pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Saya Diperlakukan Anak Madu Bak Pembantu

Rejeki, jodoh, dan mati, merupakan takdir Allah yang sudah ditentukan. Kita tak bisa mengaturnya. Semua sudah diatur yang di atas. Sehingga, ketika saya ditakdirkan menjadi istri kedua, itupun saya terima dengan lapang dada.

Namaku Rina (nama samaran). Usiaku 38 tahun. Saya baru menikah tiga tahun lalu. Suamiku, Abdul Rojak (nama samaran) yang saat ini berusia 45 tahun meminangku menjadi istri dengan status beristri. Awalnya aku menolak untuk dinikahi pria yang sudah dikaruniai lima anak itu. Namun, karena mengingat usiaku yang semakin menua, dan istrinya juga ikhlas dipoligami, ditambah lelaki yang kini jadi suamiku itu termasuk lelaki agamis, akupun menerimanya.
Istri pertama suamiku, Rohana (nama samaran, 43 tahun) menderita penyakit kanker payudara stadium akhir sehingga tak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa berbaring saja di tempat tidurnya.
Saya sebagai istri yang seatap dengan maduku otomatis terketuk untuk merawatnya. Dibesarkan dalam keluarga dengan dasar agama yang cukup kuat, keikhlasan untuk berbakti pada suami dan mendapatkan pahala serta ridha Allah menjadi alasan untuk berbakti pada keluargaku.
Suamiku cukup adil memperlakukan saya dan istri pertamanya. Namun, karena istri pertamanya sakit, otomatis kendali ibu rumah tangga dibebankan kepadaku. Yang menjadi persoalan adalah dua anak suamiku dari istri pertama yang sudah tumbuh dewasa tidak ikhlas menerima kehadiranku.
Mereka menuduhku mengawini abahnya hanya karena mengincar hartanya. Jika keduanya ada di rumah, aku merasa tidak nyaman. Berbagai sindiran dan sikap kurang bersahabat ditujukan kepadaku. Keduanya sudah kuliah. Keduanya sangat egois dan menganggap saya tidak lebih dari pembantu. Walaupun dalam lubuk hati terdalam, saya ikhlas mengabdi untuk keluarga itu.
Kecemburuan mereka semakin menjadi-jadi ketika suamiku mempercayakan kendali rumah tangga kepadaku. Mulai dari uang belanja, uang sekolah anak-anak, saya yang mengaturnya karena kondisi isteri pertamanya semakin memburuk. Dan itu tidak diterima oleh kedua anaknya itu. Bahkan mereka menghasut adik-adiknya untuk membenciku.
Karena suamiku berpesan agar mengeluarkan uang seperlunya sesuai kebutuhan mereka, akupun menuruti permintaan itu. Kebencian anak-anak suamiku pun makin menjadi-jadi. Mereka melapor ke tante dan neneknya kalau aku sok menguasai di rumah. Sehingga mereka datang melabrakku ketika suamiku tak ada di rumah. Sikap mereka itu membuatku tak betah di rumah dan melarikan diri ke rumah orang tuaku. (rhm/cha/b)



×


Saya Diperlakukan Anak Madu Bak Pembantu

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar