pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken
pulsa.rovindo.com - Pusat Distributor Pulsa dan TOken

Kelulusan Tenaga Pendamping Dipersoalkan

MAKASSAR, BKM– Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Abdul Latif menginstruksikan agar tenaga penamping desa yang lulus rekrutmen tapi tidak sesuai prosedur harus dibatalkan.
Hal itu dilontarkan Sekprov setelah mendengar informasi jika ada beberapa tenaga pendamping desa yang diluluskan namun tidak mengikuti prosedur perekrutan.
Dia juga berjanji akan mengecek ketidaksesuaian atau kejanggalan yang dimaksud.
“Kita akan cek dan tanyakan kepada panitianya,” jelas Latif, akhir pekan lalu.
“Kalau memang betul ada kejanggalan atau ada sesuatu yang tidak sesuai, kita akan minta itu untuk dibatalkan,” tegasnya.
Namun dia mengatakan, sebenarnya proses rekruitment tenaga pendamping desa ini langsung berada dibawah koordinasi kementerian desa. Daerah hanya bertugas untuk menjalankan/melaksanakan sesuai dengan petunjuk dari Kementerian Desa.
Namun, Latief juga mengatakan, proses perekruitan tersebut harus tetap berjalan sesuai secara transparan dan sesuai dengan petunjuk dari kementerian.
Dia juga mengancam akan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang didapati melakukan kesalahan atau main mata dengan peserta yang sengaja diluluskan kendati tidak memenuhi persyaratan yang ada.
Seperti diberitakan sebelumnya, penerimaan tenaga pendamping desa di Sulawesi Selatan diduga sarat kecurangan.? Adanya kejanggalan dalam proses rekruitmen tersebut tercium setelah ada perbedaan antara data yang diumumkan lulus berkas pada website Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, www.sulselprov.go.id/bpm/PENGUMUMAN.pdf dengan nama-nama yang lulus seleksi.
Berdasarkan data yang diumumkan di website resmi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, ada 400 nama yang dinyatakan lulus berkas pada proses rekrutmen tenaga pendamping desa. Namun, setelah ada pengumuman hasil seleksi, ada enam nama yang dinyatakan lulus tetapi namanya tidak tertera diantara nama yang lulus berkas.
Enam nama yang diketahui lulus seleksi tapi namanya tidak tercantum diantara 400 nama yang lulus berkas, masing-masing Andi Dewantara Syam, Herdarniati, Andi Zulkarnain, Agus Taufan, Andi Alfian, dan Isnawi R. Bahkan, tiga diantaranya diketahui tidak mengikuti tes wawancara.
Hal tersebut tentu sangat mengecewakan bagi para peserta seleksi. Salah satu peserta AS, mengatakan, pihaknya kecewa setelah mengetahui jika ada enam orang yang lulus tanpa mengikuti seleksi.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kelurahan (BPMDK) Sulawesi Selatan, Mustari Soba, membenarkan adanya peserta yang tidak mengikuti tes namun dinyatakan lulus. Namun, ia mengaku sudah meminta mereka mengundurkan diri.
“Iya, memang ada. Tapi semuanya yang bermasalah itu sudah mengundurkan diri,” kata Mustari. (rhm/war/c)



×


Kelulusan Tenaga Pendamping Dipersoalkan

Bagikan artikel ini melalui

atau copy link

Tinggalkan komentar