pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

MAKASSAR,  BKM — Suasana di Jalan Tinumbu 1, Lorong 132A, RW 01 Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Senin (29/3) tampak ramai. Banyak warga yang berkerumun. Sebuah rumah berpagar besi warna merah hati tengah digeledah.
Aparat kepolisian dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama tim Gegana Polda Sulsel datang ke tempat ini sejak pagi pukul 09.00 Wita. Rumah yang digeledah tersebut sebelumnya dikontrak oleh M Lukman (25) bersama istrinya. Keduanya teridentifikasi sebagai pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido, Kota Makassar pada Minggu (28/3). Saat melakukan aksinya, pasutri ini mengendarai sepeda motor matic bernomor polisi DD 5984 MD. Mereka terpantau tidak mengenakan helm.
Memakai seragam lengkap dan membawa serta alat penjinak bom, polisi masuk ke dalam rumah kontrakan yang berada di lorong selebar 1 meter lebih itu. Ditemukan sejumlah barang bukti yang diduga untuk bahan pembuatan bom. Ketika dilakukan penggeledahan, akses masuk ke dalam lorong ditutup. Tak seorang pun warga yang diperbolehkan masuk.
Salah seorang personel Babinsa dari Koramil Bontoala Serda Baharuddin yang ditemui di lokasi, mengatakan selama bertugas di Kelurahan Bunga Ejaya, dirinya rutin melakukan patroli di Jalan Tinumbu, khususnya Lorong 132A. Menurut Baharuddin, Lukman sangat baik dan ramah jika bertemu. Saat itu ia masih tinggal di rumah orangtua perempuannya, yang sehari-harinya menjual pisang goreng. Orangtua laki-lakinya sudah lama meninggal.
Sekitar sembilan lalu, Lukman menikah. Mereka kemudian memilih mengontrak tak jauh dari rumah orangtuanya. Jaraknya kurang lebih 50 meter.
Nurdin, seorang tetangga pelaku, mengakui bahwa sejak menikah dan kontrak rumah, Lukman sudah jarang keluar. Padahal ia lahir dan besar di kawasan ini.
”Saya mengenalnya karena lahir dan besar di sini. Orangnya sabar. Awalnya tinggal sama ibunya yang berjualan gorengan di depan lorong. Setelah menikah, dia pindah dan mengontrak rumah. Istrinya berjualan minuman,” tutur Nurdin yang tinggal di samping rumah kontrakan Lukman.
Menurutnya, Lukman dan istrinya tinggal di kontrakan tersebut sejak bulan Januari lalu. Situasi di lokasi ini cukup ramai, karena sering banyak anak-anak yang bermain.
”Saya tidak pernah lagi ngobrol dengan dia (Lukman). Kalau dia dari luar, langsung masuk. Kemudian standar motornya lalu masuk ke dalam rumah,” imbuhnya.
Informasi lain yang diperoleh, menyebutkan selama sembilan bulan menikah, Lukman tak lagi bergaul dengan teman-temannya di Jalan Tinumbu. Terakhir ia menggeluti profesi jual beli motor.
Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, Lukman menjual motornya. Selanjutnya memakai motor istrinya untuk urusan sehari-hari. Keduanya selalu berboncengan jika hendak pergi salat subuh. Mereka juga biasa pergi jalan-jalan setiap hari Minggu.
Warga sekitar tidak mengetahui secara pasti asal usul istri Lukman. Karena selama tiga bulan kontrak rumah, dia tidak pernah bergaul dengan tetangga dan warga.
Saat penggeledahan berlangsung, sejumlah kendaraan taktis milik Densus dan Inafis berada di lokasi. Ada dua titik yang digeledah aparat kepolisian bersenjata lengkap. Satu di rumah kos pelaku RT/RW 003/001 nomor 15 dan telah dipasangi garis polisi. Kemudian dilanjutkan di rumah orang tua Lukman yang berjarak 50 meter dari rumah kos bersangkutan.
Dari kos pelaku, polisi berhasil membawa sejumlah barang dibungkus kertas dalam kantong plastik sebagai barang bukti untuk dijadikan alat bukti pengungkapan kasus tersebut. Hal ini pun mengundang perhatian warga setempat untuk menyaksikan proses penggeledahan.
“Kalau Lukman memang lahir dan besar disini, keluarga besar Lukman memang disini, Lukman juga kalau mau main di sini saja, nanti setelah bergabung di suatu kelompok baru Lukman mulai tertutup dan sudah jarang terlihat. Apalagi setelah berumah tangga, istrinya saja hampir tidak pernah kelihatan oleh warga di sini,” ungkap Lurah Bunga Ejaya yang hadir pada saat penggeledahan.
Sampai terjadinya bom bunuh diri, warga sekitar tempat tinggal Lukman tidak ada yang menaruh curiga bila yang melakukan merupakan warga Bunga Ejaya
“Tidak ada yang curiga kalau ternyata Lukman. Nanti setelah ramai orang bilang Lukman pelaku bom bunuh diri bersama istrinya yang belum lama dinikahinya,” tutur Awaluddin.

Afiliasi JAD

Keterlibatan Lukman dan istrinya dalam peristiwa bom bunuh diri di halaman Gereja Katedral, dibenarkan Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono. Menurutnya, pelaku bom bunuh diri terdiri dari seorang laki-laki dan perempuan. Mereka pasangan suami istri yang baru enam bulan menikah.
Menurut Argo, identitas laki-laki tersebut diketahui L sementara yang wanita YSF pekerjaaan swasta. “Penyelidikan masih terus dilakukan. Termasuk mengungkap pelakunya lainnya,” ujar Argo di Mapolda Sulsel, kamrin.
Dia mengatakan, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah pelaku. “Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dah kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas,” tandasnya.
Argo mengungkapkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. “Pelaku berafiliasi dengan JAD,” ucapnya.
Sementara itu, jumlah korban luka akibat bom bunuh diri yang masih dirawat di rumah sakit tersisa 15 orang. 13 di antaranya dirawat di RS Bhayangkara, dan dua lainnya di RS Siloam. Dari keseluruhan korban luka sebelumnya, empat orang diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Di tempat terpisah,  Senin (29/3), Densus 88 Antiteror Polri, Puslabfor Mabes Polri Cabang Makassar dan Tim Inafis Polda Sulsel melakukan olah TKP di lokasi Gereja Katedral. Kegiatan tersebut ditinjau lansung oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, didampingi oleh Kasi Propam AKBP Awaluddin dan Kasubbag Humas Polrestabes Makassar Kompol Edhy Supriady. Petugas melakukan pengumpulan sisa serpihan barang bukti di halaman gereja Katedral dan di luar halaman Jalan Kajaolalido Makassar.
Sebelumnya, pada Minggu malam (28/3), Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menjenguk para korban ledakan bom  yang dirawat di RS Bhayangkara. Keduanya mengunjungi ruang perawatan ICU dan ruangan lainnya untuk melihat secara langsung kondisi korban luka-luka.
Dua orang dirawat di ICU RS Bhayangkara kondisinya mulai membaik. ”Berikan perawatan yang terbaik kepada korban” kata kapolri kepada Karumkit Bhayangkara saat berada di kamar pasien.
Kapolri juga menyampaikan kepada pasien yang  dirawat agar tidak khawatir mengenai masalah pelayanan yang akan diberikan. Negara pasti memberikan pelayanan yang terbaik untuk korban
. (jul-jun)

MAKASSAR, BKM — Jarum jam menunjuk pukul 10.35 Wita, Minggu (28/3). Suasana di depan Gereja Katerdal Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujungpandang, Kota Makassar yang suasananya tenang, tetiba berubah mencekam.
Sebuah ledakan dahsyat baru saja terjadi. Suaranya terdengar cukup jauh. Mereka yang berada di Jalan Kartini hingga Jalan Ahmad Yani mendengarkan bunyi ledakannya.
Awalnya, warga yang berada tak jauh dari lokasi mengira itu adalah suara petir. ”Tadinya kukirai guntur. Karena ledakannya cukup besar pas saya mau lewat di lokasi itu, terpaksa tidak jadi. Saya berhenti karena ternyata itu bom,” tutur seorang ibu-ibu tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP).
Informasi yang dihimpun di TKP, sebelum ledakan terjadi, terlihat ada dua orang berboncengan motor singgah di depan pintu gereja hendak masuk ke dalam. Namun mereka ditahan oleh petugas gereja. Tak lama kemudian terdengar suara ledakan. Saat itu baru saja selesai pelaksanaan ibadah Misa Palmarum.
Satu orang meninggal dalam peristiwa ini. Sementara sembilan lainnya mengalami luka. Sejumlah kendaraan roda empat dan dua mengalami kerusakan akibat ledakan. Mereka yang menderita luka langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia, RS Bhayangkara, dan RS Stella Maris.
Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Andi Sumangerukka, dan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto datang ke lokasi sesaat setelah kejadian. Menurut Merdisyam, satu orang yang meninggal dunia dipastikan sebagai pelaku bom bunuh diri. Jasadnya ditemukan di TKP dalam kondisi mengenaskan. Bagian tubuhnya terpisah akibat ledakan.
”Data awal, satu korban dipastikan pelaku bom bunuh diri. Ditemukan jenazahnya di TKP. Korban lain ada sembilan orang. Masing-masing lima orang petugas gereja dan empat orang jamaah,” terang kapolda kepada media usai meninjau lokasi kejadian.
Ditemukan pula di lokasi satu unit sepeda motor yang mengalami kerusakan parah. Kendaraan yang tergeletak di depan pintu gerbang gereja hanya tersisa rangka bekas terbakar. Motor tersebut diduga digunakan pelaku saat melakukan aksinya.
”Kronologisnya, satu unit motor hendak masuk ke gereja, lalu ditahan petugas gereja. Di situlah terjadi ledakan. Bom yang meledak termasuk high explosive (berdaya ledak tinggi),” tambah kapolda.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan yang turut mendampingi kapolda ke TKP, menyebutkan peristiwa bom bunuh diri tersebut berlangsung cukup cepat. Pengendara motor bernomor polisi DD 5984 MD saat itu hendak masuk pintu gerbang gereja. Sementara jamaah gereja sudah keluar usai mengikuti misa.
“Sejauh ini petugas kepolisian masih mendalami dengan menurunkan tim forensik. Terduga pelaku belum teridentifikasi sepenuhnya, sebab potongan tubuh hancur itu belum diketahui apakah terduga pelaku atau korban,” kata E. Zulpan.
Dia pun mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tetap tenang. ”Kita sangat sayangkan peristiwa ini terjadi. Untuk itu kami imbau masyarakat untuk tidak panik. Polisi sudah mengamankan lokasi dan terus melakukan penyelidikan. Tim Densus 88 Mabes Polri dan tim Lafbor Polda Sulsel masih melakukan olah TKP dan pengumpulan bukti-bukti awal terkait ledakan tersebut,” tambahnya.

Tingkatkan Kewaspadaan

Pelaksana Tugas Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman (ASS), mengaku prihatin atas insiden berdarah tersebut. “Innalilahi wainnailaihi roji’un. Kami turut berduka atas insiden diduga bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar,” ujar Andi Sudirman, Minggu (28/3).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel yang tengah melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Wajo pun terus berkomunikasi dengan pihak Polda Sulsel. “Kami terus koordinasi bersama Bapak Kapolda dan mendukung kepolisian untuk mengusut kasus ini. Tentu kami sangat mengecam segala bentuk kekerasan (bom bunuh diri). Apalagi menyebabkan orang lain terluka,” jelasnya.
Ia juga minta kepada aparat kepolisian untuk memperketat penjagaan rumah-rumah ibadah guna menghindari dan mengantisipasi kejadian ini berulang. Sekaligus, meminta partisipasi masyarakat untuk menghindari spekulasi dan hoaks.
“Kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, jurnalis media dan pihak keamanan, mari bersinergi untuk memberikan informasi yang jernih kepada masyarakat sambil menunggu hasil investigasi lebih jauh,” imbaunya.
Teruntuk masyarakat Sulsel, ia berpesan meningkatkan kewaspadaan agar dapat menimimalisir potensi-potensi gangguan keamanan dan stabilitas di tengah masyarakat.

Imbauan Ketua Umum PGI

Ketua Umum Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Pendeta Pdt Gomar Gultom, mengungkapkan dukacita mendalam atas peristiwa tersebut. Dia mengatakan, kejadian nahas itu menambah daftar panjang aksi kekerasan dan teror yang terjadi di Indonesia.
Pendeta Gomar pun mengimbau seluruh umat untuk tetap tenang dan memercayakan sepenuhnya penanganan masalah tersebut kepada aparat terkait. “Saya menyerukan seluruh umat untuk tidak takut dan resah, tapi tetap waspada,” ungkap Pdt Gomar Gultom.
Dia juga mengimbau agar tak ada yang memposting gambar atau video tentang persitiwa ini yang justru dapat menimbulkan keresahan masyarakat. Terutama menayangkan korban luka.
“Saya percaya penuh, aparat kita mampu mengusut tuntas kasus ini dan dapat menciptakan suasana aman dan nyaman bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Makassar,” tambahnya.
Dia mengatakan, sangat mengenaskan peristiwa nahas ini terjadi saat umat Kristen di Indonesia sedang merayakan Minggu Palmarum, yang merujuk pada peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem dengan mengendarai keledai betina.
Lewat ini, Yesus sedang membangun persepsi tentang diriNya sebagai Mesias, Raja Damai yang lemah lembut, rendah hati dan menghadirkan kehidupan. Dia tidak datang dengan kekuasaan, kekuatan, apalagi kekerasan untuk berperang dan menghancurkan kehidupan.
“Dalam semangat kelembutan seperti itulah saya mengajak umat Kristen menghadapi peristiwa ini, seraya berdoa bagi kedamaian masyarakat kita,” tandasnya.

Danny Minta Jangan Panik

Hal senada disampaikan Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Ia datang melihat langsung lokasi kejadian. Saat peristiwa tersebut berlangsung, Danny tengah berada di Hotel Claro menjadi saksi nikah kerabatnya. Setelah mendapat informasi, ia segera bergegas untuk memastikan warga Makassar tidak panik.
“Saya tadi di Hotel Claro dan dikabarkan berita ini. Bergegas saya ke sini (Gereja Katedral) mengecek keadaan dan mencoba menenangkan para jemaat, juga warga sekitar yang mendengar langsung ledakan tersebut,” ujar Danny.
Berkoordinasi dengan aparat kepolisian yang sudah berjaga di lokasi ledakan, Danny pun meminta agar warga tetap tenang dan menjaga keamanan kota dengan tidak menyebar foto maupun video. “Saya minta kepada seluruh masyarakat Makassar tetapki tenang, jangan menyebar foto maupun video yang bisa meresahkan juga menakuti warga lainnya. Mari kita sama-sama menjaga keamanan kota Makassar,” imbaunya.

Usai di Gereja Katedral, Danny langsung bergerak menuju RS Bhayangkara di Jalan Mappaoddang. Kehadirannya bersama kapolda, pangdam, dan kepala Rumah Sakit Bhayangkara guna melihat korban luka akibat ledakan bom bunuh diri di Gereja Katedral.

Melihat korban yang tengah berbaring dan dipenuhi perban, Danny pun memberikan dukungan moril. “Semoga segera pulih, Pak. Kami akan berikan pelayanan medis terbaik untuk bapak dan ibu agar dapat segera pulih kembali dan beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya di samping tempat tidur korban. (jul-ish-nug-rhm)

Politisi Mengutuk

Politisi Partai Nasdem Sulsel A Troy Martino mengutuk pelaku serta perancang bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral, Jalan Kajaolalido. ”Kami dari Garda Pemuda Nasdem Sulsel mengutuk keras pelaku dan jaringan bom bunuh diri itu,” ujarnya, kemarin.
Menurut Troy, kelompok pelaku bom bunuh diri depan Gereja Katedral Makassar itu sudah melukai kedamaian antarumat beragama. “Untuk itu kami mengucapkan duka dan keprihatinan yang mendalam atas korban bom bunuh diri tersebut. Semoga pihak keamanan bisa cepat mengungkap kelompok yang melakukan teror itu,” tandasnya.
Anggota DPRD Kota Makassar ikut mengecam tindakan bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral, dan berharap pihak berwenang bisa mengungkap dan menangkap siapapun yang terlibat untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Legislator PDIP William mengatakan, perbuatan yang dilakukan oknum dengan melakukan bom bunuh diri cukup meresahkan masyarakat. Ia meminta aparat kepolisian segera bergerak meringkus dalang teror hingga ke akar-akarnya.
“Kita tidak bisa tinggal diam. Kepolisian harus menangkap dan melacak siapapun yang terlibat dalam jaringan aksi keji tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ini jangan sampai terulang lagi,” ujarnya, kemarin.

Guna mengantisipasi hal serupa kembali terjadi, ia mengajak masyarakat untuk bisa ikut mengawasi jika ada gerak gerik warga di lingkungannya yang mencurigakan. “Minimal di lingkungan kita masing-masing. Jangan sampai ada lagi korban dan kejadian seperti itu terulang. Kalau kita semua bisa melakukan pengawasan, tidak ada ruang untuk teroris menjalankan aksinya dan masyarakat,” imbuhnya.
Anggota DPRD Makassar lainnya Erick Horas, menggungkapkan aksi teroris yang terjadi kali ini bertujuan untuk mengganggu ketenangan masyarakat. Mereka yang terlibat dalam peristiwa ini harus mendapatkan hukum yang setimpal.
“Kita tentu prihatin dan mengecam tindakan itu. Kita harap semua elemen masyarakat meningkatkan kewaspadan,” imbuhnya.
Ketua DPD I Golkar Sulsel Taufan Pawe turut berduka cita atas peristiwa ledakan diduga berasal dari bom yang terjadi di sekitar Gereja Katedral, Makassar. Wali Kota Parepare itu mengutuk keras atas aksi yang meneror keamanan dan ketertiban masyarakat Kota Makassar.

“Turut berduka yang sedalam-dalamnya atas tragedi teror yang terjadi di Gereja Katedral Makassar. Semoga korban dan seluruh jemaat tetap dalam keadaan sehat, aman dan dilindungi oleh Tuhan,” kata Taufan Pawe, Minggu (28/3).

Dirinya mengutuk keras segala bentuk terorisme yang melanggar hak azasi, serta dapat memecah belah persatuan umat beragama di Sulawesi Selatan. Dirinya juga berharap kepolisian segera mengungkap tuntas pelaku teror tersebut.

“Terorisme bukanlah ajaran agama apapun di dunia ini, keji dan bertentangan dengan peri kemanusiaan.
Kami berharap kejadian ini segera diusut tuntas oleh pihak kepolisian. Tidak ada ruang gerak bagi pelaku teror,” tegasnya.

Dirinya berharap, korban dan keluarga diberikan kesabaran dan ketabahan atas musibah ini. Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat tetap waspasda dan melaporkan hal-hal yang mencurigakan terkait kegiatan teror.

“Jaga diri, jaga keluargata, jaga lingkunganta, Insyaallah bersama kita tetap kuat. Semoga Allah azza wa jalla senantiasa menjaga dan melindungi kita semua,” pungkasnya. (ita-rif)

Yayasan Kemanusian Fajar (YKF) menyalurkan bantuan untuk korban gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat. Bantuan yang terkumpul dari para donatur itu melalui dompet kemanusiaan itu, dibawa dengan menggunakan kendaraan truk. Pelepasannya dilakukan di Gedung Graha Pena, Makassar, Kamis (21/1). Ketua Umum YKF Dr Mustawa Nur mengantarnya langsung. Bantuan yang disalurkan berupa sembako serta peralatan yang sangat dibutuhkan warga terdampak bencana. Video prosesi pelepasan yang dilakukan Direktur Utama Harian Fajar Agus Salim Alwi Hamu bisa disaksikan di kanal Youtube Berita Kota Makassar. (pkl)

MAKASSAR, BKM — Terduga teroris yang disergap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri ternyata menyebar di Sulsel. Ada di Makassar, Gowa, hingga Enrekang. Mereka kini telah berhasil diamankan.
Hal ini terungkap dalam jumpa pers terkait situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Sulsel, dan update tindakan hukum oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri di Sulawesi Selatan, Kamis (7/1). Kegiatan yang berlangsung di Aula Mappaoddang Mapolda Sulsel ini dihadiri Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, Analis Kebijakan Bidang Intelijen Densus 88 Antiteror Brigjen Pol Ibnu Suhendra, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E Zulpan, dan Direktur Ditkrimum Polda Sulsel Kombes Pol Turman Sormin Siregar.
Polisi juga merilis identitas 20 nama-nama terduga teroris yang diamankan. Dari jumlah itu, dua orang meninggal dunia saat penyergapan. Yakni Moh Rizaldy S dan Sanjai Ajis. Satu lainnya yang juga tertembak dalam penggerebekan, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dengan pengawasan ketat aparat.
Untuk 18 orang terduga teroris lainnya, masing-masing Zf, RZ, MS alias DI, Ns alias Cl alias Abu Nushnar, Mrs, AA, APA, Ic, An, Iw, Hn, MVO, AS, Ustas Bs, HH, AA, Rs alias AJ, dan HA.
Menurut Kapolda Irjen Merdisyam, sebelum dilakukan penyergapan, telah dilakukan pengintaian selama bertahun-tahun. “Telah dilakukan pengintaian sejak tahun 2015, hingga akhirnya dilakukan penggerebekan Densus 88 kemarin,” ujarnya.
20 orang ini diduga kuat terkait dengan ISIS dan Yayasan Aridho milik Ustaz Basri yang merupakan narapidana teroris dan meninggal dunia di Lapas Nusakambangan beberapa waktu lalu. Mereka bahkan terindikasi kuat telah terlibat beberapa rangkaian kejahatan terorisme.
“Pelaku merupakan jaringan JAD bersama dengan ratusan jamaah lainnya mengadakan baiat kepada khilafah atau ISIS pada tahun 2015 di Ponpes Arridho pimpinan Ustaz Basri,” sebut Merdi.
Mereka juga mengadakan kajian khusus pendukung daulah di Villa Mutiara dan Yayasan Arridho. Sejak Oktober 2020 kelompok ini secara rutin latihan menembak dan naik gunung. Fasilitator pelarian diidentifikasi atas nama Andi Baso (DPO bom Gereja Oukumene Samarinda tahun 2017). Termasuk perencana bom Gereja Katedral di Jolo, Filipina tahun 2019.
Penyergapan yang dilakukan polisi di hari Rabu (6/1) tidak hanya di satu titik, melainkan pada lima lokasi. Tiga titik di Makassar, masing-masing di Villa Mutiara, Kecamatan Biringkanaya, Sudiang Raya, serta Tallo. Satu lokasi di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Serta satu lainnya di Dusun Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang.
Lokasi pertama yang disasar adalah sebuah kompleks perumahan di Kelurahan Paccinongan, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa. Penggerebekan di Gowa pada pukul 04.00 Wita ini berhasil mengamankan sembilan orang terduga teroris.
Penyergapan dilanjutkan ke Jalan Boulevard, Klaster Biru, Kompleks Perumahan Villa Mutiara Biru, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar. Tim gabungan berhasil mengamankan 10 orang terduga teroris. Sempat terjadi perlawanan di lokasi ini. Akibatnya, dua terduga teroris ditembak mati, dan satu lainnya mengalami luka tembak.
“Dilakukan tindakan tegas terukur terhadap MR dan AS karena melawan dengan senjata tajam jenis parang dan senapan angin jenis PCP,” tambahnya.
Dari Makassar, Densus 88 Antiteror melanjutkan penyergapan di Dusun Taulo, Kecamatan Alla, Kabupaten Enrekang. Di lokasi ini diamankan seorang terduga teroris berinisial RT alias AJ tanpa perlawanan sekitar pukul 16.30 Wita. “Di Enrekang itu yang terakhir, sehingga jumlahnya 20 orang,” ucap Merdi.
Pada rangkaian penyergapan yang dilakukan, Densus 88 Antiteror berhasil mengamankan berbagai barang bukti. Di antaranya sejumlah senapan angin jenis PCP, busur panah, bahan peledak, senjata tajam, buku-buku yang berkaitan dengan terorisme, serta sejumlah pakaian. Barang bukti tersebut diperlihatkan kepada wartawan dalam rilis, kemarin.
Dengan terungkapnya jaringan teroris ini di Sulsel, Polri masih akan terus melakukan pendalaman-pendalaman. ”Tentu kita akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Termasuk jajaran polres-polres untuk melakukan identifikasi dan melacak keberadaan jaringan ini di seluruh wilayah Sulsel,” tandas Irjen Merdisyam. (mat)

MAKASSAR, BKM — Ketua Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Wilayah Sulawesi Selatan, Rakhmat menjelaskan bahwa pada dasarnya organisasi profesi yang dipimpinnya mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian vaksin dengan memprioritaskan kepada tenaga medis. Namun, dengan satu syarat. Yakni, sebelum proses vaksinasi terhadap tenaga medis, vaksinnya sudah lulus tahapan uji klinis dan 100 persen aman untuk digunakan.
“Sebagai pengurus PPNI, mulai tingkat pusat sampai wilayah kami sepaham dan satu kata. Organisasi profesi kami mendukung kebijakan pemerintah terkait pemberian vaksin dengan satu syarat. Vaksin tersebut sudah dilaksanakan tahapan uji klinis dan dianggap aman,” ungkapnya ketika dihubungi Selasa (5/1).
Dia mengemukakan, pihaknya mengapresiasi keputusan pemerintah yang memprioritaskan pemberian vaksin terhadap tenaga medis, karena memang yang paling berisiko tertular covid-19. Mereka berada di garda terdepan dalam memerangi wabah yang disebabkan virus corona tersebut.
“Kami mengapresiasi pemberian vaksin kepada tenaga medis karena secara faktual di lapangan, yang paling berisiko tertular saat ini adakah tenaga medis itu sendiri. Jadi bagi kami, sikap profesi sudah sangat jelas, kita mendukung usaha pemerintah sebagai bentuk pencegahan dari covid ini dengan implementasi pemberian vaksin, sepanjang syarat keamanan dan uji klinis sudah dilalui oleh lembaga yang berkompeten di dalamnya,” tegas Rakhmat.
Sejauh ini, kata dia, sebagai pengurus wilayah, pihaknya belum mendapat informasi resmi dari DPP PPNI terkait hasil uji kelayakan dan uji klinis apakah sudah ada atau belum. Khusus bagi tenaga media yang menjadi penyintas covid -19, tidak menjadi prioritas untuk pemberian vaksin covid.

Tiba Subuh

Sebanyak 30.000 vaksin Sinovac tahap pertama tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Selasa subuh (5/1) sekitar pukul 04.14 Wita. Diangkut menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6196 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta. Sebanyak 16 koli paket dari Bio Farma untuk Sulawesi Selatan itu dibawa ke terminal cargo Bandara Sultan Hasanuddin.
Pengiriman vaksin ini dikemas dalam dua paket, masing-masing 7 koli atau 255,5 kg dan 9 koli atau 328,5 kg. Saat vaksin tiba, dilokasi yang sama langsung dilakukan penandatanganan serah terima dari perwakilan Bio Farma Oki Suprayogi, kepada Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr H Muhammad Ichsan Mustari.
Turut hadir masing-masing Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam dan jajaran, GM PT Angkasa Pura I Makassar Wahyudi, dan Dansatpom Lanud Sultan Hasanuddin Letkol POM Nicolas Sinaga. Usai serah terima, vaksin selanjutnya dibawa menuju kantor Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar menggunakan mobil boks es.
“Perjalanan vaksin dikawal ketat oleh pihak kepolisian hingga nantinya tiba di Dinas Kesehatan Sulsel. Karena ini adalah bagian dari proyek vital negara. Ini kan bagian yang harus diamankan. Untuk itu kita amankan secara ekstra dengan memastikan selamat,” kata dr Ichsan Mustari.
Untuk tahap awal, Sulsel mendapat 66.640 vaksin. Selebihnya akan didistribusi sebelum tanggal 12 Januari.

Menurut Ichsan Mustari, vaksinasi akan dilaunching 14 Januari mendatang dan akan disuntikkan secara serentak kepada tenaga kesehatan yang telah terdaftar.

“Sasarannya untuk tahap pertama ini adalah tenaga kesehatan. Sebanyak 66.640 vaksin. Jumlah ini sama dengan sasarannya. Jadi tenaga kesehatan yang akan divaksin itu 66.640,” terangnya.
Dari jumlah itu, akan didistribusikan ke kabupaten/kota. Jumlahnya bervariasi. Kota Makassar menjadi yang terbanyak mendapat jatah, yakni 14.355 dosis vaksin.
Selayar 1.665, Bulukumba 2.079, Bantaeng 1.440, Jeneponto 2.015, Takalar 1.307, Gowa 2.155, Sinjai 1.841, dan Maros 1.545.

Selanjutnya Pangkep 3.151, Barru 1.744, Bone 2.775, Soppeng 1.914, Wajo 2.385, Sidrap 2.269, Pinrang 1.932, Enrekang 1.719, Luwu 1.961, Tana Toraja 1.524, Luwu Utara 1.566, Luwu Timur 1.991, Toraja Utara 1.527, Parepare 2.079, serta Palopo 2.188. Sementara sisanya 7.513 akan disimpan di Dinas Kesehatan Sulsel sebagai stok.

“Saya sampaikan ini tentatif jumlahnya. Belum pasti. Artinya bisa kurang bisa bertambah,” imbuhnya.

Penentuan kuota vaksin di tiap daerah dilakukan berdasarkan risiko. Pelaksanaan vaksin untuk pare nakes ditarget selesai 2-3 hari. Mereka yang divaksin adalah orang-orang sehat yang tanpa penyakit komorbid.

Sebelum didristribusi ke daerah, vaksin tersebut akan disimpan di coldroom Dinkes Sulsel. Ichsan mengaku sudah menyiapkan fasilitas pendukungnya meskipun masih terbatas.

“Kita punya cold room sementara. Kita juga persiapan untuk beli. Kebetulan masih sedikit (vaksin) jadi tertampung di situ. Pemkot Makassar akan dapat bantuan, karena paling banyak kuotanya,” ungkap Ichsan. Sementara untuk kabupaten/kota lainnya hanya menggunakan kulkas untuk menjaga kualitas vaksin.

Ketua IDI Sulsel ini menyampaikan, sebanyak 1.099 orang yang akan menjadi petugas vaksin. Mereka sebelumnya telah dilatih tata cara melakukan vaksin.

“Tahapan pertama agak lebih mudah karena oleh tenaga dan untuk tenaga (medis). Nanti kita evaluasi juga bagaimana hasilnya,” ujarnya.

Sebelum divaksin, tenaga medis harus mengikuti prosedur pemeriksaan terlebih dahulu. Usai vaksinasi, harus menunggu 30 menit untuk mengetahui reaksi yang muncul.

Hal itu dimaksudkan untuk melihat jangan sampai ada efek.
”Kalau ada efek langsung ditangani Bukan berarti bahwa vaksin ini punya efek. Kita selalu memikirkan yang terburuk, jangan sampai,” tandasnya.

Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah pun menyatakan kesiapannya untuk divaksin. Hanya saja, untuk sementara nakes yang diprioritaskan berdasarkan instruksi pemerintah.

“Oh iya (siap divaksin). Pokoknya kita dahulukan nakes sesuai arahan presiden. Sekarang kita lagi persiapkan data klinis karena tidak sembarangan orang bisa divaksin. Jadi ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi,” jelasnya.

Dijaga Ketat Polisi

Kapolda Sulsel Irjen Pol Merdisyam, mengatakan petugas kepolisian menjaga secara ketat vaksin ini. ”Pengawalan akan dilakukan saat didistribusikan ke kabupaten/kota di wilayah Sulsel oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya.
Untuk memastikan kelancaran dan keamanan pendistribusian tersebut, kapolda telah menginstruksikan kepada jajarannya guna mendukung penuh program ini. Baik ketika tiba di bandara, maupun saat disimpan di Dinkes Sulsel. Termasuk saat berada di kabupaten/kota, yang pengawalan serta penjagaannya dilakukan jajaran polres setempat.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Witnu Urip Laksana, Selasa (5/1) sekitar pukul 09.25 Wita mengecek keamanan gudang tempat menyimpan vaksin covid-19 di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel. Turut mendampingi sejumlah perwira Polrestabes Makasar. Di antaranya Kasat Reskrim Kompol Agus Khaerul, Kasat Shabara Kompol Wahyu Basuki, Wakasat Intelkam, Kaurkes AKP Zukarnain, Wakapolsek Tamalanrea AKP Lando KS, Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea Iptu Muchlis, dan Kanit Intelkam Polsek Tamalanrea Iptu Matius M. Dalam kunjungannya itu, Kombes Witnu meminta untuk dipasang tenda bagi personel kepolisian yang melaksanakan pengamanan dan pengawasan di sekitar kantor Dinkes Sulsel. (rhm-jun-jul-nug)

SIDRAP, BKM — Pengungkapan kasus penyalahgunaan narkoba makin intens dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Sidrap. Terbaru, polisi di daerah ini berhasil menggagalkan peredaran ekstasi dalam jumlah banyak, yakni 1.710 butir.
Seorang tersangka bernama Abdul Azis kini telah diamankan aparat. Pria usia 27 tahun itu beralamat di Desa Kalempang, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Petugas menangkapnya di perbatasan Parepare-Sidrap, tepatnya di Desa Lainungan, Kecamatan Watangpulu, Sidrap, Senin (21/12). Ia dibekuk karena menguasai butiran yang mengandung zat methylenediozymethamphetamine (MDMA), psikoaktif yang memiliki zat stimulan sama dengan metampetamin,
Kasat Reskrim Polres Sidrap AKP Andi Sofyan memimpin langsung pengungkapan kasus ini pada pukul 14.30 Wita, bersama unit khusus Resmob Satres Narkoba. Dari tangan Abdul Azis yang menjadi kurir, polisi menyita ribuan pil ekstasi beragam dan warna warni. Yakni, 17 saset berukuran sedang yang masing-masing berisi 100 butir pil ekstasi per bungkusnya. Totalnya sebanyak 1.700 butir.
Ada pula saset kecil berisi 10 butir pil ekstasi yang terbungkus amplop putih. Totalnya sebanyak 1.710 butir. Ditambah dua pembungkus hitam makanan camilan, dan puluhan bungkus minuman serbuk Milo ukuran sedang.
Dari hasil pemeriksaan, jenis dan warna ekstasi ini terdiri dari 902 butir hijau muda (LV), 102 butir oranye tua merk Spongebob, 291 butir cokelat muda jenis Gorilla, 166 butir hijau tua model bunga, 113 butir biru jenis Superman. Ada juga 11 butir vanila atau AMG, 10 butir ungu jenis Minion Love, 10 butir oranye muda atau merk Koboi, tiga butir merah LV, serta satu butir warna kuning jenis Red Bull. Jika dirupiahkan, satu pil eksotan ini dijual seharga Rp700 ribu. Sehinga bila ditotalkan, nilainya mencapai Rp1,197 miliar.
Selain ekstasi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lain. Di antaranya satu unit motor matik warna silver, serta satu unit gawai Andoid.
Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi melalui Kasatres Narkoba AKP Andi Sofyan, menjelaskan kronologis pengungkapan kasus ekstasi kakap ini. Berawal dari informasi masyarakat bahwa akan ada transaksi zat MDMA untuk pesta di malam pergantian tahun. “Informasi itu langsung kami tindaklanjuti. Alhamdulillah, membuahkan hasil,” terang AKP Andi Sofyan, Selasa (22/12).
Mantan kepala Satres Narkoba Polres Pinrang ini menambahkan, tersangka Abdul Azis dibekuk setelah dibuntuti usai menjemput barang haram itu. Ia mengambilnya di Pelabuhan Parepare.
“Kasusnya masih terus kami kembangkan untuk mengetahui dari mana ia dapatkan dan dimana dijual. Azis ini hanya kurir. Barang dia ambil di pelabuhan, lalu rencananya akan diantar kepada seseorang di Lawawoi, Sidrap. Hanya saja, dia mengaku tidak mengetahui sama sekali siapa pemesannya,” ungkap Andi Sofyan lagi.
Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 114 ayat 1, juncto Pasal 112 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya pidana enam tahun dan paling lama seumur hidup.
Kapolres Sidrap AKBP Leonardo Panji Wahyudi menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang kepada pelaku penyalahgunaan narkoba di wilayah hukumnya. Baik pemain kecil, apalagi yang besar.
“Intinya, segala bentuk penyalahgunaan narkoba kami tindak tegas. Tidak ada kata tolerir dan negosiasi. Kami komitmen sikat habis hingga ke meja hijau,” tegas Leonardo.
Pengungkapan kasus ini menambah daftar keberhasilan jajaran Satreskoba Polres Sidrap dalam usaha menggulung sindikat perusak generasi bangsa. Pekan lalu, tepatnya 16 Desember 2020, sebanyak 989 gram sabu-sabu digagalkan peredarannya. Tersangkanya seorang ibu muda yang berstatus janda bernama Iis Marsela. IRT yang beralamat di Kelurahan Panreng, Kecamatan Baranti, Sidrap ini ditangkap di rumahnya. Sementara barang bukti disembunyikan di kebun milik warga di Kelurahan Kadidi, Kecamatan Pancarijang.
Tahun 2009 lalu, tepatnya 7 Desember, sebanyak 1.500 pil ekstasi disita dari tangan dua lelaki. Masing-masing Herman Saputra alias Herman bin Sahari (29), warga Kanie, Desa Kanie, Kecamatan Maritengngae, Sidrap. Serta Anto Andar alias Anto bin Andaring (44), beralamat di Kelurahan Toddangpulu, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap. Keduanya sudah divonis, masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Sidrap pada bulan April 2020 lalu.

Pengakuan Tersangka

Tim Satres Narkoba Polres Sidrap masih terus bekerja mengungkap siapa pemesan barang haram tersebut. Di hadapan penyidik, Abdul Azis mengakui bahwa dirinya hanya bertugas mengantar barang tersebut kepada seseorang yang ada di Lawawoi, namun dia tidak tahu siapa orangnya. Azis berdalih, dirinya hanya berkomunikasi lewat telepon.
“Katanya itu barang akan dipakai untuk malam tahun baru. Saya hanya disuruh ambil di pelabuhan. Yang bawa dari Nunukan saja saya tidak tahu orangnya. Saya hanya ambil di pelabuhan sesuai arahan seseorang lewat telepon,” terang Abd Azis.
Abd Azis mengaku sudah beberapa kali berhasil meloloskan paket kiriman yang modusnya sama, yakni dikirim dari Malaysia lewat pelabuhan Nunukan lalu masuk pelabuhan Parepare. “Baru kali ini barang yang saya antar jumlahnya cukup banyak. Pemesan dan pengirimannya juga saya tidak tahu siapa, karena tidak pernah ketemu,” ucapnya.
Untuk pengantaran barang, Abd Azis menyebut angka Rp1 juta sebagai upah per satu kali mengantar. Sistem pembayarannya melalui rekening. Ditransfer terlebih dahulu sebelum tersangka menjemput pesanan.
“Saya diupah Rp1 juta untuk sekali antar. Dibayar lebih dulu lewat transfer ke rekeningku. Baru kali ini saya tertangkap, Pak,” akunya polos.
AKP Andi Sofyan menegaskan, pihaknya sudah mengantongi orang yang memesan 1.710 butir ekstasi tersebut. Petugas masih melakukan pengejaran terhadapnya.
“Ciri-ciri dan identitas pemesan sudah kami kantongi. Rata-rata para pelaku kurir menggunakan sistem putus komunikasi di kurir saja. Tapi tidak mengapa, kami akan dalami semua itu karena sudah ada gambaran siapa pemesan dan pengirimnya,” ucap dia.
Komplotan peredaran esktasi ini diduga kuat jaringan Malaysia dengan menggunakan sistem yang terorganisir. “Itu kami deteksi dengan cara kerja kurir sistem komunikasi terputus. Karena jika barang berhasil diantar, maka nomor seluler bandar langsung diganti,” ungkap AKP Andi Sofyan.
“Intinya, ekstasi warna-warni ini memang disiapkan khusus untuk malam pergantian tahun. Namun kita berhasil ungkap sebelum beredar,” tandasnya. (ady/b)