MAKASSAR, BKM– Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) program Bidik Misi kini menjalani tahapan verifikasi berkas dan wawancara. Sebanyak 409 mahasiswa baru lulus dalam jalur bidik misi tersebut.
Tahapan verifikasi dilaksanakan 13 hingga 14 Juli di Ballroom Pinisi D, Menara Pinisi UNM yang menghadirkan pembantu dekan bidang akademik dan pembantu dekan bidang kemahasiswaan dari semua fakultas sebagai mediator.
Mahasiswa yang akan mengikuti tahapan verifikasi harus menyertakan Kartu Peserta Bidik Misi, Lampiran Ijazah/Surat Keterangan Hasil Ujian, Surat Keterangan Miskin/Tidak Mampu, Kartu Keluarga, Slip Gaji Orang Tua, Surat Kelakuan Baik dan Surat Rekomendasi Kepala Sekolah.
Kepala Sub Bagian Registrasi dan Statistik, Syamsir Galib mengatakan mahasiswa juga harus melampirkan foto kondisi rumah sebagai kelengkapan berkas. “Foto kondisi rumahnya harus tampak dari depan, samping, belakang, dan isi rumah. Lampirannya itu nanti akan dijadikan pertimbangan tim verifikasi untuk menilai,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) UNM, Ismail Muchtar menjelaskan tahapan verifikasi bidik misi bagi mahasiswa UNM dilakukan dengan dua tahapan. Tahapan pertama yakni verifikasi berkas dan wawancara, kemudian tahapan selanjutnya verifikasi faktual.
“Wawancaranya berkaitan dengan status ekonomi keluarga dan kemampuan akademik mahasiswa. Wawancaranya dipandu beberapa pembantu dekan bidang akademik dan pembantu dekan bidang kemahasiswaan dari semua fakultas di UNM,” ungkap Ismail Muchtar.
Menurut Ismail Muchtar, setelah mahasiswa menjalani verifikasi berkas dan wawancara, UNM akan melaksanakan verifikasi faktual di 27 Kabupaten Kota se-Sulsel 22 hingga 24 Juli mendatang. Sebanyak 200 orang yang terbagi dalam beberapa tim akan meninjau langsung kediaman mahasiswa penerima bidik jalur SBMPTN.
“Nanti beberapa mahasiswa bidik misi jalur SBMPTN ini akan dikunjungi langsung oleh tim verifikasi dirumahnya. Menilai langsung apakah mahasiswa tersebut betul-betul layak untuk mendapatkan beasiswa bidik misi atau tidak,” jelas Ismail Muchtar.
Ismail Muchtar mengatakan tahapan verifikasi tahun ini akan lebih diperketat agar program bidik misi tidak salah sasaran. Jika hasil verifikasi terbukti ada mahasiswa yang tidak layak untuk menerima, Ismail Muchtar menegaskan UNM akan menggugurkan status mahasiswa tersebut. “Harapannya, program bidik misi ini betul-betul diperuntukkan bagi orang-orang yang berhak dan membutuhkan. Tepat sasaran dan tanpa ada nepotisme,” harapnya. (rls)
409 Maba UNM Lulus Jalur Bidik Misi
×

