LUWU, BKM — Setelah pencarian dilakukan selama empat hari, akhirnya pesawat Aviastar jenis Twin Otter DHC 6 dengan nomor penerbangan MV7503 ditemukan, Senin (5/10) pukul 15.15 Wita. Pesawat yang terbang dari Bandara Andi Djemma, Masamba ini ditemukan hancur berkeping-keping di lereng Gunung Bajaja, Desa Ulusalu, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu oleh tim dari Polres Luwu.
Tim yang dipimpin Kapolres Luwu, AKBP Adex Yudiswan ini menemukan pesawat Aviastar setelah dua hari dua malam naik turun lembah di kasawan Gunung Batujaja, Kecamatan Latimojong. Turut serta dalam tim reporter Berita Kota Makassar, Irwan Musa.
Posisi pesawat saat ditemukan berada di lereng gunung dengan kedalaman sekitar 60 meter. Jarak lokasi jatuhnya pesawat ini dengan Belopa, ibukota Kabupaten Luwu sekitar 60 Km.
Reporter Berita Kota Makassar, Irwan Musa yang ikut dalam tim melaporkan saat ditemukan, bodi pesawat hancur berkeping-keping. Tampak juga beberapa potongan tubuh manusia yang diduga adalah penumpang pesawat naas tersebut. Namun demikian, Irwan Musa menyebutkan, jika tim juga menemukan ada tubuh penumpang yang masih utuh.
Kapolres Luwu, AKBP Adex Yudiswan mengatakan, 7 penumpang dan 3 awak pesawat tak ada yang selamat. “Saat ini baru kami yang ada di lokasi jatuhnya pesawat, belum ada instansi lain. Kami saat ini masih berusaha mengevakuasi korban bersama-sama dengan warga,” ujar kapolres.
Hingga sore kemarin, tim dari Posko Caraka yang dipimpin Kasat Intel Polres Luwu, AKP Hafiuddin juga telah bergerak ke lokasi menyusul tim satu dan dua. Mereka berupaya melakukan evakuasi.
Sementara itu, Kepala Basarnas RI, Marsekal Madya TNI Felicianus Henry Bambang (FHB) Soelistyo yang ditemui di Posko transit Kabupaten Sidrap belum bisa memastikan apakah yang ditemukan tim Polres Luwu itu adalah pesawat Aviastar atau bukan.
“Saya belum bisa pastikan itu pesawat Aviastar. Kami harus turun ke lokasi dan melihat langsung apakah itu betul atau bukan,” kata FHB Soelistyo. Saat dikonfirmasi, FHB Soelistyo mengaku telah berkoordinasi dengan Basarnas Luwu.
Kepada BKM, FHB Soelistyo juga meminta agar informasi soal temuan pesawat ini hanya keluar dari pihak Basarnas agar tidak membingungkan masyarakat. “Kami juga meminta tim yang menemukan lokasi yang diduga pesawat Aviastar untuk mengamankan TKP (Tempat Kejadian Perkara, red) sebelum kami tiba di lokasi,” tegas Soelistyo yang sore kemarin langsung terbang ke Luwu menggunakan helikopter.
Kalaupun betul itu pesawat Aviastar, Soelistyo, maka ia segera mengerahkan tim Basarnas ke lokasi. “Nanti kita lihat skenario evakuasinya apakah lewat darat saja atau juga kemungkinan bisa lewat udara,” kata Soelistyo.
Lewati Lembah Terjal
Sebelum menemukan pesawat Aviastar yang hilang kontak sejak Jumat (2/10) siang, tim Polres Luwu yang dipimpin Kapolres AKBP Adex Yudiswan didampingi Kasat Sabhara AKP Abubakar dan Kasat Lantas Iptu Ganesa naik ke puncak Gunung Bajaja bersama masyarakat Desa Ulu Salu, Kecamatan Latimjong sejak Minggu (4/10) pagi. Tim ini juga dibantu Intelkam Polda Sulselbar.
Saat menyisir medan berat Puncak Bajaja, tim darat terbagi dua tim. Tim pertama dipimpin Kasat Sabhara, AKP Abubakar sedang tim kedua dipimpin Kasat Lantas, Iptu Ganesa Sinambela. Total jumlah tim sebanyak 27 orang gabungan personil Polres Luwu, Intelkam Polda Sulselbar, warga Desa Ulu Salu dan Komunitas motor trail Batrac binaan polres Luwu.
Dua tim darat ini dipimpin langsung Kapolres AKBP Adex Yudiswan. Tim sempat bermalam di Bajaja hingga Senin (5/10) pagi. Sementara tim lainnya berjaga-jaga di Posko Caraka Polres Luwu di Desa Ulu Salu di bawah kendali Kasat Intelkam Polres Luwu, AKP Hafiudin, Kasi Propam, Ipda IN Sudarta dan Kompol Mulyadi dari Kanit IV Subdit Ekonomi IK Polda Sulselbar.
Tim Polres Luwu pun menanyakan kepada warga apakah melihat pesawat yang melintas di atas kampung mereka. Hasilnya, polisi menemukan dua orang warga yang mengaku melihat pesawat ini. Keduanya yakni warga Desa Tolajuk, Mariani (37) dan warga Desa Ulu Salu, Tanus (36). Keduanya mengaku melihat pesawat terbang rendah saat Jumat (2/10) siang lalu hilang diantara lembah.
Sebelum menyisir medan terjal Gunung Bajaja dan bermalam di kawasan itu tim darat yang dipimpin langsung Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan telah menyisir kawasan desa terpencil Tolajuk di Kecamatan Latimjong.
Brigpol Mardiansyah, anggota Polres Luwu yang ikut dalam tim yang juga kerabat dekat penumpang Nurul Fatimah Muhajir bersama anaknya Afif dan Raya, penumpang Aviastar berharap keluarganya itu secepatnya ditemukan oleh tim pencari darat. “Saya berharap keluarga saya masih hidup dan bisa segera di temukan,” kata Mardiansyah beberapa saat sebelum penemuan ini.
Saat pesawat ditemukan, tim Basarnas dan gabungan tim BPBD Pemkab Luwu bersama Tim TNI-AD yang dikoordinir M Rizal dan Koordinator pencarian Luwu Amirudin dari BPBD Pemkab Luwu juga melakukan pencarian via udara dengan pesawat helikopter.
Disamping itu, tim laut di bawah kendali Kadis Perhubungan Luwu, Rudi Dappi juga sempat melakukan bantuan penyisiran. Begitu pun dengan Bupati Luwu Andi Mudzakkar juga bergerak menuju kawasan Desa Ulu Salu Kecamatan Latimjong guna membantu melakukan pencarian pesawat Aviastar. Bupati Luwu dua periode ini menginstruksikan membangun posko bantuan di kantor Camat Latimjong guna mempermudah dukungan logistik bagi tim darat. (wan/a)

