MAKASSAR, BKM–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Makassae meramalkan pada malam pergantian tahun, Kamis (31/12) nanti terjadi hujan disertai angin kencang.
Potensi hujan cukup deras diprediksi mengguyur Kota Makassar dan beberapa wilayah lainnya di Sulsel.
Kasubid Pelayanan Jasa BMKG Wilayah Makassar, Sujarwo, Senin (28/12), mengatakan, perkiraan hujan berpotensi terjadi pada sore dan malam hari, tepatnya pada malam tahun baru.
“Kemungkinan terbesar cuaca seperti itu akan terjadi di seluruh wilayah di Kota Makassar dan daerah lainnya di Sulsel. Maka kami imbau warga untuk waspada,” kata Sujarwo.
Sujarwo menambahkan, dari pengamatan cuaca khususnya di kota Makassar intensitas hujan bisa mencapai 600 mm. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim hujan, dimana intensitas hujan sudah tinggi.
Sujarwo juga mengakui, untuk saat ini kondisi kecepatan angin terbilang normal. Kecepatan angin sekitar 35 km per jam. Sementara gekombang ombak dilaut mencapai 1,5 meter.
“Untuk kecepatan angin saat ini masih normal. Meski cuaca masih normal, kita meminta pihak Bandara dan Pelabuhan senantiasa berkoordinasi dengan BMKG. Saat ini juga tidak ada perkiraan akan terjadi gempa,” terangnya.
Sementara itu, jelang malam pergantian tahun sejumlah warga kota mulai mempersiapkan serangkaian kegiatan termasuk lokasi yang mereka datangi.
Seperti halnya, Lois (31) tahun, salah seorang warga yang tinggal di Jalan Perintis Kemerdekaan. Ia mengatakan, untuk menikmati malam pergantian tahun, ia bersama keluarganya memilih untuk melakukan wisata bahari dengan mendatangi Pulau Samalona yang ada di wilayah Makassar.
Dengan mempersiapkan cukup dana, ia juga mempersiapkan penginapan dan kondisi tubuh yang fit untuk dapat menikmati malam pergantian tahun baru. “Kami memang setiap tahunnya suka merayakan malam pergantian tahun di luar rumah, seperti di tahun lalu kita merayakannya di Pantai Losari. Dan di tahun ini, saya bersama keluarga sudah merencanakan untuk datang berlibur di Pulau Samalona,” kata Lois yang didampingi istrinya.
Menurut Lois, meskipun pulau Samalona jauh dari keramaian, namun menikmati malam pergantian tahun di pulau akan semakin nikmat dan asyik bersama keluarga.”Saya memang sering merayakan malam pergantian tahun di pulau, tapi pulau yang di luar Sulawesi. Dan menurut saya, merayakan malam pergantian tahun di pantai dan di pulau lebih asyik dibandingkan dengan merayakan tahun baru di kota. Apa lagi kalau pulaunya bersih, indah dan nyaman,” katanya. Berbeda dengan Lois, warga lainnya bernama Irfan (28) tahun lebih memilih untuk merayakan malam pergantian tahun di rumah dengan berkumpul bersama keluarga sambil menyantap makanan.”Saya lebih memilih untuk merayakan malam pergantian tahun di rumah dengan membuat acara bakar ikan serta menyalakan kembang api,” ungkapnya.
Menurutnya, merayakan melam pergantian tahun di rumah dengan memanggil semua tetangga di sekitar rumah diselingi acara bakar jagung dan ikan lebih asyik dan bermanfaat, dibandingkan merayakan malam pergantian tahun di pantai.”Sudah bosanmi rayakan malam pergantian tahun di Pantai Losari, karena itu itu ji saja. Paling menyalakan kembang api, desak desakan dan terjebak macet. Mending di rumah kumpul bersama keluarga dan tetangga,” jelasnya.
Terpisah, organisasi kepemudaan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Makassar juga memiliki sudut pandang yang berbeda dengan yang lain tentang pemaknaan pergantian tahun baru. Hal itu berpegaruh pada aktualisasi kegiatan dalam menyambutnya.
KNPI Kota Makassar sendiri akan mengadakan kegiatan renungan pemuda di sekretariatnya. Selain renungan, rencananya juga akan dirangkaikan dengan dzikir yang bertajuk 2016 harus lebih baik.
” Untuk sementara kita rencanakan dua kegiatan non formal yakni renungan pemuda dan dzikir,” Kata Ketua KNPI, Arman Mannahawu.
Hanya saja, lanjut Arman bahwa kegiatan tersebut baru akan di bicarakan ulang untuk mempermantap sekaligus untuk membahas apakah ada penambahan item kegiatan atau tidak.
Sama halnya disampaikan Sekretarisnya, Irwan Ade Saputra bahwa kegiatan tersebut akan dibahas ulang. ” Baru mau dibahas ulang, siapa tau masih ada yang masih penting di masukkan dalam item kegiatan nanti,” Kata Ade sapaannya.(ucu-arf-man/b)

