yang terjaring razia dan tes urinenya positif narkoba, langsung ditahan dan diproses hukum. Termasuk yang membawa ganja. Sementara yang kedapatan membawa badik, penanganan kasusnya diserahkan ke Satreskrim.
Sementara anak di bawah umur yang terjaring, masing-masing RR, MAY, AS, MIS, WRD, AB, MAN, AS, MA dan FJ. Menurut Fajrin, saat dilakukan penggerebekan, mereka ditemukan sedang nongkrong di luar THM. Kuat dugaan remaja ini terlibat dalam penggunaan obat-obatan daftar G.
Polisi melakukan penggeledahan terhadap mereka. Identitasnya juga diminta. Tapi belum memilikinya, karena masih belum cukup umur.
”Kami juga lakukan tes urine terhadap mereka. Sekaligus memberi pembinaan,” terang Fajrin.
Kapolrestabes Makassar, Kombe Pol Endi Sutendi menerangkan, razia THM dan rumah bernyanyi dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dan informasi dari masyarakat bahwa sebagian pengunjung THM dan karaoke mengonsumsi narkoba dan membawa sajam.
”Razia ini sekaligus mengantisipasi peredaran narkoba di THM dan karaoke serta tempat lain. Razia seperti ini akan terus dilakukan,” kata mantan Kabid Humas Polda Sulsel ini, kemarin. (ish-jul/rus)

GOWA, BKM — Di sebuah rumah semi permanen di Ballaborong, Dusun Tanakaraeng, Desa Tanakaraeng, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa. Kira-kira 20 km dari Kota Sungguminasa. Menuju arah Selatan dari Bili-bili.
Jarum jam menunjuk pukul 21.00 Wita, Rabu (19/7). Beberapa orang lelaki dewasa tampak di bagian teras. Mereka tengah menikmati minuman keras (miras) khas jenis ballo.
Di tengah-tengah berlangsungnya pesta ballo, tiba-tiba suasana gaduh. Dua diantara pria tersebut terlihat duet maut. Akibatnya, seorang meregang nyawa di lokasi kejadian. Sementara satu lainnya melarikan diri yang merupakan pelaku, belakangan ditemukan dalam kondisi kritis.
Korban tewas dalam peristiwa ini bernama Amiruddin Dg Ngempo alias Aco Empo (45). Lelaki yang berprofesi sebagai wiraswasta ini berdomisili di Jenemaeja, Kabupaten Takalar. Ia diparangi oleh Mustafa Dg Kila bin Beta (35).
Peristiwa tragis ini berlangsung di rumah seorang warga bernama Manai Dg Sibali (37). Rumah tersebut dijadikan sebagai tempat pesta ballo pada malam kejadian.
Awalnya, acara minum-minum ini tampak tenang-tenang saja. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja Mustafa Dg Kila menyerang dan menganiaya Amiruddin Dg Ngempo.
Mendapat serangan mendadak pelaku yang bersenjatakan parang, Amiruddin mencoba melakukan perlawanan. Namun apa daya, Amiruddin tak berkutik. Diapun menemui ajal setelah lehernya tertebas parang Mustafa. Rumah berlantai semen itupun langsung bersimbah darah.
Kepala Dusun Tanakaraeng, Haeruddin Dg Punna (36) yang mengetahui peristiwa berdarah itu, langsung melapor ke Polsek Manuju. Polisi pun datang ke tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil olah TKP oleh kepolisian, baik korban maupun pelaku sama-sama sedang menikmati yang disiapkan pemilik rumah.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, Kamis (20/7) mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani polsek dan Polres Gowa. Beberapa saat setelah kejadian, korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara untuk visum.
Polisi kemudian melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, sekitar pukul 04.30 Wita, Kamis (20/7), tim Resmob Polres Gowa berhasil menemukan jejak Mustafa Dg Kila yang sempat melarikan diri. Pegawai honorer PLN Ranting Sungguminasa, Kabupaten Gowa itu ditemukan di RSU Salewangangan, Kabupaten Maros dalam kondisi terluka tusuk dan tidak sadarkan diri.
Satu luka tusuk berada pada bagian perutnya. Dalam kondisi seperti itu, Mustafa belum bisa dimintai keterangannya oleh petugas. Namun, menurut keterangan dari keluarganya, yakni Marzuki Dg Ngalle bin Jarre, yang memarangi korban Amiruddin adalah Mustafa.
”Kami sudah berkoordinasi dengan petugas medis RS Salewangan, Maros agar tersangka dapat dirujuk ke RSU Bhayangkara, Makassar untuk memudahkan pengawasan dan pengamanan. Namun, mereka belum memberikan persetujuan. Alasannya, harus menunggu dulu beberapa jam untuk melihat kondisi tersangka, apakah akan membaik atau tidak. Jadi petugas polres masih menunggu,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Tidak lama kemudian, petugas medis memperbolehkan Mustafa dibawa ke RS Bhayangkara, Makassar. Pengejaran sekaligus penangkapan Mustafa pada Kamis dinihari (20/7), dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Muh Darwis Akib.
”Kalau motifnya belum diketahui. Masih dalam proses lidik,” kata Mangatas.
Untuk menghindari kemungkinan timbulnya konflik menyusul tewasnya Amiruddin, polisi telah melakukan langkah antisipasi. ”Polres menempatkan personel di TKP, di kawasan rumah pelaku dan rumah sakit. Juga berkoordinasi dengan jajaran Polres Takalar, di mana keluarga korban tinggal. Kasusnya masih dalam penyelidikan guna mengungkap latar belakang kejadian,” jelas AKP Mangatas Tambunan.
Kapolres Gowa, AKBP Aris Bachtiar yang turun langsung ke TKP pada malam kejadian, berharap anggotanya mampu mengkondusifkan kondisi pascakejadian dengan melakukan pengamanan ketat.
“Kita belum tahu pasti apa motifnya. Yang jelas, kasus ini sedang dalam pengembangan. Sejumlah saksi di TKP sementara diambil keterangannya,” ujarnya, kemarin. (sar/rus)

MAKASSAR, BKM — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto saat ini tengah gencar-gencarnya melaksanakan program Badan Urusan Lorong (BULo). Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk mendukung dan menyukseskannya.
Tak terkecuali para lurah. Jika ada diantara lurah yang alergi dan tak mampu melaksanakan program BULo, maka bersiap-siaplah untuk dimutasi.
Wali kota yang akrab disapa Danny itu memastikan, akan banyak lurah yang digeser dalam mutasi berikutnya. ”Kalau ada yang tidak menjalankan BULo, kita ganti saja. Karena itu artinya mereka tidak bekerja,” tegasnya.
Hanya saja, Danny belum bersedia menyebut nama-nama pejabat ataupun lurah yang memiliki kinerja buruk dan akan masuk dalam gerbong mutasi. ”Pokoknya yang tidak kelihatan kinerjanya kita ganti,” tandasnya.
Pada Senin (17/7) kemarin, Danny melakukan pelantikan pejabat barunya. Bertempat di rumah jabatan wali kota, diambil sumpah pejabat administrator eselon III serta pengawa eselon IV.
Mereka yang dilantik, yakni Makmur menduduki jabatan eselon III di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Makassar, yakni sebagai kepala Bidang Peningkatan Prestasi Prestasi Olahraga. Juliani Jafar yang sebelumnya menduduki jabatan sebagai kepala Bagian Umum, dilantik menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan pada RSUD Makassar.
Kepala Bagian Umum diisi Ichwan Jacub, yang sebelumnya menjabat kepala bidang di Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar.
Adnan sebagai Kabid Pengadaan dan Pemanfaatan Tanah Dinas Pertanahan Makassar. A Lutfi menduduki jabatan Kepala Bidang Pengelola Arsip Dinas Kearsipan. Mahmud Fahmy sebagai Kepala Sub Bidang Mutasi dan Promosi Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM.
Rahmi Aziz sebagai Kepala Seksi Monitoring dan Evaluasi Pelayanan Medik RSUD Kota Makassar. Nur Warka menjadi Kepala Sub Bagian Pemerintahan Umum Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Makassar. Syarifuddin sebagai Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bagian Umum Sekretariat Makassar.
Sudirman diamanahkan menjadi Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Panakkukang Dinas Pendidikan Kota Makassar. Namchar Kautsar sebagai Kepala Seksi Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes.
Citra Oktavia Parindingan ditempatkan sebagai Kepala UPTD Puskesmas Pulau Kodingareng Dinkes Makassar. Abd Rahman sebagai Kepala Seksi Layanan Pemanfaatan Arsip Rahasia dan Non Rahasia Dinas Kearsipan Makassar.
Erwin Aziz sebagai Kepala Seksi Pengkajian Pelanggaran Hukum Perdagangan dan Perindustrian Disdag. Qamaluddin Achmad menjadi Kepala UPTD Tera dan Tera Ulang Disdag.
Abd Syukur (Kepala Seksi Pengesahan dan Pengendalian Usaha Sarana Perdagangan Disdag). Noorhaq Alamsyah (Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pengendalian Dinas Perumahan dan Permukiman).
Amos Robinson (Kepala Seksi Ketenteraman, Ketertiban dan Penegakan Peraturan Perda Kecamatan Ujung Tanah). Akbar Asri (Kepala Tata Usaha UPTD Pengelolaan Air Limbah DPU). Sri Supartinimawarianti (Kepala Seksi Perekonomian Pembangunan Sosial dan Penerapan Gerakan Sentuh Hati Kelurahan Bakung Kecamatan Biringkanaya). Asiz (Sekretaris Kelurahan Mannuruki, Kecamatan Tamalate.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD) Makassar, Basri Rakhman mengatakan, penggeseran atau mutasi yang dilakukan ini hanya sebagai penyegaran.
Salah satu tujuannya adalah untuk mengisi jabatan yang kosong. “Mutasi ini sebagai penyegaran birokrasi, dan untuk mengisi kekosongan jabatan yang ada,” ujarnya.
Basri menjelaskan, jabatan yang kosong sebelumnya ada di Dispora Makassar yakni kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga. Kosongnya jabatan tersebut karena pejabat sebelumnya meninggal dunia.
“Itumi Makmur ditempatkan menduduki jabatan eselon III di Dispora, karena jabatan itu sebelumnya kosong,” tandasnya. (arf/rus)

MAKASSAR, BKM — Beberapa pekan terakhir mencuat wacana ibu kota negara akan dipindahkan, mengingat aktivitas di Jakarta saat ini sudah sangat padat. Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo pun cukup getol dan meyakini jika daerah yang ini sangat tepat menjadi ibu kota negara dengan berbagai alasan.
Namun, ketika Presiden Joko Widodo berada di Makassar selama dua hari, Syahrul yang terus mendampinginya mengaku tak berani membahas masalah itu.
“Jujur saja, saya tidak berani membahas masalah itu. Saya berani bicara di luar saja. Kemarin (saat peringatan Hari Koperasi Nasional/Harkopnas ke-70) dalam sambutan saya mau bilang, tapi takut meledak,” ungkap Syahrul usai mengantar Jokowi ke Galaktika Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kamis (13/7).
Namun dia menekankan, banyak alasan kenapa Sulsel sangat tepat menjadi ibukota negara. Sekitar lima tahun lalu, jika membuat bentuk simbolis, kalau peta Indonesia dilipat, tengah-tengahnya itu ada di Sulawesi. Sulsel menjadi titik simpul yang mempertemukan Indonesia bagian barat dan timur.
Dari segi sarana dan prasarana, Sulsel infrasfruktur di Sulsel cukup kuat. Mulai jalan, bandar udara, pelabuhan, dan saat ini sementara dirintis kereta api trans Sulawesi.
Hanya saja, bukan hanya Makassar yang menjadi lokasi daerah yang diusulkan sebagai ibu kota negara. Tapi juga Parepare, Bantaeng dan Sidrap.
Syahrul mengaku kapan saja siap disupervisi Bappenas dan dianggapnya sangat wajar, karena banyak negara yang juga melakukan pemindahan ibu kota.
“Sulsel ini pemberian terbesar dari Allah, dengan posisi yang ada di tengah Indonesia. Sangat strategis tempatnya dan selalu senantiasa siap jadi pilar negara. Tapi saya takut ini hanya sekadar diwacanakan,” ungkap Syahrul.
Faktor lain yang menjadi alasan ibu kota sangat tepat dipindahkan ke Sulsel, karena daerah ini bebas dari tsunami dan tidak ada gunung aktif.
“Kalau ditakutkan bencana alam, bukan cuma di Kalimantan, di sini sampai 200 tahun juga tak ada ancaman itu. Oleh karena itu, yang paling tepat agar biayanya jangan lagi mulai dari nol, ya di sini,” tandasnya.
Di hari kedua kunjungannya di Sulsel, kemarin pagi Presiden Jokowi meresmikan pemanfaatan kembali Pasar Rakyat Maros Baru, Kabupaten Maros. Hadir mendampingi Gubernur Syahrul Yasin Limpo, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Agus Surya Bakti dan Kapolda Irjen Muktiono.
Saat turun dari mobil, Presiden Jokowi langsung disambut Bupati Maros Hatta Rahman. Kemudian rombongan Presiden Jokowi berjalan ke Pasar Baru Maros. Jaraknya sekitar 30 meter.
Hal pertama yang dilakukan Presiden Jokowi saat tiba di Pasar Rakyat Maros Baru adalah menandatangani prasasti peresmian Pasar Rakyat Maros Baru pukul 07.57 Wita.
Ada yang menarik ketika Jokowi dipersilakan untuk melakukan pengguntingan pinta pertanda diresmikannya penggunaan pasar tersebut. Dia menolak menggunting pita tersebut. Presiden lalu meminta salah seorang perwakilan pedagang untuk melakukan prosesi tersebut.
Jokowi yang ditemani Ibu Negara Iriana Joko Widodo dan SYL berada di lokasi acara hanya sekitar 32 menit.
Sebelum meninggalkan Pasar Rakyat Maros Baru, Jokowi membagikan baju kaus dan selendang. Paspampres melemparkan baju kaus dan selendang itu ke kerumunan warga.
Syamsuddin (45), salah satu warga beruntung mendapatkan selendang dan baju kaus. Ia mengatakan, pemberian Presiden Jokowi sangat bernilai.
“Saya tidak melihat dari barang yang diberikan. Tetapi nilai barangnya yang diberikan langsung Bapak Presiden,” kata Syamsuddin.
Tidak hanya itu, dalam perjalanan ke Galaktika Lanud Hasanuddin Maros, Presiden Jokowi kembali membagikan buku kepada murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) 26 satu atap Pattallassang, Maros.
Para murid dan siswa sejak pagi tadi berdiri di depan sekolah menyambut rombongan Presiden Jokowi. Setelah itu, Jokowi melanjutkan kunjungan kerja ke Kalimantan Timur. (rhm/rus)

MAKASSAR, BKM — Citra kepolisian lagi-lagi tercoreng. Seorang oknum anggotanya diamankan karena bersama kawanannya membobol counter handphone (HP).
Ginanjar Priyo Atmodji alias Anjar (34) nama anggota polri itu. Ia diamankan, Jumat dinihari (7/7) pukul 01.40 Wita. Setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar, ia dibawa Resmob Polres Soppeng yang dipimpin Aiptu Asdar.
Sebelumnya, Anjar bersama kelompoknya terlibat kasus pencurian di wilayah hukum Polres Soppeng. Tepatnya di Cabbengnge, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.
Warga Jalan Rajawali I Lorong 13, Kelurahan Panambungang, Kecamatan Mariso itu terlibat dalam aksi pencurian pada hari Senin (22/5) lalu di Cabbengnge. Pelaku berhasil membawa harta korban bernama Yanis Putra Sanjaya. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian senilai Rp130 juta.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani membenarkan penangkapan oknum polisi tersebut, ketika dikonfirmasi kemarin. Anjar yang berpangkat aiptu diamankan tim Polres Soppeng setelah menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar.
“Oknum anggota itu menyerahkan diri ke Polrestabes Makassar. Dalam catatan Polres Soppeng, dia terduga terlibat dalam aksi pencurian bersama kawanannya. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, ia kemudian menyerahkan diri pada hari Kamis (6/7) pukul 16.00 Wita. Ditemani oleh keluarganya bersama Kanit Provost Polsek Mamajang,” terang Dicky.
Sesaat setelah penyerahan diri Anjar, pihak Polrestabes Makassar kemudian berkoordinasi dengan Polres Soppeng. Anjar yang terakhir bertugas di Satuan Sabhara Polsek Mamajang lalu dijemput untuk kemudian dibawa ke Mapolres Soppeng guna pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolres Soppeng, AKBP Indra Lufrianto yang dikonfirmasi, membenarkan adanya oknum polisi asal Makassar yang diamankan pihaknya. Kata dia, oknum tersebut masih dalam pemeriksaan.
”Penyidik masih melakukan pemeriksaan terkait kasus pencurian. Berdasarkan laporan korban, oknum itu membawa kabur puluhan handphone saat membobol counter,” terang Indra.
Berbagai merek HP meraka gasak. Masing-masing HP Samsung 26 unit, HP Stewberry 22 unit, Nokia 30 unit, VIVO lima unit, Mito empat unit, Andromax enam unit dan laptop.
Kapolres menjelaskan, keterlibatan Anjar dalam kasus ini berawal setelah pihaknya terlebih dahulu mengamankan seorang rekannya bernama Iwan.
”Dari keterangan Iwan inilah diketahui jika oknum polisi tersebut terlibat,” jelas Indra. (ish/rus)