MAKASSAR, BKM — Kurang lebih setahun menjabat sebagai Kapolda Sulselbar, Irjen Pol Anton Setiadji dinilai gagal memberikan rasa aman kepada warga Sulsel, khususnya Makassar. Salah satu indikasinya adalah aksi begal dan kejahatan jalanan dan tindakan kriminal lainnya masih marak.
Peneliti Anti Corruption Committee, Wiwin Suwandi mengatakan, dalam setahun ini warga Makassar dihantui aksi begal motor. Namun, Kapolda sebagai penanggung jawab keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tidak berhasil melakukan tindakan nyata memberantas para begal.
Bukan hanya itu saja. Wiwin juga menilai, Anton tidak tegas terhadap para anggotanya yang terlibat berbagai kasus. “Anton tidak tegas menindak anggotanya yang terjerat kasus narkoba,” kata Wiwin yang menanggapi pergantian Kapolda Sulsel, Jumat (4/9).
Menurut Wiwin, banyak temuan polisi yang terbukti menggunakan narkoba, namun hingga kini tidak diproses, baik secara disiplin maupun pidana.
Selain itu juga, Kapolda dinilai tidak serius mengusut sejumlah kasus korupsi yang kini masih mandek penanganannya. “Tercatat masih ada 15 kasus korupsi yang mandek di Polda,” tukas Wiwin.
Wiwin berharap, kapolda yang baru bisa menuntaskan sejumlah kasus di Polda. “Kapolda harus berani menindak tegas oknum polisi yang terjerat kasus narkoba, menyelesaikan segera kasus-kasus korupsi mandek, dan bisa memberikan jaminan keamanan kapada masyarakat yang resah akan aksi begal,” pungkasnya.
Sementara itu, berdasarkan Telegram Rahasia (TR) Kapolri, Kapolda Sulselbar Irjen Pol Anton Setiadji akan digantikan oleh Irjen Pol Drs Pudji Hartanto Iskandar. Pudji saat ini masih menjabat Gubernur Akpol Lemdikpol Mabes Polri. Sementara Anton akan menjadi Kapolda Jawa Timur.
Pergantian kapolda tersebut sesuai surat Telegram Kapolri nomor ST/1847/IX/2015, tertanggal 3 September 2015.
Irjen Pol Anton Setiadji yang ditemui usai salat Jumat, kemarin membenarkan pergantian dirinya. “Sebagai anggota Polri saya siap ditempatkan dimanapun. Memang benar informasi itu, namun itu masih TR yang belum juga dikatakan pasti. Nantilah saat serah terima jabatan baru diketahui persis bahwa saya akan diganti,” katanya di depan sejumlah wartawan.
Dalam surat telegram itu, kata Anton, ia akan pindah menjabat sebagai Kapolda Jawa Timur, sementara yang akan menggantikan dirinya yakni Irjen Pol Drs Pudji Hartanto Iskandar.
Selain pergantian Kapolda Sulsel, Jabatan Wakabareskrim juga berganti. Pejabat Kemenko Polhukam Polri, Irjen Pol Syahrul Mamma akan menduduki jabatan barunya sebagai Wakabareskrim. Syahrul menggantikan Irjen Johny Mangasi Samosir yang kini menjadi perwira di Lemdikpol Polri.
Mantan Wakapolda Sulsel ini akan mendampingi Komjen Pol Anang Iskandar yang kini menjabat Kabareskrim.
Sesuai telegram Kapolri, Anang menggantikan Komjen Pol Budi Waseso yang kini menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional.
Akpol angkatan 83 ini pernah menempati sejumlah posisi penting antara lain Kapolres Metro Jakut, Direskrimsus Polda Metro Jaya, Kanit II Dit V/Tipiter Bareskrim Polri, Irwasda Polda Sulsel, hingga Wakapolda Sulsel.
(ish-mat/cha/b)
ACC: Anton Gagal Berikan Rasa Aman di Makassar
×

