JENEPONTO, BKM — Aparat Kepolisian Resort (Polres) Jeneponto kini sementara mengusut bandar serta pengedar yang memberikan sabu-sabu ke oknum anggota DPRD Jeneponto, Asprianto. Sebelumnya Asprianto ditangkap polisi di rumahnya Jumat (13/11) siang dan ditemukan sabusabu di wiper mobilnya.
Kepala Satuan Narkoba Polres Jeneponto, AKP Arivlianto mengatakan, hasil tes urine Asprianto telah keluar dan disimpulkan negatif dari narkoba. Kendati demikian, Asprianto masih menjalani pemeriksaan intensif, guna mencari tahu serbuk sabu yang ditemukan di wiper mobil yang bersangkutan.
”Hasil tes urine belum kami laporkan ke pimpinan. Tidak etis melapor via telepon,” kata dia.
Arivlianto menegaskan, status Asprianto masih terperiksa dalam kasus ini. ”Pada waktu 3 X 24 jam baru kami menetukan status hukum Asprianto,” katanya.
Arivlianto menegaskan, barang bukti sabusabu ditemukan bukan di dalam mobil Asprianto. Sabu tersebut di temukan di bagian depan wiper atau alat pembersih kaca yang dilakban.
”Kami masih melakukan penelusuran. Belum bisa dibuktikan apakah sabu itu milik Asprianto atau tidak,” kilahnya.
Kapolres jeneponto AKBP, Joko Sumarno menegaskan, serbuk yang ditemukan di mobil Asprianto adalah sabusabu. Soal hasil tes urine, Joko Sumarno mengaku belum menerima laporan dari bawahannya.
Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulsel Kombes Pol Barung Mangera yang dikonfirmasi BKM mengaku sedang berada di Jakarta. ”Saya belum menerima laporan soal hasil tes urine oknum legislator yang Anda tanyakan,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris DPD II Partai Golkar Jeneponto, Suharto mempertanyakan kehadiran anggota dewan berinisial KS hingga dini hari di kantor Polres Jeneponto. Menurut dia, oknum anggota dewan yang diduga narkoba sebaiknya menjalani tes urine agar ketahuan mengkonsumsi narkoba atau tidak. (krk/cha/b)

