MAKASSAR,BKM–Upaya kepolisian memberantas peredaran narkoba di Makassar berlanjut. Setelah mengobok-obok kampung Sapiria, Kecamatan Tallo, kali ini Satuan Narkoba Polres Pelabuhan menggerebek Kampung Dangko di Jalan Dangko, Kecamatan Tamalate, Kamis (3/9) malam. Namun, penggerebekan di Dangko diwarnai dengan penyerangan polisi menggunakan panah dan bom molotov.
Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Pelabuhan telah menyusun rencana menggerebek Kampung Dangko. Mereka sepakat penggerebekan dilakukan Kamis (3/9) malam. Polisi menggerebek di tempat ini karena diduga sering menjadi lokasi peredaran narkoba.
Saat, puluhan aparat Satuan Narkoba Polres Pelabuhan melakukan penggedelahan, sejumlah warga melakukan perlawanan. Sebagian mematikan lampu lalu menyerang polisi dengan busur dan senjata tajam.
Bripka Siregar nyaris menjadi korban dalam insiden ini. Dia diserang belasan panah serta batu. Sebuah panah yang dilesatkan dari ketapel menancap di celananya namun tidak sampai melukai Siregar.
Karena terdesak, polisi yang melakukan penggerebekan akhirnya meminta bantuan ke Markas Komando (Mako) Brimob Polda. Tak lama berselang, puluhan polisi dari Brimob Polda Sulsel berpakaian lengkap tiba dan melakukan penyisiran.
Melihat banyak polisi datang, warga yang menyerang kalang kabut dan melarikan diri. Polisi pun mengamankan 20 warga dan menembak Asriandi seorang pemuda yang mencoba melukai polisi.
Informasi yang dihimpun BKM di lokasi kejadian menyebutkan, penggerebekan bermula dari penangkapan Amirullah alias Yoga. Dari tangan Yoga polisi menyita barang bukti dua paket sabusabu. Yoga mengaku memperoleh sabu dari seorang DPO narkoba bernama Tomo.
Tidak mau kehilangan jejak, polisi yang dipimpin Bripka Asnawi melakukan pengembangan dengan menguber Tomo yang sedang berada di rumah A Inggi Pratiwi di Jalan Dangko Lorong 31.
Tiba di TKP, petugas menggeledah rumah dan menemukan delapan pemuda sedang pesta sabu. Mereka adalah Rezki Alisurya (18), Junaidi (32), Adnan (19) , Arief (17), Irwansyah (20), Muh Zulkifli (17).
Melihat kehadiran polisi, mereka melarikan diri. Saat petugas melakukan pengejaran, sejumlah warga melakukan penyerangan ke arah petugas. Tak ayal, operasi penangkapan ini diwarnai bentrok.
Kepala Satuan Narkoba Polres Pelabuhan, AKP Sultan Iqbal mengemukakan, rumah tersangka Asriadi alias Sandi di Jalan Dangko digerebek setelah anggota mendapat laporam dan informasi dari masyarakat bahwa lokasi itu kerap dijadikan tempat memakai dan transaksi sabu.
Asriadi ditembak karena berusaha melukai petugas dengan badik.
Kapolres Pelabuhan AKBP Wisnu Buddhaya mengatakan, penggerebekan bermula dari hasil pengembangan tersangka narkoba bernama Amirullah.
“Saat polisi menggerebek rumah milik A. Inggi Pratiwi, para pria yang pesta sabu berhamburan. Mereka menyampaikan kepada rekannya untuk melakukan penyerangan,” ujar Wisnu.
Menurut Wisnu, semua pelaku penyerangan dan barang bukti sudah diamankan di Polres Pelabuhan.
Wisnu menambahkan, para pengedar dan bandar narkoba di Dangko sudah menggunakan kamera pengintai (CCTV) yang dipasang di setiap sudut lorong untuk memantau kedatangan petugas.
Terpisah, Ketua Gerakan Anti Narkoba (Granat), Arman kembali menyambut positif langkah polisi yang mulai berani menggerebek sarang narkoba di sejumlah tempat di Makassar.
“Ini Babak baru bagi kepolisian, karena masih ada beberapa tempat yang disinyalir merupakan lokasi transaksi narkoba di Makassar,” tukas Arman.
Arman meminta kepada aparat, agar para pelaku yang berhasil ditangkap, tidak diberi ruang. Menurutnya para pelaku atau pengedar harus diberi sangsi tegas. (jul-ish/cha/b)

